
KHUTBAH JUM’AT : TOTALITAS DALAM BERHIJRAH
Oleh : Hanif Sidiq Aryanto (MTT PCM Kemranjen Banyumas)
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ …
فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.
Alhamdulillāh, segala puji hanya milik Allah ﷻ yang telah melimpahkan kepada kita nikmat iman, Islam, dan kesehatan sehingga kita dapat hadir di rumah-Nya pada hari yang penuh keberkahan ini.
Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga beliau, para sahabat, serta orang-orang yang istiqamah mengikuti sunnahnya hingga akhir zaman.
Ma‘āsyiral Muslimīn rahimakumullāh,
Saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada seluruh jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena dengan takwa, Allah akan memberikan jalan keluar dari segala kesulitan, melapangkan rezeki, serta menjadikan hidup kita penuh keberkahan.
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ
“ Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa” ( Qs. Al-Baqoroh 197 )
Ma‘āsyiral Muslimīn raḥimakumullāh,
Waktu berjalan begitu cepat. Tanpa terasa kita telah sampai di penghujung tahun, dan sebentar lagi akan berjumpa dengan bulan Muḥarram. Bulan yang penuh makna, karena di dalamnya Rasulullah ﷺ menempuh perjalanan panjang menuju kota Madinah dalam rangka melaksanakan perintah Allah ﷻ, yaitu hijrah.
Hijrah pada masa Rasulullah ﷺ merupakan kewajiban bagi seluruh kaum muslimin di Makkah yang memiliki kemampuan untuk berhijrah. Barangsiapa mampu berhijrah namun enggan melakukannya, kemudian ia meninggal dunia, maka ia diancam dengan azab neraka.
Allah Ta’ala berfirman
اِنَّ الَّذِيْنَ تَوَفّٰىهُمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ ظَالِمِيْٓ اَنْفُسِهِمْ قَالُوْا فِيْمَ كُنْتُمْۗ قَالُوْا كُنَّا مُسْتَضْعَفِيْنَ فِى الْاَرْضِۗ قَالُوْٓا اَلَمْ تَكُنْ اَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوْا فِيْهَاۗ فَاُولٰۤىِٕكَ مَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُۗ وَسَاۤءَتْ مَصِيْرًاۙ ٩٧
“ Sesungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi dirinya, mereka (malaikat) bertanya, “Bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab, “Kami adalah orang-orang yang tertindas di bumi (Makkah).” Mereka (malaikat) bertanya, “Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kamu dapat berhijrah di sana?” Maka, tempat mereka itu (neraka) Jahanam dan itu seburuk-buruk tempat kembali “ ( Qs. An-Nisa 97 )
Ma‘āsyiral Muslimīn raḥimakumullāh,
Hijrah di masa Rasulullah ﷺ adalah kewajiban bagi kaum muslimin di Makkah yang mampu melakukannya. Namun ada di antara mereka yang enggan berhijrah, barangkali karena terlalu sayang dengan harta, atau lebih mencintai keluarga daripada melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Alasan seperti itu tidak diterima di sisi Allah ﷻ.
Lalu bagaimana aplikasi hijrah di era kita sekarang? Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan bahwa hakikat hijrah itu ada dua macam:
Pertama, Hijrah fisik, yaitu perpindahan dari negeri kafir menuju negeri Islam.
Kedua, Hijrah hati, yaitu perjalanan panjang seorang hamba menuju Allah ﷻ. Hijrah jenis ini mengandung makna “dari” dan “kepada”.
Berhijrah dari kekufuran menuju kepada iman
Berhijrah dari kemaksiatan menuju kepada ketaatan
Berhijrah dari perbuatan dosa menuju kepada taubat
Berhijrah dari perbuatan bid’ah menuju kepada sunnah
Hakikatnya perjalanan hidup kita adalah hijrah menuju Allah Ta’ala.
Ma‘āsyiral Muslimīn raḥimakumullāh,
Dalam perjalanan hijrah tentu banyak aral dan rintangan. Tidak jarang hati diliputi rasa was‑was dan ketakutan: takut berjumpa dengan musuh, takut kelaparan di jalan lalu mati, dan berbagai ujian berat lainnya yang senantiasa menyertai.
