BeritaDinamika Pesyarikatan

Gagas Wisata Kebangsaan, Kader Muhammadiyah Banyumas Siap Kolaborasi Wujudkan Kabupaten Banyumas yang Damai dan Harmonis

📅 Kamis, 04 Juni 2026 | 18 Zulhijah 1447 H

BANYUMAS – Sebagai manifestasi dari komitmen dakwah kultural dan meneguhkan spirit Darul Ahdi wa Syahadah (negara kesepakatan dan kesaksian), kader Muhammadiyah di Kabupaten Banyumas siap mengambil peran garis depan dalam merawat kebinekaan. Langkah ini diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam menggagas pembangunan destinasi edukatif bertajuk ‘Wisata Kebangsaan’ yang diproyeksikan menjadi simbol perekat persatuan nusantara.

Rencana strategis tersebut dimatangkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Banyumas yang berlangsung di Aula Wisma Waskita Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyumas pada Rabu (3/6/2026). Pertemuan penting ini dihadiri oleh jajaran pengurus FPK serta Pembina FPK sekaligus Kabid Ideologi, Wawasan Kebangsaan, Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, dan Agama Bakesbangpol Banyumas, Raden Hermawan, S.Sos.

Internalisasi Nilai Kebinekaan di Maskemambang
Dalam arahannya, Pembina FPK Banyumas, Raden Hermawan, S.Sos., menekankan pentingnya inovasi dalam membumikan nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika zaman. Salah satu terobosan monumental yang diinisiasi adalah pembangunan miniatur nusantara berupa replika rumah adat perwakilan suku se-Indonesia di kawasan Bale Kemambang (Maskemambang), Purwokerto.

“Program ini dirancang bukan sekadar untuk menambah destinasi wisata, melainkan menjadi magnet kuat edukasi budaya sekaligus menghadirkan harmoni yang nyata antaranak bangsa,” ujar Raden Hermawan.
Melalui pendekatan visual dan budaya ini, diharapkan masyarakat luas—khususnya generasi muda—dapat mengenal fondasi adat dan kebudayaan nusantara secara inklusif, sehingga memperkokoh rasa saling menghargai.

Komitmen Kader Muhammadiyah: Banyumas Rumah Damai dan Harmonis
Ketua FPK Kabupaten Banyumas, Umar Mohari, S.Pd., yang juga merupakan pengurus aktif Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tanjung, menyambut baik dan siap mengawal penuh gagasan visioner ini. Menurutnya, keterlibatan kader Muhammadiyah dalam FPK adalah bagian dari ikhtiar kolektif untuk membawa kemaslahatan bagi umat dan masyarakat luas.

“Target akhir kita adalah memastikan Banyumas selalu dalam kondisi aman, tentram, dan damai. Muhammadiyah beserta segenap kadernya siap berkolaborasi secara intensif untuk mewujudkan Banyumas yang penuh kedamaian, harmoni, dan kerukunan bagi siapa saja yang tinggal atau berkunjung ke sini,” tegas Umar Mohari.
Umar menambahkan bahwa spirit kolaborasi ini sejalan dengan watak Muhammadiyah yang inklusif, ramah budaya, dan selalu siap bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) serta seluruh elemen bangsa demi ketertiban sosial.

Sebagai langkah konkret pascarakor, FPK Banyumas langsung membentuk *Tim Kecil* yang bertugas menyusun proposal teknis komprehensif serta menyiapkan agenda audiensi lanjutan bersama Bupati Banyumas dalam waktu dekat.

Motor Penggerak Kolaborasi Budaya
Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Banyumas merupakan wadah kemitraan resmi yang berfungsi menjembatani komunikasi, ruang dialog, serta kerja sama strategis antar-etnis, suku, ras, dan budaya.
Melalui sinergi yang kokoh antara jajaran birokrasi, tokoh masyarakat, dan kader-kader persyarikatan Muhammadiyah di dalamnya, FPK berkomitmen mengikis sekat-sekat primordial dan menggantinya dengan ruang kreatif bersama yang mencerahkan demi keutuhan NKRI.

Agus Salim (Guru SMP muhamadiyah 2 purwokerto, Anggota FPK kabupaten Banyumas)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button