Artikel

Penciptaan Manusia Dari Tanah: Memahami Empat Istilah Al-Qur’an, Tahapan, Dan Hikmahnya

Oleh : Panji Permono, ST

Panji Permono, ST ( Mahasiswa Sekolah Tabligh PWM Jateng di Banjarnegara tahun 2025)

Salah satu pembahasan paling menarik dalam Al-Qur’an adalah tentang asal penciptaan manusia. Allah tidak hanya menyebut manusia diciptakan dari tanah, tetapi menggunakan empat istilah tanah yang berbeda, masing-masing menandai tahap penciptaan Adam AS serta mengandung hikmah yang mendalam bagi kehidupan manusia.

Empat istilah tersebut adalah:

  1. Turāb – tanah kering biasa
  2. Teen – tanah basah
  3. Teen lāzib – tanah liat lengket
  4. Shal-shāl – tanah liat kering seperti tembikar

Mengapa Allah menggunakan istilah yang berbeda-beda? Apakah semua memiliki makna khusus? Bagaimana tahapan penciptaannya? Dan apa iktibar bagi kehidupan manusia?

Artikel ini akan menjelaskan semuanya secara ringkas namun mendalam.

  1. Tahap Pertama: Turāb (تُرَاب)

Makna: tanah kering, debu, unsur dasar bumi

Allah berfirman (QS Al-Mu’minun: 12):

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ طِيْنٍ ۚ

Artinya : Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari sari pati (yang berasal) dari tanah.

Namun dalam ayat lain, asal mulanya dijelaskan sebagai turāb :

اِنَّ مَثَلَ عِيْسٰى عِنْدَ اللّٰهِ كَمَثَلِ اٰدَمَ ۗ خَلَقَهٗ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ

Artinya Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah kemudian berfirman kepadanya, “Jadilah!” Maka, jadilah sesuatu itu. (QS Ali Imron ayat 59)

Makna Tahapan

Turāb menggambarkan unsur paling dasar : tanah yang kering, terpisah, dan ringan. Di tahap ini, bahan penciptaan Adam masih berupa unsur bumi yang berserakan.

Iktibar Fisik

Tubuh manusia secara ilmiah tersusun dari unsur-unsur yang ada di tanah: karbon, oksigen, kalsium, natrium, kalium, fosfor, dan mineral lainnya.

Iktibar Spiritual

  • Mengingatkan manusia bahwa asalnya rendah, tidak layak sombong.
  • Turāb mudah ditiup angin — seperti manusia yang lemah tanpa pertolongan Allah.
  1. Tahap Kedua: Teen (طِين)

Makna: tanah bercampur air (tanah basah)

Setelah tanah kering (turāb), kemudian Allah menyiraminya dengan air sehingga menjadi teen.

Dalilnya (QS As Sajadah ayat 8 ):

ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهٗ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ مَّاۤءٍ مَّهِيْنٍ ۚ

Artinya : Kemudian, Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani).

Namun ayat sebelumnya menegaskan (QS As Sajadah ayat 7):

الَّذِيْٓ اَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهٗ وَبَدَاَ خَلْقَ الْاِنْسَانِ مِنْ طِيْنٍ

Artinya : (Dia juga) yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan memulai penciptaan manusia dari tanah.

Makna Tahapan

Teen adalah tanah yang dibasahi air sehingga menjadi bahan yang lembek dan mudah diolah. Ini adalah bahan dasar sebelum pembentukan bentuk fisik.

Iktibar Fisik

Air adalah komponen utama tubuh manusia: lebih dari 60% tubuh adalah air. Ini sesuai dengan fase teen: tanah + air = kehidupan.

Iktibar Spiritual

  • Manusia punya sifat lembut dan mudah dibentuk oleh ajaran agama.
  • Orang beriman adalah seperti tanah basah: subur, menerima nasihat, dan tumbuh dalam kebaikan.
  1. Tahap Ketiga: Teen Lāzib (طِينٍ لَازِبٍ)

Makna: tanah liat melekat, plastis, dapat dibentuk seperti model tanah liat

Allah berfirman:

فَاسْتَفْتِهِمْ اَهُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمْ مَّنْ خَلَقْنَا ۗاِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّنْ طِيْنٍ لَّازِبٍ

Artinya : Maka, tanyakanlah kepada mereka (musyrik Makkah), “Apakah mereka (manusia) lebih sulit penciptaannya ataukah selainnya (langit, bumi, dan lainnya) yang telah Kami ciptakan?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan (bapak) mereka (Adam) dari tanah liat. (QS As-Saffāt 37:11)

Makna Tahapan

Ini adalah fase pemadatan dan pembentukan, di mana tanah basah telah menjadi liat, padat, dan dapat dibentuk dengan detail. Pada tahap ini, bentuk Adam mulai terlihat: tangan, kaki, kepala, dan struktur tubuh.

