KhutbahKhutbah Jum'at

Khutbah Jum’at : Ibadah Jum’at Tak Sekedar Shalat

Oleh : Hanif Sidiq Aryanto ( MTT PCM Kemranjen Banyumas )

📅 Rabu, 04 Juni 2026 | 17 Zulhijah 1447 H

Khutbah Jum’at : Ibadah Jum’at Tak Sekedar Shalat
Oleh : Hanif Sidiq Aryanto ( MTT PCM Kemranjen Banyumas )

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ …
فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.

Alhamdulillāh, kita bersyukur kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā yang senantiasa melimpahkan banyak kenikmatan sehingga tidak terhitung nilai dan jumlahnya. Nikmat tersebut dicurahkan siang dan malam kepada kita.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad ﷺ, beserta keluarga beliau, para sahabat, para tābi‘īn, tābi‘ut‑tābi‘īn, dan seluruh kaum muslimin yang tetap berpegang teguh dengan sunnah beliau hingga hari kiamat nanti.

Jama’ah jum’at rahimakumullah
Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Ta‘ālā, sebagaimana firman-Nya:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ

“ Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa” ( Qs. Al-Baqoroh 197 )

Kaum Muslimin, raḥimakumullāh.
Ibadah Jum‘at bukan hanya sekadar pelaksanaan shalat, tetapi merupakan rangkaian ibadah yang dihitung oleh Allah sejak niat keberangkatannya. Ibadah ini dimulai dengan mandi, kemudian berangkat di awal waktu. Semakin awal seseorang berangkat, semakin besar pahala yang akan ia dapatkan.
Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قالَ: قالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ : مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الجَنابَةِ، ثُمَّ راحَ فِي السَّاعَةِ الأُولَى فَكَأَنَّما قَرَّبَ بَدَنَةً، وَمَنْ راحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّما قَرَّبَ بَقَرَةً، وَمَنْ راحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّما قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ، وَمَنْ راحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّما قَرَّبَ دَجَاجَةً، وَمَنْ راحَ فِي السَّاعَةِ الخَامِسَةِ فَكَأَنَّما قَرَّبَ بَيْضَةً، فَإِذَا خَرَجَ الإِمَامُ حَضَرَتِ المَلائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ (رواه البخاري ومسلم)

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa mandi pada hari Jum‘at seperti mandi janabah, kemudian berangkat pada jam pertama maka seakan-akan ia berkurban dengan seekor unta. Barangsiapa berangkat pada jam kedua maka seakan-akan ia berkurban dengan seekor sapi. Barangsiapa berangkat pada jam ketiga maka seakan-akan ia berkurban dengan seekor kambing bertanduk. Barangsiapa berangkat pada jam keempat maka seakan-akan ia berkurban dengan seekor ayam. Barangsiapa berangkat pada jam kelima maka seakan-akan ia berkurban dengan sebuah telur. Apabila imam keluar (untuk khutbah), para malaikat hadir mendengarkan dzikir.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Jama’ah jum’at , rahimakumullah

Begitu besar fadhilah dan keutamaan yang Allah anugerahkan kepada kita. Bukankah untuk berkurban setiap tahun saja terasa sangat berat bagi kebanyakan orang? Namun, Allah dengan rahmat-Nya membuka peluang pahala yang menyamai kurban itu setiap hari Jum‘at. Bahkan pahala yang sangat besar, sebanding dengan berkurban seekor unta atau sapi, bagi siapa saja yang bersegera berangkat ke masjid sebelum khutbah dimulai.

Kaum muslimin, rahimakumullah

Kemudian, manakala telah memasuki masjid, hendaklah seorang muslim melaksanakan shalat dua rakaat sebelum duduk, meskipun imam sedang berkhutbah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat sahih:
عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ وَالنَّبِيُّ ﷺ يَخْطُبُ النَّاسَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَقَالَ: أَصَلَّيْتَ؟ قَالَ: لا. قَالَ: قُمْ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ
Dari Jabir رضي الله عنه berkata: Seorang laki-laki datang pada hari Jum‘at ketika Nabi ﷺ sedang berkhutbah. Nabi ﷺ bertanya: “Apakah engkau sudah shalat?” Ia menjawab: “Belum.” Maka Nabi ﷺ bersabda: “Bangunlah dan shalatlah dua rakaat.” (HR. al-Bukhārī dan Muslim)

Saudaraku, raḥimakumullāh.

