AkhlaqArtikelTuntunan

Dampak Negatif Kebiasaan Meminta-Minta Terhadap Mental Seseorang

📅 Ahad, 20 April 2026 | 2 Zulkaidah 1447 H

Oleh : Rizqi Mubarok, S.H  (Peserta Sekolah Tabligh PWM Jawa Tengah Kelas Banjarnegara dan Mudir MBS Kalibening)

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm

Meminta-minta atau mengemis adalah perilaku yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Islam sebagai agama yang mulia sangat menjunjung tinggi dan menjaga kehormatan, harga diri, serta kemandirian seorang muslim. Bahkan Rasulullah ﷺ memotivasi umatnya untuk bekerja keras, berusaha dengan sungguh sungguh, dan tidak menjadikan meminta-minta sebagai kebiasaan. Karena selain berdampak pada sisi sosial, kebiasaan meminta-minta juga memiliki pengaruh buruk terhadap mental dan jiwa seseorang. Sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur’an

Allah ﷻ berfirman:

وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَ

“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.” (QS. An-Najm: 39)

Ayat ini menegaskan bahwa keberhasilan dan keberkahan hidup seseorang didapatkan dari usaha yang sungguh sungguh, bukan dari meminta-minta.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ، حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَيْسَ فِي وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ

“Seorang laki-laki senantiasa meminta-minta kepada orang lain, hingga pada hari kiamat ia datang dalam keadaan tidak ada sekerat daging pun di wajahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa kebiasaan meminta-minta dapat menghilangkan kehormatan diri dan merendahkan martabat seseorang.

Adapun Dampak Negatif Meminta-Minta terhadap Mental Seseorang antara lain :

Pertama, Hilangnya Rasa Percaya Diri

Orang yang sering meminta-minta bahkan sudah menjadi kebiasaan, dia akan kehilangan kemampuan untuk mandiri, merasa tidak mampu, dan cenderung malas, bergantung dengan orang lain, tidak punya pendirian, sehingga lambat laun kepercayaan dirinya hilang.

Kedua, Mentalitas Ketergantungan

Kebiasaan meminta-minta membuat seseorang tidak lagi terbiasa berjuang dan bekerja keras. Ia lebih memilih kerja ringan dengan mengandalkan belas kasihan orang lain. Hal ini menjadikan mentalitas ketergantungan kepada orang lain yang sulit dihilangkan.

Ketiga, Rasa Malu dan Rendah Diri

Seseorang yang terbiasa minta minta, dalam hati kecilnya sering merasa lebih rendah, merasa lebih hina dan tidak berdaya  dibandingkan orang yang memberi. Sehingga menimbulkan rasa malu.  Hal ini dapat membuatya stres dan gangguan psikologis.

Keempat, Hilangnya Motivasi untuk Bekerja

Seseorang yang sudah terbiasa mendapatkan uang dari minta minta, maka motivasi untuk meraih kesuksesan berkurang. Hal ini bertentangan dengan perintah syari’at Islam yang sangat menganjurkan umatnya untuk bekerja dengan tangan sendiri.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَأَنْ يَأْخُذَ أَحَدُكُمْ حَبْلَهُ، فَيَأْتِيَ الْجَبَلَ، فَيَحْتَطِبُ، فَيَحْمِلُ عَلَى ظَهْرِهِ، فَيَبِيعُهُ، فَيَكُفَّ اللَّهُ بِهِ وَجْهَهُ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ أَعْطَوْهُ أَوْ مَنَعُوهُ

“Sungguh, bila salah seorang di antara kalian mengambil talinya, lalu pergi ke gunung untuk membawa kayu bakar, kemudian ia menjualnya dan Allah mencukupkan kebutuhannya dengan itu, maka itu lebih baik baginya daripada meminta kepada orang lain, diberi atau tidak diberi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berikut contoh kasus meminta minta dalam kehidupan :

Fenomena di Jalanan

Kita sering menjumpai orang yang sehat jasmani, masih muda dan kuat, namun dia memilih meminta-minta di jalan raya. Padahal, mereka sebenarnya mampu bekerja. Kebiasaan ini membuat mereka malas bekerja dan lebih nyaman hidup dari belas kasihan orang lain.

Pengemis Profesional

Di beberapa kota besar, banyak orang yang menjadikan aktivitas meminta-minta sebagai profesi. Bahkan ada yang hasilnya lebih besar daripada pekerja harian. Hal ini justru menumbuhkan mentalitas malas dan tidak produktif, sehingga merusak moral dan mental masyarakat.

Anak Kecil yang Dibiasakan Mengemis

Sebagian orang tua mengajak anaknya untuk meminta-minta. Akibatnya, sejak kecil anak kehilangan pendidikan kemandirian dan tumbuh dengan mentalitas ketergantungan.

Kesimpulan

Meminta-minta bukan hanya berdampak pada kondisi ekonomi, tetapi juga merusak mental, harga diri, dan martabat manusia. Islam sangat menekankan kemandirian, kerja keras, dan menjaga kehormatan diri. Oleh karena itu, marilah kita terus belajar menanamkan diri kita  dan keluarga, untuk senantiasa berusaha, bekerja keras, mencari rizqi Allah dengan cara yang halal dan baik,  dan hanya meminta pertolongan kepada Allah ﷻ.

Ingat motivasi dari rosulullah SAW ﷺ dalam sabdanya :

الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى

“Tangan di atas (yang memberi) lebih baik daripada tangan di bawah (yang meminta).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga kita semua terhindar dari kebiasaan meminta-minta, dan selalu diberi kekuatan oleh Allah ﷻ untuk hidup dengan penuh kemandirian dan kehormatan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button