Artikel

Moderasi Beragama

Oleh : Ely Sukasih, MA (Sekolah Tabligh PWM Jateng diBanjarnegara)

📅 Jumat, 18 April 2026 | 29 Syawal 1447 H

Indonesia merupakan negara kesatuan yang penuh dengan keanekaragaman budaya. Banyaknya keberagaman budaya suku dan agama, menjadikan Indonesia negeri yang unik dan menarik. Sementara di sisi lain kalau tidak dijaga dan dikelola dengan baik bisa menjadi sumber potensi konflik munculnya fanatisme. Fanatisme yang buta persaingan yang tidak sehat, pertikaian perselisihan bentrokan yang dapat meruntuhkan falsafah negara Bhineka Tunggal Ika.

Pertanyaannya Saudaraku? Apakah kita rela bangsa yang sudah dibangun dengan cucuran keringat dan linangan air mata hancur karena ego sendiri atau golongan.

Jawabannya tentu tidak saudaraku. Oleh karena itu Izinkanlah saya menjelaskan “Moderasi beragama sebagai alat pemersatu bangsa”.  Membangun Harmoni dan Toleransi  Moderasi beragama adalah pendekatan yang menekankan pentingnya keseimbangan, toleransi, dan harmoni dalam menjalankan ajaran agama. Dalam konteks Indonesia yang beragam, moderasi beragama sangat penting untuk membangun kehidupan beragama yang rukun dan damai.

Prinsip-prinsip Moderasi Beragama ;

  1. Toleransi: Menghormati perbedaan agama dan keyakinan orang lain.
  2. Keseimbangan: Menjalankan ajaran agama dengan bijak dan tidak ekstrem.
  3. Dialog: Membangun komunikasi dan kerja sama dengan penganut agama lain.
  4. Penghormatan: Menghormati hak-hak orang lain dan tidak memaksakan kehendak.

Manfaat Moderasi Beragama ;

  1. Meningkatkan Kerukunan: Membangun kehidupan beragama yang harmonis dan damai.
  2. Mengurangi Konflik: Mengurangi potensi konflik antarumat beragama.
  3. Meningkatkan Toleransi: Meningkatkan kesadaran dan toleransi terhadap perbedaan agama.

sebelum kita berbicara tentang moderasi tentunya kita harus tahu dulu apakah arti moderasi.

Moderasi adalah Jalan Tengah diantara dua hal yang mengalami kesenjangan sosial atau gesekan sosial, Lalu Apakah arti moderasi beragama ? Moderasi beragama adalah bagaimana cara kita bersikap, memandang, berperilaku melalui jalan tengah dalam beragama supaya kita tidak berlebihan atau tidak ekstrim dalam menjalankan.

Lalu Bagaimana caranya agar kita bisa mencapai moderasi beragama tadi?. Jawabannya ada dua yaitu yang pertama kita harus menjadi umat yang washatiyah yaitu umat yang berada ditengah-tengah umat yang moderat dan tidak berlebihan. Dalam Alquran surah

al-baqarah ayat 143 menjelaskan;

 ۗ شَهِيْدًا  عَلَيْكُمْ الرَّسُوْلُ وَيَكُوْنَ النَّاسِ عَلَى شُهَدَاۤءَ لِّتَكُوْنُوْا وَّسَطًا اُمَّةً جَعَلْنٰكُمْ وَكَذٰلِكَ

Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu.

Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia. Ahmad Mustofa al-ma’rufi dalam karyanya tafsir al-maraghi Juz 2 halaman 93 menjelaskan bahwa umat Allah swt adalah sikap umat Islam yang berada ditengah-tengah rata umat Allah swt. Dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai umat yang moderat umat yang berada di tengah-tengah tidak berlebihan tidak ekstrem dan radikal dalam menjalankan ajaran agama. Kemudian cara untuk mencapai moderasi beragama yang kedua adalah dengan bersikap tasamuh atau toleransi yaitu saling menghargai dan menghormati antar sesama lebih khusus lagi perbedaan agama. Lalu, dimanakah titik batas toleransi tersebut? Menurut agama jawabannya ada di dalam Alquran surah al-kafirun ayat 4-6

وَلَاۤ اَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدۡتُّمۡۙ‏  

وَ لَاۤ اَنۡـتُمۡ عٰبِدُوۡنَ مَاۤ اَعۡبُدُ ؕ

لَـكُمۡ دِيۡنُكُمۡ وَلِىَ دِيۡنِ‏ ٦

Artinya : “Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah” “dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.” “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”

Itu adalah prinsip toleransi yang langsung Allah sebutkan. Tapi uniknya teman-teman di Indonesia ini banyak sekali yang memaknai toleransi ada seorang murid yang bertanya kepada gurunya, “ pak guru kemarin teman saya yang Kristen mengajak saya ke gereja dia ucapkan kepada saya selamat menjalankan ibadah puasa.” Toleransikah itu?

Sebenarya Toleransi itu saling menghargai dan menghormati antar sesama, tapi bukan merupakan masalah aqidah dan keyakinan, kalu sekedar saling memberi kue dan bukan masalha akidah dan keyakinan tidak apa-apa. Kita sebagai seorang Muslim akan memegang peranan yang sangat besar untuk mencapai persatuan umat melalui moderasi beragama.

sebagai kesimpulan kita sebagai umat Islam harus melaksanakan dua prinsip dari tegaknya moderasi beragama, yaitu yang pertama kita harus menjadi umat yang washatiyah  yaitu umat pertengahan Ummah yang moderat dan tidak berlebihan. Yang kedua kita harus bersikap toleransi dimanapun kapanpun dan kepada siapapun selama itu bukan merupakan masalah aqidah dan keyakinan agar tercipta negara yang damai merdeka

“Baldatun toyyibatun wa robbun ghoffur.”

Dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis dan toleran, moderasi beragama menjadi kunci penting. Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip moderasi, kita dapat menciptakan lingkungan yang rukun dan damai.

Mari kita terus berusaha membangun kesadaran dan toleransi antarumat beragama, serta meningkatkan kerja sama dan dialog untuk menciptakan masyarakat yang lebih harmonis.

Dengan moderasi beragama, kita dapat:

– Meningkatkan kerukunan dan toleransi

– Mengurangi potensi konflik

– Membangun kehidupan beragama yang lebih harmonis

Semoga kita dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan membangun kehidupan beragama yang lebih baik.

Mari kita bersama-sama membangun kehidupan beragama yang harmonis dan toleran melalui moderasi beragama!

– Jadilah Agen Perubahan: Mari kita menjadi contoh bagi orang lain dalam menerapkan moderasi beragama.

– Tingkatkan Toleransi: Mari kita tingkatkan kesadaran dan toleransi terhadap perbedaan agama dan keyakinan.

– Bangun Dialog: Mari kita bangun dialog dan kerja sama antarumat beragama untuk menciptakan masyarakat yang lebih harmonis.

Ajakan untuk Beraksi

– Belajar dan Mengembangkan Pengetahuan: Mari kita belajar dan mengembangkan pengetahuan tentang moderasi beragama.

– Berpartisipasi dalam Kegiatan Sosial: Mari kita berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang melibatkan umat beragama berbeda.

– Membangun Kerjasama: Mari kita membangun kerjasama antarumat beragama untuk menciptakan masyarakat yang lebih harmonis.

Dengan himbauan dan ajakan ini, mari kita bersama-sama membangun kehidupan beragama yang lebih harmonis dan toleran!

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button