Penentuan 1 Rabiulawal 1448 H = Jumat, 14 Agustus 2026
Hasil hitung dan analisis menggunakan software KHGT Times V7.7

“Mohon maaf! Jika dalam website ini tertulis tanggal hari ini adalah 1 Rabiulawal 1448 H, ada tipo, seharusnya hari ini masih 30 Safar 1448 H, sudah diperbaiki, perubahan menunggu perubahan memori yang sudah tersimpan sebelumnya.
Silakan akses kalender penuh 1 bulan yang benar dari link https://hisabmu.com/khgt/“
Warga Muhammadiyah mungkin bertanya, mengapa 1 Rabiulawal 1448 H ditetapkan pada Jumat, 14 Agustus 2026? Penjelasannya sebenarnya dapat dibuat sederhana. Dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), awal bulan tidak hanya dilihat dari tanggal terjadinya ijtimak, tetapi juga dari posisi Bulan terhadap Matahari pada saat terbenam dan apakah syarat kalender global sudah terpenuhi.
Semua data angka merupakan hasil komputasi software KHGT Times V7.7 versi Windows yang dapat didownload dari link https://hisabmu.com/khgttimes/KHGT_Times.zip
Kapan ijtimak terjadi?
Data KHGT menunjukkan ijtimak terjadi pada 12 Agustus 2026 pukul 17.36 UTC, atau 13 Agustus 2026 pukul 00.36 WIB. Namun, terjadinya ijtimak saja belum otomatis menjadikan 13 Agustus sebagai tanggal 1 Rabiulawal. Pada siklus sebelumnya, syarat KHGT untuk memulai bulan baru pada 13 Agustus belum terpenuhi, termasuk syarat koreksi kalender global. Karena itu, Kamis, 13 Agustus 2026 tetap dihitung sebagai 30 Safar 1448 H.
Mengapa tanggal 14 Agustus menjadi awal Rabiulawal?
Pada saat Matahari terbenam tanggal 13 Agustus, keadaan Bulan sudah berubah. KHGT menggunakan dua batas utama, yaitu tinggi Bulan geosentrik sekurang-kurangnya 5° dan elongasi Bulan–Matahari sekurang-kurangnya 8°. Kedua syarat ini telah terpenuhi sebelum pukul 24.00 UTC. Contohnya, di Adelaide tercatat tinggi Bulan 6,86° dan elongasi 8,15°. Di Semarang, pada magrib 13 Agustus, tinggi geosentrik Bulan mencapai 8°27′53″ dan elongasi 9°29′39″. Dengan demikian, syarat kalender KHGT telah terpenuhi pada siklus magrib 13 Agustus.
Menurut kaidah KHGT, apabila syarat tersebut terpenuhi pada siklus itu, maka hari global berikutnya menjadi tanggal 1 bulan Hijriah yang baru. Hari berikutnya adalah Jumat, 14 Agustus 2026. Karena itulah tanggal tersebut ditetapkan sebagai 1 Rabiulawal 1448 H.
Perlu dipahami
Penetapan ini merupakan hasil hisab astronomis berdasarkan kaidah KHGT. Artinya, kesimpulan tersebut tidak sama dengan pernyataan bahwa hilal pasti dapat dilihat dengan mata telanjang di semua tempat. Data visibilitas menunjukkan sabit masih sangat tipis. Karena itu, yang ditegaskan di sini adalah ketepatan penanggalan menurut sistem KHGT, bukan klaim keberhasilan rukyat.
Kesimpulan: ijtimak terjadi pada 13 Agustus dini hari WIB; 13 Agustus belum dapat menjadi tanggal 1 karena syarat pada siklus sebelumnya tidak terpenuhi; lalu pada magrib 13 Agustus ambang 5° dan 8° sudah terpenuhi sebelum 24.00 UTC. Maka, Jumat, 14 Agustus 2026 adalah 1 Rabiulawal 1448 H. Wallahu a‘lam.
Sumber Data
- KHGT Times Engine v7.7. Download https://hisabmu.com/khgttimes/KHGT_Times.zip
- Perhitungan fase Bulan menggunakan Skyfield dan ephemeris JPL DE441.
- Kalender Hijriah Global Tunggal 1448 H dan analisis parameter hilal Semarang–Adelaide pada 13 Agustus 2026.




