Jagalah Waktu

Makhluk yang ada di bumi ini adalah ciptaan Allah. Dari makhluk yang ada di dalam bumi, di atas bumi, atau pun yang ada di udara, kemudian Allah menciptakan makhluk dengan sangat sempurna, dan sudah dibekali juga disiapkan semua kebutuhannya yang pasti dan tanpa mengharapkan pada makhluk ciptaan Allah. Dan di antara ciptaan Allah yang ada, manusialah yang dicipta paling sempurna.
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
“Sungguh kami menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (At-Tin: 4)”
Setelah manusia diciptakan yang paling baik, ternyata semua makhluk di dunia ini di tentukan usia, itu hidup dan waktu terus berjalan, dan sesuai dengan waktu 24 jam dalam sehari semalam.
Pertanyaan adalah “Siapa di antara manusia yang benar-benar menggunakan waktu ini dengan berbuat amal kebaikan, atau bahkan sebaliknya, manusia banyak menggunakan waktu ini untuk amal keburukan / sia-sia, maka celakalah bagi manusia yang tidak maksimal dalam menggunakan nikmat waktu, dan berbahagialah bagi manusia yang berhasil menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam). Rasulullah mengingatkan akan dua nikmat yang manusia sering lalai/terbuai.
Hadist dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata oleh Bukhari:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Dari Ibnu Abbas R.A dia berkata: Nabi SAW bersabda: “Dua kenikmatan kebanyakan manusia tertipu pada keduanya: (yaitu) kesehatan dan waktu luang (HR. Bukhari).”
Inilah peringatan dari Rasulullah SAW akan pentingnya berhati-hati dengan dua kenikmatan yang terkadang manusia lalai, padahal semua nikmat/rezeki yang Allah berikan pada manusia kelak akan dimintai tanggung jawab. Tidak sedikit orang di antara kita yang begitu merasa tidak bersalah dengan menggunakan sehat dan waktu luang hanya untuk kepastian dunia atau mereka hanya menggunakan waktu untuk bersenang-senang sesaat tanpa berpikir pada kehidupan yang panjang dan kekal.
Wahai saudaraku, dalam satu hadisnya Nabi SAW mengingatkan akan 5 (lima) perkara sebelum datang lima perkara:
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَحَيَاتِكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: Waktu mudamu sebelum datang masa tuamu, Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, Masa kayamu sebelum masa kefakiranmu, Masa luangmu sebelum masa sibukmu, Masa hidupmu sebelum masa matimu (HR. An-Nasai dan Al-Hakim)
Waktu terus berjalan, kehidupan pun terus bergerak maju dan tak dapat ditarik mundur walau sedetik pun, dan tidak banyak yang dapat kita lakukan kecuali dengan satu kata: “Manfaatkan waktu sebaik mungkin, sebaik-baiknya, sebelum terlambat. Jangan terbuai dengan hembusan angin mengendapkan pada hal menyesatkan.
Jangan terbuai akan sejuknya sepoi-sepoi padahal mengengsarkan. Jangan menyengaja peringatan dari Allah yang Maha Kuasa.”
Bersiaplah sedini dan sesini mungkin sebelum datang penyesalan.
Saudaraku…
Agar kita bahagia kelak, maka manfaatkan dua nikmat ini (sehat dan waktu luang) untuk terus menanam kebaikan, tidak menyia-nyiakan waktu, sehingga di akhirat tak ada sesal berkepanjangan.
Penulis : Sudir Mubarok (Peserta Sekolah Tabligh PWM Jateng)




