Naskah Khutbah Jumat: Pembelaan Muslim Indonesia untuk Palestina
Wujud Ukhuwah dan Amanah Kemanusiaan

Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُه
فَيَا عِبَادَ اللَّهِ ، أَوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْن
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُون
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Di hari yang penuh berkah ini, khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian, untuk senantiasa meningkatkan kualitas iman dan takwa kita kepada Allah SWT, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Hari ini, di tengah kenyamanan kita beribadah, jutaan saudara kita di Palestina sedang menghadapi kezaliman, penindasan, dan agresi yang tiada henti. Hati kita menangis, dan nurani kita terusik. Oleh karena itu, khutbah kita pada hari ini akan mengangkat tema “Pembelaan Muslim Indonesia untuk Palestina: Wujud Ukhuwah dan Amanah Kemanusiaan”. Ini bukanlah sekadar sentimen emosional, melainkan sebuah panggilan iman yang berakar kuat pada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Pembelaan kita kepada rakyat Palestina didasarkan pada fondasi yang paling asasi dalam Islam, yaitu Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim). Allah SWT menegaskan ikatan ini sebagai ikatan akidah yang melampaui batas negara, suku, dan bangsa.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat (49) ayat 10:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُون
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”
Tafsir dan Pembahasan: Ayat ini secara tegas menyatakan bahwa seluruh orang beriman adalah saudara. Kata “ikhwah” (saudara) dalam ayat ini menunjukkan persaudaraan sekandung yang terikat oleh satu rahim keimanan. Konsekuensinya, penderitaan yang dirasakan oleh seorang Muslim di Palestina, sejatinya adalah luka bagi seluruh umat Islam di dunia, termasuk kita di Indonesia. Rasa sakit mereka adalah rasa sakit kita, dan tangisan mereka adalah duka kita bersama.
Konsep persaudaraan ini diperkuat oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Artinya: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan berempati adalah seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh merasakan sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasakannya dengan demam dan tidak bisa tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Tafsir dan Pembahasan: Hadis ini memberikan analogi yang sangat kuat. Umat Islam diibaratkan sebagai satu tubuh. Diamnya kita atas penderitaan saudara kita di Palestina berarti kita membiarkan sebagian dari “tubuh” kita sakit parah tanpa diobati. Sikap apatis dan tidak peduli adalah pengkhianatan terhadap hakikat persaudaraan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Selain Ukhuwah, Islam secara tegas memerintahkan kita untuk menolong yang lemah dan melawan kezaliman. Pembelaan terhadap Palestina adalah implementasi nyata dari perintah untuk membela kaum yang tertindas (mustadh’afin).
Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa (4) ayat 75:
وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيرًا
Artinya: “Dan mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak yang semuanya berdoa: ‘Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!’.”
Tafsir dan Pembahasan: Ayat ini merupakan teguran keras bagi orang-orang beriman yang diam saat melihat saudara mereka ditindas. Konteks “berperang” di sini harus dipahami secara luas sesuai dengan kemampuan dan kondisi kita. Bagi kita di Indonesia, “berperang di jalan Allah” dalam konteks Palestina dapat diwujudkan melalui diplomasi, bantuan kemanusiaan, tekanan ekonomi melalui boikot produk yang mendukung penjajahan, serta menyuarakan kebenaran melalui media untuk melawan propaganda dan disinformasi.
Hadirin yang mulia,
Keterikatan kita dengan Palestina juga merupakan keterikatan spiritual dan historis yang tidak bisa dipisahkan dari akidah kita, yaitu keberadaan Masjid Al-Aqsa. Ia adalah kiblat pertama umat Islam dan tanah suci ketiga setelah Makkah dan Madinah, serta tempat di mana Rasulullah SAW melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra’ (17) ayat 1:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِير
Artinya: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Tafsir dan Pembahasan: Frasa “yang telah Kami berkahi sekelilingnya” menunjukkan bahwa seluruh tanah Palestina adalah tanah yang diberkahi. Menjaga kesucian dan kemuliaan Masjid Al-Aqsa serta melindungi penduduknya yang menjadi penjaga tanah suci tersebut adalah tanggung jawab seluruh umat Islam. Membela Palestina berarti membela warisan para nabi dan menjaga salah satu simbol termulia dalam agama kita.
Maka, apa wujud nyata pembelaan kita?
- Doa: Panjatkan doa di setiap waktu shalat kita, terutama di waktu-waktu mustajab, untuk keselamatan dan kemenangan rakyat Palestina. Doa adalah senjata terkuat orang mukmin.
- Donasi dan Bantuan Kemanusiaan: Salurkan bantuan materi, baik berupa dana, makanan, maupun obat-obatan melalui lembaga-lembaga yang terpercaya dan amanah untuk meringankan beban mereka.
- Edukasi dan Advokasi: Sebarkan informasi yang benar tentang sejarah dan kondisi terkini di Palestina. Lawan narasi-narasi keliru di media sosial dengan cara yang bijak dan beradab. Dukung upaya pemerintah Indonesia dalam jalur diplomasi untuk kemerdekaan Palestina.
- Boikot: Lakukan tekanan ekonomi dengan tidak membeli produk dari perusahaan-perusahaan yang secara nyata mendukung atau mengambil keuntungan dari penjajahan di Palestina. Ini adalah bentuk jihad ekonomi yang dibenarkan.
Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk terus istiqamah dalam membela saudara-saudara kita di Palestina dan mencatat setiap usaha kita sebagai amal ibadah di sisi-Nya.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيم
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّين
فَيَا عِبَادَ اللَّهِ ، اِتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون
Saudara-saudara seiman,
Marilah kita menundukkan hati seraya berdoa kepada Allah SWT, semoga Dia mengabulkan doa-doa kita.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَقَرَابَتِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ أَجْمَعِين
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَات
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ. اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْتَضْعَفِينَ فِي فِلَسْطِينَ. اللَّهُمَّ ثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، وَارْبِطْ عَلَى قُلُوبِهِمْ، وَسَدِّدْ رَمْيَهُمْ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ، يَا قَوِيُّ يَا عَزِيز
اللَّهُمَّ اشْفِ مَرْضَاهُمْ، وَدَاوِ جَرْحَاهُمْ، وَتَقَبَّلْ شُهَدَاءَهُمْ، وَأَمِّنْ رَوْعَاتِهِمْ، وَاحْفَظْهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَمِنْ فَوْقِهِمْ وَنَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ يُغْتَالُوا مِنْ تَحْتِهِم
اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتَّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَه
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار
عِبَادَ اللَّهِ ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَر
File Naskah Khutbah Jum’at: DOWNLOAD




