ChatHPT dan HPT-3D: Aplikasi Produk MPI dan MTT PP Muhammadiyah
Lompatan Canggih AI Tarjih Muhammadiyah dalam Menelusuri Fatwa dan Khazanah Islam

Mencari jawaban keagamaan sering menuntut pembaca membuka banyak jilid, membandingkan keputusan lintas tahun, lalu menelusuri dalil serta alasan hukumnya. ChatHPT mengubah pintu masuk pekerjaan itu: pengguna dapat bertanya dengan bahasa sehari-hari, memeriksa rujukan resmi, bahkan melihat keterkaitan putusan, konsep fikih, tokoh, dan kitab melalui peta pengetahuan tiga dimensi (HPT-3D). Inovasinya bukan sekadar chatbot penjawab pertanyaan, melainkan perpaduan antara AI, perpustakaan Tarjih digital, dan jaringan pengetahuan yang saling terhubung.
Caranya:
Klik Masuk > Login, jika sudah registrasi atau Buat Akun menggunakan akun apa saja, misal akun gmail
Melalui laman resmi hpt.muhammadiyah.or.id, ChatHPT diperkenalkan sebagai asisten AI Tarjih Muhammadiyah. Pada 4 November 2026, laman Muhammadiyah juga menjelaskan bahwa peluncurannya dijadwalkan dalam pembukaan Musyawarah Nasional Tarjih XXXIII pada 5 November 2026. Tiga fungsi yang diumumkan ialah tanya jawab keagamaan, perpustakaan digital, dan pendamping belajar. Ketiganya membuat teknologi ini relevan bagi warga, mubalig, guru, mahasiswa, dan peneliti.
1. Kekuatan Korpus: Ribuan Naskah dan Jejaring Ilmu yang Tertaut
Kecanggihan AI sangat ditentukan oleh mutu sumbernya. ChatHPT memuat 1.153 naskah rujukan, yang dijabarkan menjadi 836 naskah Fatwa Tarjih, 255 dokumen Tanya Jawab Agama, dan 62 dokumen Himpunan Putusan Tarjih. Di luar naskah tersebut, terdapat 2.742 konsep fikih dan usul fikih serta 3.855 entitas yang mencakup tokoh, perawi, kitab, dan lembaga. Jadi, angka 6.597 yang tampil di beranda menunjukkan jumlah konsep dan entitas terhubung, bukan tambahan 6.597 fatwa. Sumber ini mencakup berbagai materi dengan rentang metadata tahun yang ditampilkan 1998–2026.
Cakupan temanya luas: ibadah (taharah, salat, puasa, zakat, haji), muamalah (jual beli, wakaf, keuangan, sosial), keluarga (nikah, waris, pengasuhan), serta akidah dan manhaj. Isi ini tidak diperlakukan sebagai deretan teks yang terisolasi, tetapi diperkaya catatan mengenai konsep, istilah, dan entitas yang memungkinkan pembaca berpindah dari satu bahasan ke bahasan terkait.

Infografik dari naskah artikel sebelumnya; angka koleksi dikonfirmasi melalui laman resmi ChatHPT dan penjelasan Muhammadiyah. Isi katalog dapat bertambah seiring pembaruan.
2. Mesin RAG: Mencari Bukti Sebelum Merangkai Jawaban
Salah satu pilar teknologinya adalah Retrieval-Augmented Generation (RAG). Alurnya tidak berhenti pada kemampuan model bahasa membentuk kalimat: pertanyaan dianalisis, konsep atau kata kunci yang relevan ditemukan, bagian dokumen yang sesuai ditelusuri, kemudian AI merangkai penjelasan beserta dalil, catatan, dan tautan sumber. Dengan demikian, pengguna memperoleh jejak untuk melakukan verifikasi, bukan harus menerima jawaban tanpa dasar.
Lebih penting lagi, ChatHPT menggunakan hierarki otoritas sumber. Putusan Munas atau Muktamar yang telah ditanfidzkan ditempatkan lebih tinggi daripada fatwa Majelis Tarjih; fatwa diprioritaskan atas rubrik Tanya Jawab Agama. Ini merupakan upaya metodologis agar urutan rujukan sejalan dengan kedudukan produk keilmuan Muhammadiyah, bukan semata karena suatu dokumen paling mudah ditemukan.
Keunggulan ChatHPT bukan hanya mampu menjawab pertanyaan dengan AI, melainkan mampu mengaitkan jawaban dengan naskah Tarjih yang dapat dibuka, diperiksa, dan dipahami konteksnya.
3. HPT-3D: Fitur Visualisasi Pengetahuan yang Paling Menonjol
Neural View dan Graph View
Fitur HPT-3D menampilkan peta pengetahuan Tarjih yang dapat dijelajahi secara interaktif. Pada halaman tersebut tersedia pilihan tampilan Neural View dan Graph View. Menurut penjelasan resmi situs, visualisasi tiga dimensi ini memperlihatkan keterhubungan berbagai dokumen, konsep, dan tokoh. Pengguna tidak lagi hanya menelusuri daftar hasil pencarian, tetapi juga dapat menelaah hubungan antarrujukan secara visual.
Halaman Tentang ChatHPT menjelaskan bahwa peta pengetahuan ini dibangun dengan dukungan Obsidian. Artinya, jejaring catatan menjadi unsur penting dalam navigasi pengetahuan. Bagi pendidik atau peneliti, kekuatan representasi semacam ini adalah peluang melihat bagaimana satu istilah fikih hadir dalam banyak pembahasan, sekaligus melacak naskah dan entitas yang berkaitan. Tampilan 3D merupakan alat eksplorasi relasi, bukan ukuran otomatis benar-salahnya pendapat.





