Artikel

Raih Tenang Dari Bangun Hingga Akhir Kehidupan

Oleh: Mudjiwati (Peserta Sekolah Tabligh)

Dalam alur kehidupan, mungkin kita awali dari bangun tidur, untuk memulai segala kegiatan agar hari-harinya bernilai ibadah, mulailah dengan basmalah, dan terima kasih pada Alloh yang memberikan kita nafas kehidupan, hal pertama harus diingat adalah apapun yang akan kita lakukan semua adalah skenario Alloh, atas izin  Alloh, akan seperti apa, dan apa yang akan kita lakukan semua sudah diketahui Alloh, berdoalah agar hari-harinya selalu diliputi kesehatan, bahagia, indah dan senang, yang akan kita lakukan berharap dimudahkan dan dilancarkan, semua kita serahkan atas bantuanNya, percayalah hanya kepadaNya semua kejadian yang dihadapi akan terasa ringan, ingatlah firman Alloh dalam kitab yang selalu sebagai petunjuk dalam menjalani apapun, bismillaahirrohmaanirrohiim.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya.” (QS. al-Hijr: 9)

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. ar-Ra‘d: 28)

Dengan selalu bersandar pada Alloh, apapun susah, gelisah, beratnya pekerjaan, susahnya menghadapi tantangan-tantangan, susahnya  membagi keuangan, susahnya mendidik anak, susahnya dalam ini dan itu, dan semua problem yang ada pada seseorang, sungguh hanya pada Nya, ingat padaNya Ketenangan dan kemudahan bantuanNya, akan terasa, jadilah hamba selalu ingat pada Alloh di setiap detik sepanjang hidupnya, insya Alloh akan raih ketenangan pula sampai akhir, hingga berjumpa dengan sang pemilik jiwa raga dan hati ini, ikhlaskan  semua yang terjadi adalah takdir, kita jalani sesuai petunjuknya, insya Alloh kita bisa raih husnul khotimah.

 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

ٱلَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَا لْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُ

“Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk 67: Ayat 2)

Janganlah menjadi pelupa , kita ini hamba yang diperintah untuk ingat (dzikir) pada sang Kholiq , pencipta dan yang memberi segalanya.

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

“Perumpamaan orang yang berzikir kepada Rabb-nya dan orang yang tidak berzikir adalah seperti orang hidup dan orang mati.” (HR. al-Bukhari no. 6407 dan Muslim no. 779)

Hadir di majelis ilmu, Apabila dilakukan secara konsisten, niscaya hati kita akan basah dengan zikrullah dan hidup kita dipenuhi ketenangan, juga membaca Al Qur’an juga dzikir yang paling utama.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Nabi Saw. (tiga hari sebelum wafat) sempat bersabda:

لاَ يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Janganlah seseorang di antara kamu meninggal kecuali berprasangka baik kepada Allah swt.” 

(HR. Muslim dari Jabir bin Abdillah)

Semoga akhir hidup kita bisa dalam ketenangan dan tetap berprasangka baik pada Alloh, aamiin.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button