
Legiman, S.Pd., M.Pd. (Peserta Sekolah Tabligh PWM Jawa Tengah dan Ketua Umum PCPM Cawas)
Pendahuluan
Era digital telah membawa perubahan besar dalam pola pengasuhan anak. Gawai (gadget) hadir bagai pisau bermata dua – di satu sisi menjadi gerbang ilmu pengetahuan, di sisi lain berpotensi menjadi sumber masalah jika tidak dikelola dengan bijak. Sebagai keluarga Muhammadiyah yang mengedepankan nilai-nilai Islam Berkemajuan, kita dituntut untuk mampu menyikapi tantangan ini dengan cara yang seimbang, proporsional, dan berlandaskan syariat.
Tantangan Digital yang Dihadapi Orang Tua
1. Kecanduan Digital
Anak-anak menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar, mengabaikan aktivitas fisik dan sosial.
2. Konten Tidak Sesuai Usia
Mudahnya akses ke konten kekerasan, pornografi, dan nilai-nilai yang bertentangan dengan Islam.
3. Gangguan Kesehatan
Masalah penglihatan, postur tubuh, hingga gangguan tidur akibat paparan layar berlebihan.
4. Melemahnya Interaksi Keluarga
Komunikasi antaranggota keluarga terganggu karena masing-masing sibuk dengan gawainya.
Landasan Agama dalam Menyikapi Teknologi Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”(QS. At-Tahrim: 6)
Ayat ini menegaskan tanggung jawab orang tua dalam melindungi keluarga, termasuk dari dampak negatif teknologi. Rasulullah SAW juga bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”(HR. Bukhari-Muslim)
Strategi Praktis bagi Keluarga Muhammadiyah
1. Menjadi Role Model Digital
Anak mencontoh perilaku orang tua.Mulailah dengan:
· Tidak menggunakan gawai saat waktu keluarga
· Menunjukkan etika bermedia sosial yang baik
· Berbicara santun dalam grup-grup WhatsApp keluarga
2. Membuat Kesepakatan Keluarga
· Batasi waktu penggunaan gawai (maksimal 2 jam/hari untuk anak)
· Buat zona bebas gawai (kamar tidur, meja makan)
· Tetapkan jam malam digital (semua gawai dikumpulkan sebelum tidur)
3. Memanfaatkan Gawai untuk Pembelajaran Islami
· Install aplikasi Al-Qur’an dan hadits
· Gunakan video animasi kisah nabi dan sahabat
· Ikutkan anak dalam kelas online kajian Islam anak
4. Mengisi Waktu dengan Aktivitas Alternatif
· Membaca buku bersama perpustakaan keluarga
· Kegiatan outdoor dan olahraga
· Mengikuti kegiatan remaja masjid atau ‘Aisyiyah
5. Pendidikan Literasi Digital Sejak Dini
· Ajarkan kritikal thinking terhadap informasi online
· Tanamkan etika bermedia sosial sesuai ajaran Islam
· Beri pemahaman tentang privasi dan keamanan digital
Peran Muhammadiyah dalam Mendukung Keluarga
1. Majelis Tarjih
Menerbitkan panduan penggunaan teknologi bagi keluarga muslim
2. Majelis Dikdasmen
Mengintegrasikan pendidikan literasi digital dalam kurikulum
3. Majelis Tabligh
Menyelenggarakan parenting class tentang pendidikan anak di era digital
4. Ortom (NA, Pemuda Muhammadiyah, ‘Aisyiyah)
Menyediakan alternatif kegiatan kreatif bagi anak dan remaja
Kiat Mengatasi Kecanduan Gawai
1. Lakukan Detoks Digital secara bertahap
2. Ajak anak diskusi tentang dampak negatif gawai
3. Berikan reward system ketika anak berhasil mengurangi waktu layar
4. Konsultasi dengan ahli jika diperlukan
Penutup: Mendidik Generasi Cerdas dan Berakhlak
Rasulullah SAW bersabda:
أَكْرِمُوا أَوْلَادَكُمْ وَأَحْسِنُوا أَدَبَهُمْ
“Muliakanlah anak-anakmu dan didiklah mereka dengan baik.”(HR. Ibnu Majah)
Sebagai keluarga Muhammadiyah, mari kita hadapi era digital dengan bijaksana. Jadikan gawai sebagai sarana menuntut ilmu dan berdakwah, bukan sebagai pengasuh anak. Dengan pendekatan yang proporsional dan Islami, kita bisa mencetak generasi yang cerdas secara digital sekaligus kokoh dalam akidah dan akhlak.
Doa untuk Orang Tua:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
_”Ya Tuhan kami,anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”** (QS. Al-Furqan: 74)
Wallahu a’lam bish-shawab.




