Kultum : Uzlah Generasi Muda Di Era Digital Masih Mungkinkah?

Bismillaahirrahmaniirrahiim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ
Hadirin kaum muslimin muslimat rahimakumullah.
Segala puji bagi Allah Swt atas seluruh ni’mat, terutama ni’mat iman dan semangat hadir di majelis ilmu ini,
Shalawat salam semoga tercurah kepada Rasulullah Saw, keluarga, sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman. Aamiin
Hadirin kaum muslimin muslimat rahimakumullah.
Dikesempatan yang baik ini kami akan menyampaikan kultum dengan judul “UZLAH GENERASI MUDA DI ERA DIGITAL, MASIH MUNGKINKAH?”
Kenapa Judul ini menarik untuk diulas, tantangan generasi muda muslim di era digital saat ini meliputi Krisis identitas, ketergantungan pada media sosial yang mengganggu aktivitas spiritual, serta paparan informasi yang tanpa sensor/terverifikasi dan menyesatkan, serta potensi terjerumus ke gaya hidup hedonis dan pergaulan bebas. Itu semua bisa merusak pertumbuhan keimanan yang harus dijaga dan dikuatkan.
Generasi terdahulu mereka menyendiri di tempat tempat sepi seperti gunung , hutan, gua atau tempat lainnya seperti kisah ashabul kahfi dalam rangka menjaga keimanan dari lingkungan yang menyembah berhala dan dari ancaman pembunuhan dari raja yang dzalim, maka mereka beruzlah di gua. Nabi Musa As untuk mendekatkan diri kepada Allah untuk persiapan menerima wahyu maka beliau beruzlah di bukit Tursina dan Rasulullah Muhammad Saw sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan Rasul, beliau beruzlah atau bertahannutz di gua hira’ untuk memfokuskan ibadah kepada Allah dan merenungi alam ciptaan Allah, dan kegelisahan hati beliau karena kerusakan masyarakat arab saat itu.
Apa itu uzlah?
Uzlah, Tindakan mengasingkan diri dari keramaian untuk menfokuskan diri beribadah kepada Allah, membersihkan diri dari segala keburukan dan meningkatkan kesadaran spiritual.
Apa urgensi uzlah?
Kenapa uzlah sangat perlu dilakukan untuk menjaga keimanan agar tidak hilang hingga akhir hayat, Allah telah memerintahkan kita untuk menjaga ketakwaan dan keimanan sebagaimana yang tertuang disurat Ali Imran ayat 102, Allah Swt Berfirman :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam (QS. Ali Imran :102)
Kemudian apakah masih mungkin uzlah di era digital seperti sekarang ini, kalau masih mungkin bagaimana caranya :
Uzlah terbagi dalam dua makna, yang pertama makna lahir yaitu dengan cara mengasingkan diri secara fisik dengan mengurangi bergaul dengan manusia, misal dengan memperbanyak khalwat seperti lama dalam dzikir, membaca Al Qur,an, shalat di malam hari serta iktikaf di bulan Ramadhan. Makna kedua adalah uzlah batin yaitu menjaga diri dari pengaruh negatif yang bisa merusak iman.
Hadirin kaum muslimin muslimat rahimakumullah
Disini kami akan menyampaikan beberapa cara beruzlah di era digital ini terutama untuk generasi muda :
Memanfaatkan waktu Bersama keluarga
Banyak waktu bersama keluarga yang bisa dimanfaatkan untuk mengurangi penggunaan ponsel, seperti pada saat makan bersama, melakukan pekerjaan rumah secara bersama-sama, bertamasya dll, pada saat Bersama keluarga dibuat kesepakatan untuk semua anggota keluarga tidak pegang ponsel.
Waktu Bersama keluarga tidak hanya sebagai media yang tepat mengurangi waktu generasi muda main hp, tapi juga untuk mengajarkan adab-adab kepada mereka, seperti adab makan, adab kepada orangtua dan juga melatih tanggungjawab.
Memilih sirkel yang baik untuk mendukung karakter mulia.
Sangat penting untuk memilih sirkel yang baik dan postitif untuk mendukung pertembukan karakter, sikap dan perilaku mereka, karena perilaku mereka sangat di pengaruhi oleh sirkel/pertemanan, ada ungkapan “agamamu tergantung agama temanmu”. Sirkel yang baik harus diciptakan tidak ditunggu. Seperti membuat komunitas pemuda masjid/mushola dll, manfaat sirkel yang baik akan membuat mereka mempunyai budaya malu, “masa saya anak masjid/mushola melakukan keburukan”. Pada saat mereka berada pada lingkaran kebaikan maka mereka akan menjaga identitas mereka tidak tercemar.
Bergaul dengan orang shalih yang bisa memberikan bimbingan dan nasehat.
Ada syi’ir jawa “tombo ati iku limo perkarane” salah satunya…”kaping telu wongkang sholeh kumpulono”. Obat hati itu ada lima perkara salah satunya berkumpullah dengan orang sholih. Generasi muda saat ini seakan tidak mempunyai orang sholih yang menjadi tempat mengadu mencurahkan keluh kesah kehidupannya, sehingga mereka hidup tanpa arah, siapa yang bisa menuntun mereka dan siapa yang mengingatkan mereka jika mereka salah arah dan salah dalam melangkah. Orang sholih akan menjadi uswah hidup untuk membentuk akhkaq yang baik. Selain menjadi uswah mereka juga akan membekali mereka dengan nasehat-nasehat yang menyejukkan dan menciptakan kedaiman batin sehingga saat mereka menghadapi masalah, mereka tidak sampai terjerumus pada hal-hal yang dilarang agama.
Memanfaatkan waktu khusus untuk memperdalam ilmu agama
Sebaiknya generasi muda banyak memanfaatkan untuk belajar ilmu agama , dengan meluangkan waktu untuk membaca, hadir dikajian keilmuan mengikuti pengajian online, forum diskusi dll. dengan mendalami ilmu agama mereka akan memiliki filter untuk membedakan hal baik dan buruk termasuk konten-konten yang baik atau buruk, mereka akan tumbuh tidak hanya cerdas intelektualnya tapi juga cerdas spiritualnya.
Hadirin kaum muslimin muslimat rahimakumullah
Demikian kultum yang bisa kami sampaikan, solusi generasi muda di era digital yaitu dengan uzlah dengan memanfaatkan waktu bersama keluarga, memilih sirkel yang baik, bergaul dengan orang shalih serta memperdalam ilmu agama, semoga generasi muda islam menjadi yang tangguh, berilmu dan bertaqwa, aamiin.
Ijinkan kultum kami tutup dengan pantun
Terbang pipit di pagi hari
Hinggap dipohon mencari bunga
Rajinkan diri kita mengaji
Hati tenang hidup bahagia
Wassalamu’alaikum warhmatullahi wabarakatuh.
Banjarnegara, 21 September 2025
Khoiruman, Mahasiswa sekolah tabligh PWM Jateng di Banjarnegara




