Artikel

Mengayuh Tanpa Henti : Filosofi Bersepeda Dalam Al-Insyirah

Oleh : Dr. Hermawan, M.Pd.I

Ketika mengayuh sepeda, kita belajar bahwa setiap tanjakan akan diikuti oleh turunan, dan setiap turunan akan mengantarkan kita pada tanjakan berikutnya. Begitulah hidup: selesai satu perjalanan, kita akan memulai perjalanan lainnya. Selain itu, mengayuh sepeda adalah seni menjaga ritme. Saat menanjak, napas terasa berat, kaki mulai pegal, namun kita tahu puncak atau tujuan menunggu di depan. Saat menurun, angin menyapu wajah, memberi rasa lega, tapi kita harus sadar bahwa perjalanan tak berhenti di situ. Sekali lagi, begitu pula hidup: satu tugas selesai, tantangan lain sudah menanti, satu pekerjaan selesai maka pekerjaan lainnya harus dikerjakan kemudian.

Allah ﷻ mengabadikan prinsip tersebut dalam Al-Insyirah ayat 7–8, “Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” Pesan ayat tersebut mengajarkan bahwa hidup tak berhenti di satu titik keberhasilan atau ujian, melainkan terus bergerak, terus mengayuh, hingga tujuan akhir. Seperti pesepeda yang tak boleh terlalu lama berhenti jika ingin sampai ke garis akhir yang telah direncanakan, satu sisi dalam konteks ibadah kita pun harus menjaga momentum amal dan semangat, sambil menggantungkan harapan hanya kepada Allah. Inilah cahaya spirit al Insyirah, jika selesai satu urusan maka lanjutkan urusan lainnya dengan tetap menjadikan Allah sebagai tujuan; wa ila rabbika farghob!

Spirit al Insyirah di atas mengajarkan hidup harus terus berjalan, seperti pesepeda yang tak bisa selamanya diam di puncak atau berlama-lama menikmati turunan, kita pun harus terus bergerak. Bahkan hidup di dunia ini pun akan berakhir dan harus melanjutkan kehidupan yang kekal abadi di akhirat.  Setiap kayuhan adalah ikhtiar, setiap napas adalah doa, dan setiap tujuan kecil mengantar kita pada tujuan yang lebih besar sehingga akhirnya kita sampai pada garis akhir yang hakiki, bertemu dengan ridha Allah. Terus bergerak, karena Allah sumber kekuatan yang takkan retak.

Dr. Hermawan, M.Pd.I (Wakil Ketua Majelis Tabligh PWM Jateng dan Dosen Universitas Muhammadiyah Purworejo)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button