
Oleh : Arip Hidayat (Praktisi Keuangan Syari’ah LKMS BTM Artha Surya, MTT PDM Kab. Tegal)
Jum’at 22 Mei pukul 21.00, saya di minta oleh Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah, Tembok Luwung, Adiwerna, untuk memberikan materi dengan tema “Mengenal Definisi Kader Muhammadiyah”. Sebuah tema kajian yang lahir dari kegelisahan kita, sebab istilah “kader” di Persyarikatan ini kadang di salah gunakan di jadikan “branding” sementara orang untuk kepentingan pragmatis tertentu. Diataranya ada yang membranding dirinya sebagai kader dengan tujuan mendapat dukungan Muhammadiyah yang goal akhirnya meraih kursi politik, jabatan atau memimpin amal usaha. Kadang diksi “kader” juga di jadikan alat sebagian orang yang merasa “paling kader” untuk melabeli mereka yang dianggap “kurang kader” dengan menciptakan streotipe negatif.
Tentu kita sepakat, tak masalah apabila kursi politik, jabatan, pimpinan amal usaha Muhammadiyah di isi kader-kader Muhammadiyah. Kader yang ideal atau kader mendekati ideal atau kader yang berproses kuat menuju ideal. Karena kepemimpinan atau jabatan yang di komandoi seorang kader akan mendatangkan maslahat umat. Lalu pertanyaannya apa makna kader Muhammadiyah itu?. Jawabnya kader Muhammadiyah adalah muslim yang beridentitas Muhammadiyah, yang memahami dan bertindak sesuai maksud, tujuan serta usaha Muhammadiyah dalam mewujudkan masyarakat islam yang sebenar-benarnya. Makna kader ini diambil dari intisari identitas, maksud, tujuan dan usaha Muhammadiyah dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah.
Membaca Identitas Muhammadiyah
Dalam kamus besar bahasa indonesia iden·ti·tas artinya ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang; jati diri ( kbbi). Buku Anggaran Dasar Muhammadiyah, BAB II : Pasal 4 telah mendefinisikan Identitas Muhammadiyah yang sarat nilai-nilai profetik, bahwa “Muhammadiyah adalah gerakan islam, dakwah amar ma’ruf nahi mungkar dan tajdid, bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah”. Simaklah identitas Muhammadiyah ini, jelas Muhammadiyah memproklamirkan diri bahwa Muhammadiyah adalah Islam. Jadi Jangan pernah memisahkan Islam dan Muhammadiyah. Identitas Muhammadiyah adalah Islam. Jati diri Muhammadiyah ialah Islam. Islam yang di tafsiri Muhammadiyah semenjak era KH. Ahmad Dahlan hingga masa Prof. Dr. Haedar Nashir saat ini.
Tafsir Kader Menurut Anggaran Dasar Muhammadiyah
Definisi identitas Muhammadiyah yang telah di kemukakan di atas dapat kita jabarkan. Pertama, Muhammadiyah adalah gerakan islam, artinya Kader Muhammadiyah adalah muslim, ber-Muhammadiyah adalah ber-islam. Kader Muhammadiyah adalah Muslim yang ber-islam lewat cara pandang, tafsir dan ijtihad Muhammadiyah dalam memahami islam itu sendiri.
Kader Muhammadiyah ialah seorang hamba Tuhan yang senantiasa berserah diri pada-Nya melalui jalan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya yang di teladankan oleh utusan-Nya sebagaimana yang di pahami Muhammadiyah. Maka ciri utama kader sejati standar minimalnya adalah ia yang menjaga shalat wajib, punya target harian membaca Al-Qur’an, senantiasa meningkatkan intelektualitasnya, menjaga diri dari dosa besar, yang semua itu bagian dari ritual harian wajib transedental dari kader sebagai makhluk kepada penciptanya.
Kedua, makna lain yang dapat di elaborasi dari definisi Muhammadiyah adalah gerakan islam, maknanya kader Muhammadiyah itu muslim yang senantiasa membangun komunikasi tansedental dengan tuhannya lalu menatap sekelilingnya kemudian ia bergerak dan menggerakan roda kebaikan, hidup dan menghidupi kebaikan, berjuang dan memperjuangkan kebaikan bagi sesama dan alam sekitarnya. Dari penjelasan ini dapat diambil contoh ciri kader Muhammadiyah sejati selanjutnya adalah mereka para aktivis mahasiswa Muhammadiyah yang apabila selesai shalat-bermunajat pada Tuhan-Nya lalu berembuk untuk menggalakan kajian dan menghidupkan tradisi intelektual, atau kumpulan pimpinan ranting pemuda Muhammadiyah yang selesai menyelam dalam mendaras Al-Qur’an lalu menyusun kepanitiaan kegiatan sosial, menggalakan dakwah komunitas kaum muda, atau bisa jadi seperti kumpulan bapak-bapak Muhammadiyah yang baru selesai turun dari masjid segera rapat untuk mengevaluasi keberlangsungan sekolah Muhammadiyah, PKU, Kampus dan Lembaga sosial atau lembaga bisnis Muhammadiyah.
