BeritaDinamika PesyarikatanDinamika Tabligh

Transformasi Dakwah Muhammadiyah Banjarnegara: Dari Database Mubaligh Hingga Syiar Digital

đź“… Senin, 20 April 2026 | 3 Zulkaidah 1447 H

Banjarnegara-Menyadari tantangan zaman yang kian kompleks, Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banjarnegara menegaskan pentingnya dakwah yang terorganisir dan sistematis. Hal ini menjadi poin utama dalam Rapat Koordinasi Majelis Tabligh dan Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) yang digelar di Gedung Majelis Taklim Istiqomah, Ahad (19/4/2026).

Ketua Majelis Tabligh PDM Banjarnegara, Wiwin Purwosetiono, menyatakan bahwa era dakwah sendirian sudah berakhir. Agar hasilnya optimal, dakwah harus dilakukan secara kolektif dan struktural.

“Mubaligh adalah ujung tombak. Kita butuh kader yang tidak hanya pintar secara teori, tapi juga memiliki militansi dan kemauan untuk terus belajar. Lebih baik kurang pintar tapi mau berproses dan berdakwah, daripada berilmu tapi hanya diam,” ujar Wiwin di hadapan para utusan cabang se-Banjarnegara.

Ia juga menegaskan bahwa dalam menjalani dakwah, harus dilandasi niat yang tulus dan ikhlas sehingga tidak mudah goyah saat menghadapi kesulitasm. Jadikan Allah SWT sebagai sandaran utama, ajaknya. Yakinlah bahwa setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya, tambhanya. Diakhir sambutannya, beliau menyatakan bahwa dakwah harus dilakukan dengan gembira sehingga terasa ringan. Jadikan dakwah sebagai jalan untuk menuju surga, puangkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, H. Fahmi Hisyam, selaku PDM Banjarnegara yang membidangi majlis tarjih, tajdid dan tabligh, memberikan pengarahan mendalam mengenai tata kelola organisasi dakwah. Ia menginstruksikan agar KMM segera merapikan database mubaligh hingga tingkat ranting agar pemetaan kompetensi dan jangkauan dakwah menjadi lebih terukur.

Selain itu, Fahmi menekankan pentingnya kemandirian finansial dalam berdakwah. Ia mendorong Majelis Tabligh untuk proaktif menjalin kemitraan dengan sektor industri dan lembaga zakat melalui pemanfaatan dana CSR.

“Dakwah butuh dukungan amwal (harta) dan anfus (jiwa). Kita harus realistis bahwa dukungan anggaran adalah hal manusiawi yang tidak bisa dielakkan agar program kerja tidak sekadar menjadi wacana di atas kertas,” ungkap Fahmi.

Di Banjarnegara terdapat beberapa badan usaha yang dapat diajak kerjasama dalam kegiatan dakwah seperti PT. Katraco, PT. Indonesia Power, dan lain sebagainya, ungkapnya.

Materi dakwah yang meliputi akidah, akhlak, ibadah, dan muamalah kini didorong untuk merambah ke platform digital. Fahmi mengajak para mubaligh Muhammadiyah untuk beradaptasi dengan tren masa kini guna merangkul Generasi Z.

Beliau menyatakan perlunya melakukan ekspansi konten dengan pemanfaatan TikTok, YouTube, Instagram, dan Facebook sebagai mimbar baru. Ia juga mengusulkan adanya satu pintu media digital yakni dengan mengintegrasi pengelolaan website dakwah agar lebih profesional dan tidak membebani pengurus di tingkat bawah. Ia juga mengajak pada para mubaligh menghidupkan grakan menulis materi dakwah untuk dibukukan sebagai warisan ilmu bagi mubaligh lainnya.

Sebagai penutup, ia mengingatkan para mubaligh untuk tetap konsisten mempelajari Bahasa Arab sebagai kunci memahami sumber utama Al-Qur’an dan Hadis. Kegiatan yang diikuti dengan antusias oleh perwakilan dari seluruh daerah di Banjarnegara ini diharapkan menjadi katalisator bagi gerakan dakwah yang lebih modern, inklusif, dan berdampak luas.

kontributor: Agus Priyadi, MT PDM Banjarnegara

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button