
Oleh: Suyanto (Pengurus PCM Bawang dan Mahasiswa Sekoah Tabligh PWM Jawa Tengan di Banjarnegara)
Pendidikan anak dalam Islam adalah investasi jangka panjang yang tidak hanya berorientasi pada hasil di dunia, tetapi juga di akhirat. Tujuannya adalah membentuk anak yang memiliki keterikatan emosional dan spiritual dengan Allah SWT. Keterikatan ini adalah perisai yang akan melindungi mereka dari godaan dan tantangan hidup. Pendidikan ini bukan hanya soal ilmu, tetapi soal hati.
Pendidikan agama pada dasaranya adalah upaya menanamkan nilai- nilai ilahiyah pada jiwa anak. Dengan demikian anak dibekali dengan dasar-dasar keimanan dan akhlak yang baik agar dapat teriternalisasi dalam dirinya sehingga kelak menjadi insan kamil.
Insan kami dalam Ilsam adalah manusia yang baik secara lahir dan batinnya. akhlak dan perilakunya. Individu dan sosialnya. Insan kamil merupakan potret pribadi musim yang terbaik sebagaimana telah dicontohkan oleh generasi awal Islam yakni generasi para sahabat.
Pendidikan sesungguhnya mengajarkan pada anak untuk tidak saja cerdas secara intelektual, tapi juga secara emosional dan spiritual. Dengan demikian jiwa anak tidak kosong dari pancaran nilai- nilai ilahiyah yang dapat membawanya pada kehidupan yang religious.
Penidikan dalam kaca mata Islam hanya berorientasi pada kecerdasan akal semata, namun harus mampu menumbuhkan akhlak dan perbuatan yang baik serta berdampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Sehngga yang diharapkan dari pendidikan Islam adalah lahirnya manusia yang sholeh secara individu dan sosial sekalgus. Bukan orang yang egois yang hanya berfokus pada dirinya sendiri.
Harus dipahami juga bahwa mendidik anak harus disesuaikan dengan perkembangan psikologis mereka. Pendekatan yang efektif untuk anak balita berbeda dengan anak remaja.
- Usia Balita (0-5 tahun): Pengenalan Sensorik dan Emosional.
Pada usia ini, anak belajar melalui panca indera dan emosi. Fokuslah pada pengalaman yang menyenangkan. Ajak anak merasakan kehangatan kasih sayang Allah melalui kasih sayang orang tua. Bisikkanlah zikir dan doa-doa pendek ketika anak hendak tidur. Kenalkan nama-nama Allah (Asmaul Husna) melalui nyanyian atau cerita sederhana.
Rasulullah SAW bersabda:
ุฅูููู ู ููู ุฎูููุงุฑูููู ู ุฃูุญูุงุณูููููู ู ุฃูุฎููุงูููุง
Artinya: Sesungguhnya di antara yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini mengajarkan bahwa pendidikan akhlak, yang merupakan cerminan cinta kepada Allah, harus menjadi prioritas.
- Usia Sekolah (6-12 thun): Penjelasan dan Penalaran Logis
Anak pada usia ini mulai berpikir logis. Jelaskan mengapa kita shalat, puasa, atau bersedekah. Bukan sekadar “kewajiban,” melainkan “karena itu perintah Allah yang menyayangi kita.” Libatkan mereka dalam ibadah, misalnya dengan membiarkan mereka menjadi imam shalat untuk adik-adiknya atau membantu menyiapkan hidangan berbuka puasa. Berikan pemahaman bahwa beribadah adalah ungkapan syukur kepada Allah.
Pendidikan agama yang diberikan pada anak hendaknya pola pendidikan yang menyenangkan. Sebab, pendidikan agama yang penuh paksaan akan menciptakan trauma dan kebencian terhadap agama. Sebaliknya, pendidikan yang berbasis kasih sayang akan menumbuhkan cinta. Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam hal ini.
ููุณููุฑููุง ููููุง ุชูุนูุณููุฑููุง ููุจูุดููุฑููุง ููููุง ุชููููููุฑููุง
Artinya: Mudahkanlah dan jangan persulit, berilah kabar gembira dan jangan buat orang lari. (HR. Bukhari dan Muslim)
Ajaran ini berlaku universal, termasuk dalam mendidik anak. Berikan apresiasi atas setiap usaha baik yang mereka lakukan, meskipun kecil. Hindari hukuman yang bersifat mempermalukan, karena itu bisa merusak mental dan spiritual mereka.
Hukumana boleh dilakukan dengan maksud untuk menumbuhkan sikap tanggungjawab. Selain itu, cara memberikan hukuman juga harsus bijaksana agar tidak menimbulkan kebencian dan merusak mental anak.
Berikan pujian atas semua kemajuan dan capaian yang diarih anak sebagai motivasi untuk terus bekerja keras dalam mewujudkan prestasi. Pujian yang tulus sangat berarti bagi anak. Selain pujian, hadiah juga perlu diberikan pada anak sebagai apresiasi atas prestasi yang telah diraihnya.