Kader membaca Maksud , Tujuan dan
Usaha Muhammadiyah
Sebagaimana di kemukakan di awal bahwa seorang kader bukan hanya beridentitas Muhammadiyah. Namun kader harus mampu memahami dan bertindak dalam gerakan dakwahnya sesuai maksud, tujuan serta usaha Muhammadiyah dalam mewujudkan masyarakat islam yang sebenar-benarnya. Hal ini sebagaimana tertuang kuat di Anggaran Dasar Muhammadiyah BAB III yang menerangkan bahwa maksud dan tujuan “Muhammadiyah ialah menegakan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat islam yang sebenar-benarnya”. Yaitu masyarakat islam yang sesuai dengan ajaran agamanya. Lebih lanjut di jelaskan usaha Muhammadiyah dalam merealisasikan maksud dan tujuannya adalah “melaksanakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar dan tajdid yang di wujudkan dalam usaha di segala bidang kehidupan. Usaha dalam bentuk program, kegiatan yang macam dan penyelenggarannya di atur dalam Anggaran Rumah Tangga”.
Apabila terdapat sekumpulan bapak-bapak Muhammadiyah yang selesai turun dari masjid lalu bersegera rapat untuk mengevaluasi keberlangsungan sekolah Muhammadiyah, PKU, Kampus, Lembaga sosial dan Lembaga bisnis Muhammadiyah seperti Batut Tamwil Muhammadiyah ( BTM ). Maka bapak-bapak Muhammadiyah ini sedang melaksanakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar lewat wasilah keberadaan PKU Muhammadiyah, Kampus Muhammadiyah, BTM dan lainnya. Dakwah amar ma’ruf nahi mungkar dimana teknis, cara dan medianya senantiasa berubah mengimbangi perubahan zaman, itulah dakwah yang dilandasi semangat tajdid. Dengan adanya PKU Muhammadiyah, Muhammadiyah sedang amar ma’ruf dimana minimal kaum muslim yang wafat di bangsal PKU akan di talqin, lalu di pulasara dengan cara islam, selamatlah akidah sang jenazah tadi hingga wafatnya. Sekaligus Muhammadiyah ber-nahi mungkar mencegah orang kafir dalam aksi memurtadkan muslim lewat pelayanan kesehatan mereka.
Pun dengan hadirnya BTM sebagai pusat bisnis jasa keuangan mikro syari’ah Muhammadiyah, Muhammadiyah ber-amar ma’ruf dengan mengajarkan pada kita bagaimana cara bisnis keuangan yang halal dan memanusiakan manusia. Agar keuangan dan keuntungan berputar di lingkungan kaum beriman sekaligus cara Muhammadiyah ber-nahi mungkar dengan melemahkan ekonomi orang-orang kafir. Bukankah perintah Nabi Saw kepada Utsman bin Affan agar mengakuisisi sumur raumah di Madinah dari dominasi ekonomi Yahudi adalah cara Nabi memerangi ekonomi kapitalis kaum Yahudi Madinah. Semua program kegiatan di Muhammadiyah adalah untuk dakwah islam, amar ma’ruf nahi mungkar, oleh karena itulah dalam struktur organisasi Muhammadiyah tidak ada Majelis Dakwah.
Belajar AD/ART Itu Ilmiah, Menjadi Kader itu Hidayah
Telah kita dapati bersama tafsir kader Muhammadiyah yang merujuk pada Anggaran Dasar Muhammadiyah. Namun harus di ingat bahwa memahami AD/ART, PHIWM, ikut Baitul Arqam, adalah cara ilmiah kita menempa diri untuk menjadi kader. Namun tergeraknya hati kita, langkah kaki kita, berjuang, bergergerak dan menggerakan dakwah islam, amar ma’ruf nahi mungkar dengan semangat tajdid Muhammadiyah, itu urusan Hidayah dan Taufiq dari Allah swt. Mengapa demikian?. Karena ber-Muhammadiyah adalah ber-Islam. Sedangkan menjadi muslim urusannya Hidayah dan taufiq dari sang pencipta. Maka untuk menjadi kader selain berusaha dengan cara ilmiah, carinya ia lewat jalur do’a dan munajat. Agar Tuhan Allah menganugerahkan kita sebagai kader pelanjut KH. Ahmad Dahlan. Ini penting, karena ada manusia terlahir dari rahim biologis orang tuanya yang Muhammadiyah, bahkan telah banyak melewati semua jenjang pengkaderan ilmiah di Muhammadiyah, namun ia menepi, hilang, tak bergerak dan menggerakan dakwah Muhammadiyah, sebab belum beroleh Hidayah dan taufiq. Sebaliknya, tak sedikit dari mereka yang sebelumnya sangat membenci dakwah Muhammadiyah, kini berjuang bersama di barisan dakwah persyarikatan, karena beroleh hidayah dan taufiq Tuhan.
8 Dzulhijjah 1330 H lalu Muhammadiyah didirikan. Semoga ini menjadi refleksi bersama. Selamat milad Muhammadiyah ke-117 Tahun.
___________
Tembok Banjaran, Tegal. 07 Dzulhijjah 1447 H/24 Mei 2026 M




