ArtikelDinamika TablighInfo Kajian

Menghindari Kedzaliman dan Mencari Keadilan

Mister Kismadi, SE Sekolah Tabligh PWM Jawa Tengah Kelas Banjarnegara dan MPI Cabang Kalibening

Islam adalah agama yang menjunjung tinggi keadilan dan secara tegas melarang segala bentuk kedzaliman (zhulm). Kedzaliman merupakan salah satu dosa besar yang ancamannya sangat pedih, baik di dunia maupun di akhirat. Sebaliknya, penegakan keadilan (‘adl) adalah perintah mutlak dan merupakan esensi dari ajaran Islam yang harus menjadi prinsip utama dalam setiap interaksi dan aspek kehidupan.

Larangan Tegas Terhadap Kedzaliman (Zhulm)

Kedzaliman didefinisikan sebagai menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya atau melanggar hak orang lain—bahkan melanggar hak diri sendiri atau hak Allah SWT. Dalam Islam, kedzaliman dibagi menjadi tiga jenis utama:

Dzalim kepada Allah SWT: Bentuk kedzaliman terbesar, yaitu syirik (menyekutukan Allah) dan kekufuran.

Dzalim kepada sesama manusia: Meliputi mengambil harta orang lain dengan cara batil, memfitnah, menyiksa, atau berlaku tidak adil dalam hukum dan kepemimpinan.

Dzalim kepada diri sendiri: Berupa perbuatan maksiat yang merugikan jiwa sendiri.

Allah SWT telah mengharamkan kedzaliman atas Diri-Nya dan atas hamba-hamba-Nya, serta mengancam para pelakunya dengan laknat dan siksa yang amat pedih.

Dalil Al-Qur’an tentang Ancaman Kedzaliman

Allah SWT berfirman:

أَلَا لَعْنَةُ اللّٰهِ عَلَى الظّٰلِمِينَ

Artinya: “Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim.” (QS. Hud: 18)

 

Kewajiban Menegakkan Keadilan (‘Adl)

Keadilan adalah lawan dari kedzaliman, dan merupakan prinsip mendasar yang harus ditegakkan oleh setiap Muslim, bahkan dalam kondisi yang paling sulit sekalipun. Keadilan harus berlaku untuk semua pihak tanpa memandang suku, status, atau bahkan rasa benci terhadap suatu kaum.

Dalil Al-Qur’an tentang Perintah Keadilan

Perintah untuk berlaku adil ditekankan dalam firman Allah SWT:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْاۗ اِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ma’idah: 8)

Kedzaliman adalah Kegelapan di Hari Kiamat

Pentingnya menjauhi kedzaliman juga diperkuat melalui sabda Rasulullah ﷺ. Beliau memberikan peringatan keras bahwa kedzaliman tidak hanya merusak kehidupan di dunia tetapi juga akan menjadi sumber penderitaan besar di akhirat.

Dalil Hadis tentang Keharusan Menghindari Kedzaliman

Rasulullah ﷺ bersabda dalam Hadis Qudsi, yang diriwayatkan dari Allah SWT:

يَا عِبَادِيْ، إِنِّيْ حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِيْ وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا، فَلَا تَظَالَمُوْا

Artinya: “Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kedzaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling mendzalimi.” (HR. Muslim, No. 2577)

Dalam hadis lain, Nabi bersabda:

اتَّقُوا الظُّلْمَ، فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: “Jauhilah kedzaliman, karena sesungguhnya kedzaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Bukhari, No. 2447 dan Muslim, No. 2578)

Konsekuensi dan Jalan Keluar

Menghindari kedzaliman adalah jalan menuju Al-Falah (keberuntungan hakiki) di dunia dan akhirat. Orang-orang yang zalim tidak akan mendapat petunjuk Allah dan tidak akan mendapatkan keberuntungan. Oleh karena itu, bagi mereka yang pernah melakukan kedzaliman, pintu taubat senantiasa terbuka, dengan syarat yang ketat, yaitu:

  • Berhenti dari kedzaliman tersebut.
  • Menyesali perbuatan.
  • Bertekad untuk tidak mengulanginya.

Mengembalikan hak-hak yang telah diambil atau meminta maaf kepada orang yang didzalimi.

Setiap pemimpin atau pengelola urusan umat juga diingatkan bahwa mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan mereka, dan ancaman siksa paling keras adalah bagi penguasa yang zalim.

Melalui penegasan-penegasan ini, Islam mengajarkan bahwa keadilan adalah ruh peradaban, dan menjauhi kedzaliman adalah fondasi ketakwaan seorang hamba.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button