Islam adalah Agama Ilmu
Oleh : Masyhuda Darussalam, M.Pd (Alumni Sekolah Tabligh PWM Jawa Tengah,)

Islam adalah agama ilmu, dalam pengertian Islam adalah agama yang menempatkan orang-orang yang berilmu pada posisi dan kedudukan yang sangat terhormat. Islam adalah agama yang mendorong manusia untuk senantiasa bersikap dan berperilaku sesuai dengan ilmu. Lebih jauh dari itu Islam mendorong kepada umatnya dan kepada manusia pada umumnya untuk senantiasa bersikap ilmiah. Diantara tuntunan Alquran dalam hubungannya dengan sikap ilmiah itu adalah usaha kita untuk senantiasa menjadi orang-orang yang kritis. Manusia yang senantiasa melaksanakan sesuatu berdasarkan ilmu, bukan seseorang yang melaksanakan sesuatu berdasarkan nafsu, seseorang yang berbuat berdasarkan dasar-dasar ilmiah dasar-dasar aqliyah bukan semata-mata mengikuti tradisi atau apa yang berlaku dalam suatu masyarakat.
Dalam kaitan ini Allah memerintahkan kepada kita untuk tidak menjadi orang yang hanya taqlid atau mengikuti sesuatu tanpa dasar pengetahuan. Allah berfirman di dalam surah al-isra atau surah Bani Israil surah yang ke-17 ayat 36 :
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌۗ اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا
Artinya : Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak kau ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.
Dalam ayat tersebut Allah memberikan kepada kita tuntunan agar semua anugerah Allah yang diberikan kepada kita terutama anugerah berupa pendengaran, anugerah Allah berupa penglihatan, dan anugerah Allah berupa hati nurani semuanya kita manfaatkan dan semuanya kita fungsikan sebagai bagian dari faculty understanding atau bagian dari upaya kita untuk senantiasa memahami sesuatu sehingga kita tidak mengikuti sesuatu tanpa dasar ilmu. Di dalam ayat lainnya Allah juga berfirman :
فَسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
Artinya : Maka, bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.
Perintah agar kita bertanya kepada orang yang berilmu itu disebutkan antara lain di dalam surah Al-Anbiya surah yang ke-21 ayat yang ke-7 yang dengan perintah itu kita semuanya diminta oleh Alquran, diperintah oleh Allah untuk menjadi manusia pembelajar. Apabila kita tidak mengerti, bertanyalah kepada orang yang berilmu bertanyalah kepada orang yang mengerti.
Kemudian yang ketiga di dalam hadis nabi disebutkan agar kita ini tidak menjadi orang yang menyampaikan sesuatu tanpa dasar ilmu. Jadi ayat yang diatas memerintahkan kita untuk bersikap kritis dan bertanya kepada orang yang ahli. Hadis nabi ini mengingatkan kita untuk tidak menjadi orang yang menyampaikan sesuatu yang kita tidak tahu. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Bukhori, Rasulullah bersabda :
إِنَّ اللهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ اِنْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يَبْقَ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤَسَاءَ جُهَّالًا فَسَئَلُوْا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
Artinya : “Sesungguhnya Allah tiada akan menarik ilmu dengan sekali cabut Dari hamba-Nya, melainkan dengan menarik (mewafatkan) ulama sehingga kalau tak ada lagi tinggal seorang alim pun, manusia mengangkat orang bodoh menjadi pemimpin. Maka (para pemimpin yang bodoh itu) ditanyakan orang (mengenai hal keagamaan), lalu mereka berfatwa (menjawab pertanyaan itu) tanpa didasarkan ilmu, maka sesat dan menyesatkanlah mereka.”
Dalam situasi masyarakat sekarang ini, kita memang hidup pada zaman teknologi. Orang sering menyebut dengan zaman teknologi digital atau digital technology kita bisa mengakses informasi dari sumber-sumber yang sangat tidak terbatas. Bahkan kita bisa mengakses dari gadget yang ada di genggaman tangan kita. Tetapi, kemudian dampak dari teknologi itu adalah hilangnya daya kritis, kadang kadang hilangnya nalar sehat.
Dalam bukunya Tom Nichols yang berjudul “ the death of expertise” yang artinya matinya keahlian justru menimbulkan situasi-situasi dimana orang yang menguasai dan memegang teknologi itu tidak tumbuh menjadi orang yang semakin berilmu tidak berkembang menjadi masyarakat yang arif dan bijaksana, tetapi terkadang palah berkembang menjadi masyarakat yang bodoh. Dalam posisi “ the death of expertise” itu yang terjadi persis seperti yang disabdakan oleh Nabi.
Orang tidak memiliki ilmu tentang sesuatu dia posting sesuatu itu, dan orang yang kemudian memposting itu tidak mempertanggungjawabkan apa yang dia posting, dan kemudian banyak orang yang mendownload atau mengakses itu juga tidak mencermati benar dan tidaknya isi dari posting itu. Kemudian dia menyebarkannya kepada orang lain sehingga kemudian banyak hal yang terjadi terkait dengan relasi sosial kita. Bahkan dalam beberapa hal terkait dengan persoalan agama itu, justru terjadi karena kita tidak mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Allah dan tidak mengikuti apa yang dituntunkan oleh Rasulullah.
Oleh karena itu, maka sebagai masyarakat ilmiah marilah kita senantiasa menjadi manusia-manusia yang kritis seperti yang difirmankan oleh Allah dalam surah al-isra ayat 36 tadi. Jangan ikuti sesuatu yang kita tidak mengetahui ilmu mengenai sesuatu itu, dan jadilah manusia pembelajar yang senantiasa menggunakan pendengarannya untuk mendengar kebenaran, menggunakan matanya untuk melihat kebenaran dan menggunakan hati nuraninya untuk menilai kebenaran.
Kemudian, setelah kita melakukan itu semua kita ikuti kebenaran itu sebagai bagian dari sikap hidup dan bagian dari apa yang diperintahkan oleh Allah. Apabila tidak mengerti sesuatu, belajarlah kepada orang yang berilmu. Mudah-mudahan yang saya tulis ini bermanfaat dan mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan rahmat hidayah dan taufiknya kepada kita sekalian sehingga kita menjadi hamba-hambanya yang berilmu dan hamba-hamba yang senantiasa menjadi pembelajar orang-orang yang senantiasa menuntut ilmu




