
3. Empati kepada Anak-Anak, Tetangga, dan Hewan
9. Menghibur Anak Kecil yang Sedih
يَا أَبَا عُمَيْرٍ، مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ؟
Sumber hadis: Hadis riwayat Bukhari (no. 6129) dan Muslim (no. 2150) dari Anas bin Malik.
Terjemahan: “Wahai Abu ‘Umair, apa yang sedang dilakukan an-nughair (burung kecil peliharaannya yang mati)?”
Penjelasan: Nabi memiliki akhlak yang sangat mulia terhadap anak-anak. Saat melihat seorang anak kecil bernama Abu ‘Umayr bersedih karena burung peliharaannya mati, Rasulullah sengaja mendatangi dan menyimaknya dengan pertanyaan penuh empati tersebut untuk menghibur hatinya.
10. Penyayang Anak Saat Beribadah
Mempercepat shalat:
إِنِّي لَأَقُومُ فِي الصَّلَاةِ وَأَنَا أُرِيدُ أَنْ أُطَوِّلَ فِيهَا، فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ، فَأَتَجَوَّزُ فِي صَلَاتِي كَرَاهِيَةَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمِّهِ
Memperlama sujud:
ارْتَحَلَنِي ابْنِي فَكَرِهْتُ أَنْ أُعَجِّلَهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ
Sumber hadis: Hadis riwayat Bukhari (no. 707) & Muslim (no. 470) serta An-Nasa’i (no. 1141) yang dishahihkan Al-Albani.
Terjemahan: “Sesungguhnya aku mulai melaksanakan shalat dan berniat memanjangkannya. Lalu aku mendengar tangisan bayi, maka aku mempercepat shalatku karena aku tahu betapa cemas hati ibunya akibat tangisan itu.” (HR. Bukhari Muslim). “Cucuku menjadikanku sebagai tunggangannya (memanjat punggung saat sujud), maka aku tidak ingin terburu-buru menyelesaikannya sampai ia puas.” (HR. An-Nasa’i).
Penjelasan: Kepedulian beliau terhadap anak-anak terlihat bahkan saat beribadah. Ketika memimpin shalat dan mendengar bayi menangis di barisan belakang, beliau sengaja mempercepat shalatnya agar sang ibu tidak cemas. Namun, saat cucunya memanjat punggungnya ketika sujud, beliau justru memperlama sujudnya agar sang cucu puas bermain.
11. Menjenguk Tetangga Non-Muslim
كَانَ غُلاَمٌ يَهُودِيٌّ يَخْدُمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَرِضَ، فَأَتَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُهُ، فَقَعَدَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَقَالَ لَهُ: «أَسْلِمْ»، فَنَظَرَ إِلَى أَبِيهِ وَهُوَ عِنْدَهُ فَقَالَ لَهُ: أَطِعْ أَبَا القَاسِمِ، فَأَسْلَمَ، فَخَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ: «الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْقَذَهُ مِنَ النَّارِ»
Sumber hadis: Hadis riwayat Bukhari (no. 1356) dari Anas bin Malik.
Terjemahan: “Ada seorang anak Yahudi yang biasa melayani Nabi jatuh sakit. Nabi pun datang menjenguknya. Beliau duduk di dekat kepalanya lalu berkata, ‘Masuklah Islam.’ Anak itu menatap ayahnya yang ada di situ. Ayahnya berkata, ‘Taatilah Abul Qasim (Muhammad).’ Anak itu pun masuk Islam. Nabi kemudian keluar sambil bersabda, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari neraka.'”
Penjelasan: Kelembutan hati Rasulullah melintasi batas keyakinan. Saat anak muda Yahudi yang biasa membantunya jatuh sakit, Rasulullah menyempatkan waktu untuk datang langsung ke rumahnya, menjenguknya, dan menanyakan kerabat serta keadaannya dengan penuh perhatian.
12. Perhatian terhadap Kesejahteraan Hewan
مَنْ فَجَعَ هَذِهِ بِوَلَدِهَا؟ رُدُّوا وَلَدَهَا إِلَيْهَا
Sumber hadis: Hadis riwayat Abu Dawud (no. 2675) dari Abdullah bin Mas’ud, dishahihkan Al-Albani.
Terjemahan: “Siapa yang telah membuat burung ini terkejut dan bersedih karena mengambil anak-anaknya? Kembalikan anak-anak burung itu kepadanya!”
Penjelasan: Beliau sangat peduli terhadap kesejahteraan hewan. Beliau secara langsung menegur sahabat yang memisahkan anak burung dari induknya hingga membuat sang induk gelisah, lalu memerintahkan pengembalian anak burung tersebut. Selain itu, beliau juga kerap menegur pemilik unta yang membebani muatannya secara berlebihan.




