ArtikelIbadahTuntunan
Trending

Membongkar Mitos Amalan Bulan Rajab

Mana yang Sunnah, Mana yang Palsu?

📅 Selasa, 21 April 2026 | 4 Zulkaidah 1447 H

Kategori: Kajian Islam / Fiqih Ibadah. Ditulis ulang Berdasarkan Tausiyah Ustadz Mujiman (https://www.youtube.com/watch?v=02Qybbcau2o)


Bulan Rajab sering kali disambut dengan antusiasme tinggi oleh umat Muslim. Berbagai pesan berantai di media sosial tentang keutamaan dahsyat dan amalan khusus di bulan ini kerap menghiasi layar smartphone kita. Namun, benarkah semua itu memiliki landasan dalil yang kuat?

Dalam kajiannya, Ustadz Mujiman memberikan penjelasan mendalam dan kritis mengenai kedudukan bulan Rajab serta meluruskan berbagai kesalahpahaman yang beredar di masyarakat. Berikut adalah rangkuman penting yang perlu Anda ketahui agar ibadah kita tetap terjaga kemurniannya.

Rajab Sebagai Bulan Haram: Pisau Bermata Dua

Ustadz Mujiman membuka penjelasannya dengan menegaskan posisi Rajab sebagai salah satu dari empat bulan haram (Ashurul Hurum). Hal ini termaktub dalam Al-Qur’an (At-Taubah: 36), di mana Allah menetapkan empat bulan suci: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

Berikut adalah arti (terjemahan) dari Surat At-Taubah ayat 36:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”

Apa konsekuensinya? Ulama seperti Ibnu Katsir menjelaskan bahwa di bulan haram, setiap amal perbuatan dilipatgandakan balasannya. Namun, ini berlaku dua arah:

  • Amal Saleh: Pahalanya dilipatgandakan.
  • Amal Buruk (Dosa): Dosanya pun dilipatgandakan.

“Para sahabat seperti Ibnu Umar dan Ibnu Abbas sangat suka hadirnya bulan suci, tapi mereka juga benci dan takut melakukan dosa di dalamnya karena dosanya berlipat ganda.” — Ustadz Mujiman.

Fakta Mengejutkan: Tidak Ada Dalil Khusus

Poin paling krusial yang disampaikan Ustadz Mujiman adalah merujuk pada pendapat Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani. Beliau menegaskan bahwa tidak ada satupun hadis sahih yang menjelaskan tentang:

  1. Keutamaan spesifik bulan Rajab (selain sebagai bulan haram).
  2. Amalan khusus (puasa atau salat tertentu) di bulan Rajab.

Banyak hadis yang beredar, seperti “Barang siapa berpuasa satu hari di bulan Rajab maka bagaikan beribadah 700 tahun,” dikategorikan sebagai hadis yang sangat lemah (dhaif) bahkan palsu (maudhu). Saking lemahnya, riwayat ini tidak ditemukan di kitab-kitab hadis standar, bahkan di kitab hadis palsu pun kadang sulit dilacak sanadnya.

Salat Raghaib: Sebuah Inovasi Abad ke-5

Salah satu ritual yang populer namun dikritisi adalah Salat Raghaib. Salat ini biasanya dilakukan pada malam Jumat pertama bulan Rajab, di mana jamaah berpuasa di hari Kamis, lalu melakukan salat dengan bacaan Al-Qadar dan Al-Ikhlas yang diulang-ulang dalam jumlah banyak.

Fakta sejarah menunjukkan:

  • Salat Raghaib baru muncul pada tahun 480 Hijriah (Abad ke-5) di Baitul Maqdis. Tidak dikenal di zaman Nabi maupun Sahabat.
  • Imam Izzuddin bin Abdissalam berfatwa bahwa salat ini adalah bid’ah yang mungkar dan hadisnya adalah kedustaan atas nama Rasulullah.
  • Nabi SAW melarang mengkhususkan malam Jumat untuk salat tertentu atau hari Jumat untuk puasa tertentu tanpa sebab kebiasaan.

Solusi: Kembali ke “Ibadah Mutlak”

Lantas, apakah kita tidak boleh beribadah di bulan Rajab? Tentu saja boleh, bahkan dianjurkan, namun jalurnya adalah Ibadah Mutlak, bukan Ibadah Muqayyad (terikat waktu/jumlah khusus tanpa dalil).

Ustadz Mujiman menyarankan:

  • Puasa: Lakukan puasa sunnah yang sudah ada tuntunannya, seperti Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh. Jangan membuat puasa khusus Rajab.
  • Dzikir & Salat Sunnah: Lakukan zikir (tasbih, tahmid, tahlil) atau salat sunnah mutlak kapan saja dan di mana saja tanpa mematok jumlah bilangan tertentu (misal: harus 7.000 kali) yang tidak diajarkan Nabi.

“Agama Islam itu agama dalil, bukan agama ikut-ikutan. Kalau ada tuntunan kita kerjakan, tidak ada tuntunan kita tinggalkan. Simpel.”.

Tanya Jawab Ringkas

Dalam sesi tanya jawab, beberapa poin menarik juga dibahas:

  1. Mengirim Doa untuk Orang Meninggal:
    Para ulama sepakat bahwa doa sampai kepada mayit. Namun, mengirimkan “bacaan” (seperti Al-Fatihah) diperselisihkan. Imam Syafi’i berpendapat bacaan tidak sampai, sementara Mazhab Hambali mengatakan sampai. Muhammadiyah mengambil jalan tarjih (memilih dalil terkuat), yaitu yang disepakati sampai adalah doa. Maka, perbanyaklah mendoakan mayit (“Allahummaghfirlahu…”), bukan sekadar mengirim bacaan.
  2. Salat Ghaib:
    Salat Ghaib disyariatkan berdasarkan kisah Nabi menyalatkan Raja Najasyi. Ada perbedaan pendapat ulama: apakah boleh dilakukan mutlak, atau hanya jika jenazah belum disalatkan di tempat asalnya. Muhammadiyah memegang pendapat bahwa salat ghaib tetap disyariatkan baik jenazah sudah disalatkan atau belum.
  3. Umrah di Bulan Rajab:
    Tidak ada keutamaan khusus umrah di bulan Rajab. Pahalanya sama seperti umrah di bulan-bulan lainnya.

Kesimpulan

Menyambut bulan Rajab hendaknya dilakukan dengan ilmu. Jangan sampai semangat beribadah justru menjerumuskan kita pada amalan yang tidak ada tuntunannya (bid’ah). Cukupkan diri dengan amalan wajib dan sunnah yang sudah jelas dalilnya (puasa Senin-Kamis, Tahajud, Dhuha, sedekah), dan hindari ritual-ritual “paket hemat” pahala yang tidak bersumber dari Rasulullah SAW.

Semoga Allah membimbing kita di atas Sunnah.

Artikel ini disarikan dari ceramah Ustadz Mujiman tentang Amalan Bulan Rajab.


Kumpulan hadits tentang bulan Rajab: DOWNLOAD


FILE BOOKLET MEMBONGKAR MITOS BULAN RAJAB: DOWNLOAD


BOOKLET - Membongkar Mitos Bulan Rajab


Hadits tentang Bulan Rajab dari 10 Kitab Imam Hadits

Kasmui

Dosen Kimia, Komputasi, IT, dan AI UNNES; Ketua PCM Gunungpati 2; Anggota Majelis Tabligh PDM Kota Semarang & PWM Jawa Tengah; Anggota Tim Pengembang Software KHGT MTT PP Muhammadiyah; Praktisi Ilmu Falak: https://hisabmu.com/, https://kasmui.cloud/

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button