Terlepas dari adanya perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang shalat dua rakaat ketika masuk masjid pada hari Jum‘at, jika kita perhatikan riwayat yang sahih, jelas bahwa shalat dua rakaat tersebut merupakan bagian dari rangkaian ibadah Jum‘at. Karena itu, tidak semestinya kaum Muslimin meninggalkannya dalam pelaksanaan ibadah Jum‘at.

Jama‘ah Jum‘at yang dimuliakan Allah,

Tidak kalah penting dalam pelaksanaan ibadah Jum‘at adalah diam dan khusyu‘ menyimak khutbah. Kita tidak diperbolehkan berbicara atau melakukan aktivitas lain yang melalaikan dari mendengarkan khutbah, seperti bermain dengan telepon genggam dan sejenisnya. Hal ini telah diperingatkan oleh Rasulullah ﷺ:

إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ

“Apabila engkau berkata kepada temanmu pada hari Jum‘at: ‘Diamlah!’ sementara imam sedang berkhutbah, maka sungguh engkau telah berbuat sia-sia.” (HR. al-Bukhārī dan Muslim)

Untuk itu, jangan sia-siakan momentum penting ini. Marilah kita mempersiapkan diri dengan baik, duduk tegak dengan pandangan ke depan, serta hindari bersandar pada dinding atau tiang yang dapat membuat kita mudah tertidur. Karena hal itu akan melalaikan kita dari kewajiban menyimak khutbah dengan penuh perhatian.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ الله لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرّحِيْمُ

[KHUTBAH KEDUA] إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

Kaum muslimin jama’ah jum’at rahimakumullah
Dalam satu riwayat disebutkan :

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ يُصَلِّي بَعْدَ الْجُمُعَةِ رَكْعَتَيْنِ فِي بَيْتِهِ

“Bahwa Nabi ﷺ biasa shalat setelah Jum‘at dua rakaat di rumahnya.” ( HR. Bukhari & Muslim )
Dalam riwayat yang lain :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمُ الْجُمُعَةَ فَلْيُصَلِّ بَعْدَهَا أَرْبَعًا

“Apabila salah seorang di antara kalian telah melaksanakan shalat Jum‘at, maka hendaklah ia shalat setelahnya empat rakaat.” ( HR. Muslim )

Jama‘ah Jum‘at yang dimuliakan Allah,

Dari dua riwayat yang sahih tersebut jelaslah bagi kita bahwa shalat sunnah ba‘diyah Jum‘at adalah amalan yang dianjurkan. Jika dikerjakan di masjid, maka disunnahkan empat rakaat, sedangkan jika dikerjakan di rumah, maka sebanyak dua rakaat.

Dengan demikian, seorang muslim hendaknya tidak meninggalkan shalat sunnah ba‘diyah ini, karena ia merupakan bagian dari kesempurnaan ibadah Jum‘at, sekaligus mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.
Semoga Allah Ta‘ala menerima seluruh amal ibadah Jum‘at kita, melipatgandakan pahalanya, serta senantiasa memberikan kepada kita istiqamah hingga akhir hayat, sehingga kita beroleh husnul khātimah. Āmīn yā Rabbal-‘ālamīn.

Dan marilah kita berdo’a kepada Alloh Ta’ala semoga kita semua senantiasa dalam lindungan-Nya hingga akhir hayat mendapatkan husnul khotimah, amin ya Rabbal alamin.

اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمًا. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَاصَلَّيْتَ عَلىَ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. في ِالْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌمَجِيْدٌ

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَاوَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّاالْغَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ. وَسُوْءَالْفِتَنِ مَاظَهَرَمِنْهَا وَمَابَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَاخَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِبَلاَدِالْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَااَتِنَافِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَالله اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمِ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُاللهِ اَكْبَرُ

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button