AkhlaqArtikelTuntunan

Benarkah Perempuan Lebih Banyak di Neraka? Memahami Sabda Nabi dengan Iman dan Ilmu

Menggali peringatan dan kasih sayang dalam nasihat Rasulullah ﷺ: menjaga lisan, menghargai pasangan, dan memuliakan perempuan tanpa mengabaikan kebenaran hadis.

Ahad Pahing, 1 November 2026 21 Jumadilawal 1448 H

Mendengar hadis tentang banyaknya perempuan di neraka dapat menimbulkan kegelisahan. Seorang Muslim meyakini kebenaran sabda Rasulullah ﷺ yang sahih. Keyakinan itu perlu disertai ketelitian memahami maksudnya: menerima peringatan beliau, tanpa menjadikannya alasan merendahkan perempuan atau menghakimi istri tertentu.

DOWNLOAD NASKAH LENGKAP

Peringatan Nabi dan jalan perbaikannya

Berikut teks Arab lengkap riwayat Sahih Muslim no. 79a, termasuk sanad dan matannya, dari Abdullah bin Umar r.a.:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحِ بْنِ الْمُهَاجِرِ الْمِصْرِيُّ، أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ، عَنِ ابْنِ الْهَادِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ:

«يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ وَأَكْثِرْنَ الِاسْتِغْفَارَ فَإِنِّي رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ». فَقَالَتِ امْرَأَةٌ مِنْهُنَّ جَزْلَةٌ: وَمَا لَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ؟

قَالَ: «تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ، وَمَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَغْلَبَ لِذِي لُبٍّ مِنْكُنَّ». قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا نُقْصَانُ الْعَقْلِ وَالدِّينِ؟

قَالَ: «أَمَّا نُقْصَانُ الْعَقْلِ فَشَهَادَةُ امْرَأَتَيْنِ تَعْدِلُ شَهَادَةَ رَجُلٍ، فَهَذَا نُقْصَانُ الْعَقْلِ، وَتَمْكُثُ اللَّيَالِيَ مَا تُصَلِّي وَتُفْطِرُ فِي رَمَضَانَ، فَهَذَا نُقْصَانُ الدِّينِ».

Terjemahan sanad: Telah meriwayatkan kepada kami Muhammad bin Rumh bin al-Muhajir al-Mishri; telah mengabarkan kepada kami al-Laits, dari Ibnu al-Had, dari Abdullah bin Dinar, dari Abdullah bin Umar, dari Rasulullah ﷺ, bahwa beliau bersabda:

“Wahai kaum perempuan! Bersedekahlah dan perbanyaklah memohon ampun, karena sesungguhnya aku melihat kalian sebagai penghuni neraka yang paling banyak.” Seorang perempuan di antara mereka yang cerdas dan pandai berbicara bertanya, “Mengapa kami menjadi penghuni neraka yang paling banyak, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab, “Kalian banyak melaknat dan mengingkari kebaikan suami. Aku tidak pernah melihat orang-orang yang kurang akal dan agamanya yang lebih mampu mengalahkan orang yang berakal daripada kalian.” Perempuan itu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan kekurangan akal dan agama?”

Beliau menjawab, “Adapun kekurangan akal, kesaksian dua orang perempuan setara dengan kesaksian seorang laki-laki. Itulah kekurangan akal. Seorang perempuan juga melewati beberapa malam tanpa mengerjakan salat dan tidak berpuasa pada bulan Ramadan. Itulah kekurangan agama.”

Sumber: Sahih Muslim, Kitab al-Iman, no. 79a. Penjelasan mengenai haid dan kesaksian diuraikan pada bagian berikutnya.

Ancaman ini serius, dan sasaran khusus nasihatnya tetap diakui. Namun, Nabi juga membuka jalan perbaikan melalui sedekah dan istigfar. Berita tentang penghuni neraka bukan vonis bahwa setiap perempuan pasti celaka, ataupun jaminan bahwa setiap laki-laki lebih mulia.

Sahih al-Bukhari no. 29 menjelaskan pengingkaran itu: kebaikan suami yang telah diterima disangkal seluruhnya ketika muncul satu hal yang mengecewakan. Kata kufur di sini dijelaskan Nabi sebagai pengingkaran kebaikan, sehingga tidak otomatis berarti keluar dari Islam.

Ucapan “Saya terluka karena perbuatan ini” berbeda dari “Kamu tidak pernah berbuat baik.” Mengakui kebaikan tidak berarti membenarkan kesalahan. Hadis ini tidak membungkam keluhan yang benar, permintaan hak, atau ikhtiar memperoleh perlindungan dari kekerasan.

Memahami dengan ilmu, menghormati perempuan

Ungkapan “kurang akal dan agama” dalam riwayat tersebut harus dibaca bersama penjelasan Nabi: persoalan kesaksian serta tidak salat dan berpuasa ketika haid. Ketentuan saksi dalam QS al-Baqarah [2]:282 membahas pencatatan utang; ungkapan itu tidak membuktikan bahwa kecerdasan semua perempuan di setiap bidang selalu separuh laki-laki.

Tidak salat ketika haid merupakan ketaatan kepada ketentuan syariat, bukan dosa. Aisyah menjelaskan bahwa puasa diganti, sedangkan salat tidak (Sahih Muslim no. 335c). Karena itu, haid tidak boleh dijadikan alasan bahwa perempuan pantas masuk neraka. Riwayat 79a bahkan menyebut penanya perempuan sebagai jazlah, yakni cerdas dan pandai berbicara.

Al-Qur’an menyandingkan laki-laki dan perempuan dalam iman, kejujuran, kesabaran, sedekah, dan zikir, lalu menutupnya dengan janji:

أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Petikan QS al-Ahzab [33]:35).

Kemajuan perempuan dalam pendidikan, penelitian, pekerjaan, dan kegiatan sosial tidak bertentangan dengan peringatan akhlak tersebut. Pengabdian sebagai ibu, pendidik, profesional, maupun penggerak masyarakat patut dihargai sesuai kebaikannya. Prestasi tidak menggugurkan kewajiban menjaga akhlak; jenis kelamin juga tidak menghapus nilai amal saleh.

Hikmah bagi istri, suami, dan keluarga

Istri diajak menjaga lisan, mengakui kebaikan, bersedekah, dan beristigfar. Suami berkewajiban memperlakukan istri dengan baik (QS an-Nisa [4]:19), menghargai pengorbanannya, serta memperbaiki kesalahan sendiri. Peringatan kepada perempuan tidak membebaskan laki-laki dari pertanggungjawaban.

Mulailah dengan mengucapkan terima kasih, menyebut keluhan secara jujur, meminta maaf setelah melukai, dan mencari pertolongan ketika diperlukan. Kita membenarkan sabda Nabi dan berhati-hati terhadap kesimpulan kita sendiri. Dengan ilmu dan adab, hadis menjadi tuntunan memperbaiki diri serta menguatkan kasih sayang.

Sumber Rujukan

Kasmui

Wong Brebes asli tinggal di Semarang; Dosen Kimia, Komputasi, IT, dan AI UNNES; Ketua PCM Gunungpati 2 Kota Semarang; Anggota Majelis Tabligh PDM Kota Semarang & PWM Jawa Tengah; Anggota Tim Pengembang Software KHGT MTT PP Muhammadiyah; Praktisi Ilmu Falak: https://hisabmu.com/, https://kasmui.cloud/. --- HP: 0818294312, Email: kasmui@mail.unnes.ac.id

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button