Demikian pula hijrah hati. Orang yang berusaha meninggalkan perbuatan maksiat sering dihantui rasa takut: takut tidak bisa makan, takut kehilangan pekerjaan, takut kehilangan jabatan, takut dikucilkan oleh lingkungan, dan berbagai kekhawatiran lainnya.
Namun janganlah khawatir. Allah ﷻ berjanji akan menjaga siapa saja yang tulus berhijrah kepada-Nya. Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Hijrah adalah bukti iman, dan Allah tidak akan menyia-nyiakan langkah hamba-Nya yang berani meninggalkan keburukan demi meraih ridha-Nya.
وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً
“ Barangsiapa berhijrah di jalan Allah akan menemukan banyak kelapangan dan rezeki” . ( Qs. An-Nisa 100 )
Ma‘āsyiral Muslimīn raḥimakumullāh,
Yang tadinya malas beribadah, marilah kita giatkan ibadah kita.
Yang tadinya bekerja di tempat yang haram, marilah kita berhijrah kepada pekerjaan yang halal dan penuh keberkahan.
Yang tadinya gemar melakukan hobi yang buruk, marilah kita hijrah kepada hobi yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat.
Yang tadinya kurang berbakti kepada orang tua, marilah kita tingkatkan birrul wālidain.
Yang tadinya pelit terhadap harta, marilah kita sisihkan harta terbaik untuk bersedekah di jalan Allah.
Mari kita totalitas berhijrah menuju kebaikan. Karena sesungguhnya hijrah adalah tanda kesungguhan iman, dan Allah ﷻ tidak akan menyia-nyiakan langkah hamba-Nya yang tulus meninggalkan dosa demi meraih ridha-Nya.
Allah Ta’ala berfirman :
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَالَّذِيْنَ اٰوَوْا وَّنَصَرُوْٓا اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّاۗ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ ٧٤
“ Orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, serta orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang Muhajirin), mereka itulah orang-orang mukmin yang sebenarnya. Bagi mereka ampunan (yang besar) dan rezeki yang mulia.” ( Qs. Al-Anfal 74 )
Akhirnya, kita hanya dapat berserah diri kepada Allah ﷻ dengan segala upaya yang mampu kita lakukan, agar menjadi hamba yang baik di sisi-Nya. Semoga kelak kita memperoleh keridhaan-Nya dan termasuk golongan yang beruntung. Āmīn, yā Rabbal-‘ālamīn.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ الله لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرّحِيْمُ
[KHUTBAH KEDUA]
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
Ma‘āsyiral Muslimīn raḥimakumullāh,
Hijrah hati menuju Allah ﷻ adalah perjalanan seumur hidup. Ia berarti meninggalkan segala bentuk maksiat, hawa nafsu, dan cinta dunia, lalu mengarahkan hati sepenuhnya kepada iman, ketaatan, dan ridha Allah. Barangsiapa tulus berhijrah dengan hatinya, maka Allah akan menjaganya, melapangkan rezekinya, dan mengangkat derajatnya di dunia serta akhirat.
Akhirnya, marilah kita jadikan seluruh hidup ini sebagai hijrah menuju Allah ﷻ. Semoga langkah kita senantiasa diberkahi, hati kita dijaga dalam keimanan, dan kelak kita dikumpulkan bersama orang-orang yang berhijrah dengan ikhlas di jalan-Nya. Āmīn, yā Rabbal-‘ālamīn.
اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمًا. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَاصَلَّيْتَ عَلىَ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. في ِالْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌمَجِيْدٌ
اَللّهُمَّ اغْفِرْلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَاوَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّاالْغَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ. وَسُوْءَالْفِتَنِ مَاظَهَرَمِنْهَا وَمَابَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَاخَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِبَلاَدِالْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَااَتِنَافِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَالله اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمِ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُاللهِ اَكْبَرُ




