BeritaDinamika PesyarikatanDinamika Tabligh

Perkuat Kapasitas Dakwah, KMM MT PWM Jawa Tengah Ikuti Pelatihan Instruktur Mubaligh di Tabligh Institute

📅 Ahad, 25 Mei 2026 | 7 Zulhijah 1447 H

YOGYAKARTA – Dalam upaya meningkatkan kualitas dakwah dan tata kelola masjid yang profesional, Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah mengutus delegasi untuk mengikuti Pelatihan Instruktur Mubaligh dan Tata Kelola Masjid. Kegiatan berskala nasional ini diselenggarakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Tabligh Institute, Yogyakarta, pada Rabu hingga Sabtu, 20–23 Mei 2026.

​Delegasi yang diutus oleh KMM MT PWM Jawa Tengah dalam kegiatan ini adalah Ust. Mukhamad Aliun, S.Sy., S.Pd.I., M.Pd.I. dan Ust. Abiyyu Mahir Ammar, Lc., M.H.
​Pelatihan ini menyoroti urgensi peran masjid di era modern. Dr. KH. Saad Ibrahim, dalam arahannya, menekankan pentingnya sinergi antara dakwah dan tata kelola yang profesional.

Beliau menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat peradaban yang mampu menjawab tantangan zaman melalui manajemen yang terukur. “Pelatihan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat basis dakwah kita. Mubaligh tidak hanya dituntut untuk mahir menyampaikan risalah, tetapi juga harus mampu mengelola masjid sebagai episentrum pemberdayaan umat yang modern, inklusif, dan solutif bagi problematika sosial,” ujar Dr. KH. Saad Ibrahim.

​Ust. Mukhamad Aliun, S.Sy., S.Pd.I., M.Pd.I., yang mewakili delegasi Jawa Tengah, menyambut baik arahan tersebut. Ia menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat relevan untuk memperkuat standardisasi kualitas mubaligh di tingkat wilayah. “Kami berkomitmen untuk mengimplementasikan hasil pelatihan ini agar masjid-masjid di Jawa Tengah semakin tertata dengan baik dan mampu memberikan dampak luas bagi umat,” ungkapnya.

​Senada dengan hal tersebut, Ust. Abiyyu Mahir Ammar, Lc., M.H., menambahkan bahwa pendampingan dari para pakar selama empat hari ini memberikan wawasan baru terkait manajemen masjid berbasis digital dan strategi dakwah komunitas. “Ini adalah bekal berharga untuk memastikan gerakan dakwah Muhammadiyah semakin masif dan terorganisir di daerah,” tambahnya.

​Kegiatan pelatihan ini ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) yang akan diimplementasikan oleh para peserta sebagai bentuk nyata keberlanjutan untuk memperkuat dakwah Muhammadiyah di wilayah masing-masing.

Kontributor: Satrya Zidni Prasetyo(Medkom KMM PWM Jawa Tengah)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button