AkhlaqArtikelTuntunan

Jangan Minder Jadi Pemuda

Oleh : Didi Eko Ristanto

Di antara kisah yang sangat menginspirasi dalam Surah Al-Kahfi adalah kisah keteguhan iman para pemuda Ashabul Kahfi. Mereka hidup di tengah masyarakat yang menjadikan penyembahan berhala sebagai sesuatu yang biasa, bahkan menjadi arus utama. Semua orang mengikutinya, termasuk keluarga mereka. Namun mereka tidak mau hanyut oleh arus zaman.
.
Mereka tidak takut terhadap ancaman raja yang zalim yang memaksa rakyatnya menyembah selain Allah. Mereka tetap teguh mengucapkan, “Rabb kami adalah Rabb langit dan bumi. Kami tidak akan menyembah selain-Nya.” Ketika mempertahankan iman berarti harus kehilangan kenyamanan hidup, mereka memilih iman daripada kenikmatan dunia.
.
Mereka meninggalkan rumah-rumah yang megah, tempat tidur yang nyaman, makanan yang lezat, harta, keluarga, bahkan kampung halaman mereka. Mereka rela berlindung di sebuah gua yang gelap, dingin, dan sunyi, hanya demi menjaga akidah dan menyelamatkan agama mereka. Allah pun mengabadikan kisah mereka di dalam Al-Qur’an sebagai teladan sepanjang zaman.
.
Dari kisah ini kita belajar bahwa iman adalah harta yang paling berharga. Jangan sampai kita kehilangan iman hanya karena ingin mengikuti sesuatu yang sedang viral. Jangan sampai kita hanyut dalam pergaulan bebas yang menjerumuskan kepada zina. Jangan tertipu oleh janji-janji kosong judi online yang menghancurkan kehidupan. Jangan pula terlena oleh hiburan dan kemaksiatan yang sedikit demi sedikit mengikis keimanan.
.
Khususnya kepada para pemuda dan remaja, jangan pernah minder dengan usia muda. Justru masa muda adalah masa terbaik untuk berkarya. Perbanyak membaca, terus belajar, tingkatkan kemampuan, dan jadilah pribadi yang memberi manfaat. Jadilah orang yang menghadirkan solusi bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan umat.
.
Kita juga diingatkan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia tidak lepas dari perjuangan para pemuda. Mereka memiliki keberanian, semangat, dan cita-cita besar. Maka semangat itu hendaknya kita lanjutkan, bukan hanya untuk membangun bangsa, tetapi juga untuk membangun peradaban yang diridhai Allah.
.
Bukankah Allah menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi? Amanah itu tidak menunggu kita tua. Banyak nabi dan rasul menerima amanah besar ketika masih berada pada usia yang kuat dan penuh semangat.
Rasulullah ﷺ sendiri menerima wahyu pertama pada usia 40 tahun, usia yang masih penuh kekuatan untuk memikul risalah besar.
.
Semoga Allah menjadikan kita, anak-anak kita, dan generasi muda kaum muslimin sebagai generasi yang kokoh imannya, kuat ilmunya, mulia akhlaknya, serta berani menjadi pembawa kebaikan di tengah masyarakat.
.
Cilacap, 13 Agustus 2026

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button