ArtikelTuntunan

7 Skill Akselerasi Dakwah Digital

by Ustadz Muhammad Elvandi

📅 Sabtu, 15 Maret 2026 | 25 Ramadan 1447 H

Dalam pemaparannya, Ustadz Muhammad Elvandi menyoroti sebuah tantangan besar yang dihadapi para dai, ustadz, dan lembaga Islam di era modern, yaitu terjadinya pergeseran otoritas keagamaan (the shifting of religious authority). Beliau menjelaskan bahwa masyarakat, terutama generasi muda, kini tidak lagi menjadikan ustadz atau pesantren sebagai satu-satunya sumber ilmu agama. Mereka lebih banyak menyerap informasi—termasuk gaya hidup, pemikiran, dan bahkan ajaran Islam—melalui media sosial seperti TikTok, Instagram, YouTube, serta melalui teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT. Fenomena ini menyebabkan para dai berisiko kehilangan relevansi dan ditinggalkan oleh zaman jika tidak segera beradaptasi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Ustadz Elvandi menawarkan sebuah kerangka kerja yang disebut “7 Skill Akselerasi Dakwah Digital”. Tujuannya adalah memberdayakan para dai agar mampu mengisi ruang digital dengan konten Islam yang berkualitas, relevan, dan berdampak luas. Ketujuh skill tersebut adalah:

  1. Membaca Realitas (Reading Reality): Langkah pertama adalah memahami secara mendalam kondisi zaman. Para dai harus mengetahui platform apa yang digunakan oleh audiens mereka, konten seperti apa yang mereka konsumsi, dan masalah nyata apa yang sedang mereka hadapi. Tanpa pemahaman ini, dakwah yang disampaikan tidak akan tepat sasaran.
  2. Membangun Mindset Dai Digital: Para dai perlu memiliki pola pikir yang terbuka untuk berubah dan belajar hal baru. Ustadz Elvandi mengingatkan agar menjauhi sifat sombong (alkibr) yang merasa sudah cukup dengan ilmu yang dimiliki dan enggan mempelajari skill-skill baru seperti produksi konten atau strategi media sosial.
  3. Transformasi Personal: Setelah memiliki mindset yang tepat, seorang dai harus secara aktif melakukan pengembangan diri dengan mempelajari keterampilan-keterampilan dasar yang relevan dengan dunia digital. Ini bukan berarti harus menjadi ahli teknis, tetapi setidaknya memahami “aturan main” (rule of the game) di setiap platform media sosial agar konten yang dibuat efektif.
  4. Kepemimpinan Dakwah (Dakwah Leadership): Seorang dai di era digital tidak cukup hanya menjadi penceramah, tetapi harus menjadi seorang pemimpin yang mampu membangun proyek dakwah yang berkelanjutan. Ia harus bisa menggerakkan tim dan membangun sebuah ekosistem. Kehadiran yang kuat di dunia maya akan membangun citra kepemimpinan ini.
  5. Membangun Jejaring Komunitas: Dakwah digital adalah sebuah maraton, bukan lari cepat. Agar tidak mudah patah semangat atau kehabisan energi, sangat penting untuk bergabung dalam sebuah komunitas. Komunitas berfungsi sebagai tempat untuk saling mendukung, berbagi ilmu, dan menjaga konsistensi dalam berkarya.
  6. Eksekusi yang Strategis (Strategic Execution): Ini adalah langkah teknis yang paling penting. Untuk melaksanakannya, Ustadz Elvandi memperkenalkan sebuah metode bernama “Mentor Blueprint Canvas” yang terdiri dari sembilan langkah sistematis. Langkah-langkah ini mencakup:
    • Mengenali diri dan menentukan spesialisasi dakwah.
    • Menentukan segmen audiens yang spesifik.
    • Memahami masalah dan kebutuhan audiens.
    • Menyusun narasi atau silabus dakwah yang terstruktur.
    • Mulai memproduksi konten sederhana di media sosial.
    • Membangun tim yang solid dan memberikan apresiasi yang layak (termasuk finansial) agar dakwah bisa berkelanjutan (sustain).

7. Adanya Mentor (Mentorship): Untuk mempercepat proses dan menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu, sangat dianjurkan untuk memiliki seorang mentor yang bisa membimbing langkah demi langkah.

Secara keseluruhan, Ustadz Elvandi mengajak para dai untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga proaktif mengambil peran di dunia digital. Visi besarnya adalah agar media sosial dipenuhi oleh konten-konten positif dari para ustadz yang berilmu, sehingga umat yang sedang kebingungan dapat menemukan panduan yang benar dan menyejukkan.


File pembahasan lengkap: DOWNLOAD


7 Skill Akselerasi Dakwah Digital

Kasmui

Dosen Kimia, Komputasi, IT, dan AI UNNES; Ketua PCM Gunungpati 2; Anggota Majelis Tabligh PDM Kota Semarang & PWM Jawa Tengah; Anggota Tim Pengembang Software KHGT MTT PP Muhammadiyah; Praktisi Ilmu Falak: https://hisabmu.com/, https://kasmui.cloud/

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button