Artikel

Antara Kendala dan Kendali

Oleh: Akhmad Syifa Utama, S.E.

๐Ÿ“… Rabu, 10 Juni 2026 | 24 Zulhijah 1447 H

Antara Kendala dan Kendali

Oleh: Akhmad Syifa Utama, S.E. (Peserta Sekolah Tabligh PWM Jawa Tengah angkatan ke-3)

Tidak Semua Bisa Dikendalikan, Tetapi Semua Bisa Diusahakan

Dalam kehidupan, sering kali kita merasa terbebani oleh banyak hal. Ekonomi yang tidak menentu, target yang belum tercapai, lingkungan yang kurang mendukung, hingga sikap orang lain yang tidak sesuai harapan. Semua itu dapat menjadi sumber kegelisahan yang menguras pikiran dan energi.

Namun jika direnungkan lebih dalam, tidak semua hal yang kita pikirkan sebenarnya berada dalam wilayah yang dapat kita kendalikan.

Di sinilah pentingnya membedakan antara kendala dan kendali.

Ketika Kendala Menguasai Pikiran. Tidak sedikit orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk memikirkan hal-hal yang berada di luar kemampuannya. Mereka sibuk mengeluhkan keadaan, menyalahkan situasi, atau menunggu kondisi yang ideal sebelum bergerak.

Padahal hidup tidak pernah benar-benar bebas dari kendala.

Seorang pelajar memiliki kendala dalam belajar. Seorang guru memiliki kendala dalam mengajar. Seorang pedagang memiliki kendala dalam berdagang. Bahkan para nabi pun menghadapi berbagai kendala dalam menjalankan tugas dakwah mereka.

Kendala adalah bagian dari kehidupan. Ia tidak selalu bisa dihilangkan, tetapi selalu bisa dihadapi.

Wilayah Kendali yang Sering Terlupakan. Di tengah banyaknya kendala, sebenarnya Allah masih memberikan ruang yang luas bagi manusia untuk berikhtiar.

Kita mungkin tidak bisa mengendalikan keadaan ekonomi, tetapi kita bisa mengendalikan cara kita bekerja.

Kita mungkin tidak bisa mengendalikan ucapan orang lain, tetapi kita bisa mengendalikan respons kita.

Kita mungkin tidak bisa mengubah masa lalu, tetapi kita bisa memperbaiki langkah hari ini.

Kita mungkin tidak bisa memastikan hasil, tetapi kita bisa memperbaiki proses.

Inilah wilayah kendali yang sering kali terlupakan.

Padahal kemajuan seseorang tidak ditentukan oleh seberapa sedikit kendala yang ia hadapi, melainkan oleh seberapa baik ia mengelola hal-hal yang masih berada dalam kendalinya.

Petunjuk Al-Qurโ€™an

Allah Taโ€™ala berfirman:

ู„ูŽุง ูŠููƒูŽู„ู‘ููู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู†ูŽูู’ุณู‹ุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ูˆูุณู’ุนูŽู‡ูŽุง

โ€œAllah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.โ€

(QS. Al-Baqarah: 286)

Ayat ini mengajarkan bahwa Allah tidak menuntut manusia untuk mengendalikan segala sesuatu. Allah hanya meminta hamba-Nya untuk bertanggung jawab terhadap apa yang mampu ia lakukan.

Karena itu, seorang mukmin tidak akan menghabiskan hidupnya untuk meratapi sesuatu yang berada di luar kemampuannya. Ia akan mengarahkan tenaga dan pikirannya pada hal-hal yang masih bisa diusahakan.

Bekerja pada Wilayah Ikhtiar

Rasulullah saw bersabda:

ุงุญู’ุฑูุตู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ูŠูŽู†ู’ููŽุนููƒูŽุŒ ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุนูู†ู’ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุนู’ุฌูุฒู’

โ€œBersungguh-sungguhlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan merasa lemah.โ€

(HR. Muslim)

Hadis ini memberikan prinsip hidup yang sangat mendasar.

Pertama, fokuslah pada sesuatu yang bermanfaat.

Kedua, libatkan Allah dalam setiap usaha.

Ketiga, jangan menyerah hanya karena keadaan tidak sesuai harapan.

Inilah perpaduan antara ikhtiar dan tawakal yang diajarkan Islam.

Dari Mengeluh Menuju Bertumbuh

Sering kali kita berharap keadaan berubah terlebih dahulu baru kemudian kita bergerak. Padahal justru dengan bergeraklah perubahan dapat terjadi.

Tidak semua masalah langsung selesai.

Tidak semua doa langsung dikabulkan sesuai keinginan.

Tidak semua rencana berjalan mulus.

Namun selama masih ada sesuatu yang dapat diperbaiki, selama masih ada langkah yang bisa ditempuh, maka tidak ada alasan untuk berhenti berikhtiar.

Seorang mukmin tidak diukur dari kemampuannya menghilangkan seluruh kendala, tetapi dari kesungguhannya memaksimalkan seluruh kendali yang Allah amanahkan kepadanya.

Pada akhirnya, hidup bukan tentang mengendalikan segala sesuatu. Hidup adalah tentang memahami apa yang berada dalam kekuasaan kita dan apa yang harus kita serahkan kepada Allah.

Kendala mungkin tidak selalu dapat kita ubah.

Tetapi sikap, usaha, kesabaran, doa, dan keteguhan hati selalu berada dalam kendali kita.

Karena itu, jangan habiskan energi untuk mengeluhkan keadaan yang tidak dapat diubah. Gunakan energi itu untuk memperbaiki apa yang masih bisa dilakukan.

Sebab perubahan besar sering kali dimulai dari langkah-langkah kecil yang berada dalam kendali kita sendiri.

@kata.mastama
Akhmad Syifa Utama, S.E.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button