Iktibar Fisik

Tubuh manusia terdiri dari struktur kompleks dan teratur: tulang, jaringan, organ, dan sistem biologis. Tahap teen lāzib menggambarkan pemilihan bentuk sebelum diberikan kehidupan.

Iktibar Spiritual

  • Manusia pada fase hidup juga mengalami fase “dibentuk” oleh pengalaman, ujian, dan pendidikan.
  • Tanah liat yang melekat mengajarkan bahwa manusia harus memiliki komitmen, bukan seperti tanah kering yang mudah pecah dan berhamburan.
  1. Tahap Keempat: Shal-shāl (صَلْصَالٍ)

Makna: tanah liat yang sudah kering, keras seperti tembikar, berbunyi jika diketuk

Allah berfirman:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَاٍ مَّسْنُوْنٍۚ

Artinya : Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang dibentuk. (QS Al-Hijr 15:26)

Dan pada ayat lain:

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ

Artinya : Dia telah menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar.(QS Ar-Rahman 55:14)

Makna Tahapan

Pada tahap ini, penciptaan Adam sudah siap secara bentuk fisik, namun belum hidup. Allah membiarkan tubuh Adam berdiri selama beberapa waktu sebelum ditiupkan ruh.

Iktibar Fisik

Sebelum hidup, tubuh manusia hanyalah benda mati — seperti tanah liat. Kehidupan muncul bukan dari materi, tetapi dari Ruh yang Allah tiupkan.

 Iktibar Spiritual

  • Manusia tanpa ruh iman adalah seperti tembikar kosong: rapuh, mudah pecah.
  • Mengingatkan bahwa kehidupan dan kemuliaan manusia bergantung pada ruh, bukan pada fisik.
  1. Tahap Puncak: Tiupan Ruh

Allah berfirman:

فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ

Artinya : Maka, apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)-nya dan telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, menyungkurlah kamu kepadanya dengan bersujud.(QS Al-Hijr 15:29)

Hadits tentang asal manusia

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللهَ خَلَقَ آدَمَ مِنْ قَبْضَةٍ قَبَضَهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَرْضِ

“Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dari segenggam tanah yang diambil dari seluruh penjuru bumi.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

Terjemahnya adalah Allah mencampur tanah berbagai warna, sifat, dan karakter , sehingga manusia pun lahir dengan sifat yang beragam: ada yang lembut, keras, sabar, pemarah, bijak, dan sebagainya.

Kesimpulan Tahapan Penciptaan Adam

Berurutan sesuai tafsir para ulama:

  1. Turāb – unsur tanah kering
  2. Teen – tanah + air
  3. Teen lāzib – tanah liat melekat
  4. Shal-shāl – tanah liat kering
  5. Tiupan Ruh

Setiap tahap memiliki pesan mendalam bagi perjalanan hidup manusia.

Hikmah Besar dari Perbedaan Istilah Tanah

  1. Hikmah Fisik (Ilmiah)
  • Tubuh manusia memang tersusun dari unsur bumi.
  • Air menjadi komponen utama tubuh (cocok dengan fase “teen”).
  • Struktur tubuh yang kompleks sesuai dengan fase “teen lāzib”.
  • Tanpa ruh, tubuh hanyalah benda mati — seperti “shal-shāl”.
  1. Hikmah Spiritual
  2. Kesadaran asal-usul

Manusia berasal dari tanah yang hina. Maka sifat sombong tidak layak muncul dalam diri manusia.

  1. Kerendahan hati

Tanah selalu ada di bawah, diinjak, tidak membalas. Itulah karakter hamba sejati.

  1. Kesiapan menerima ilmu

Seperti tanah basah yang subur, manusia harus siap menerima kebenaran.

  1. Keteguhan dalam ketaatan

Tanah liat yang lengket menggambarkan konsistensi: orang beriman harus memiliki keteguhan dalam amal dan akhlak.

  1. Ketergantungan total pada Allah

Tanpa ruh, manusia tidak memiliki apa-apa. Ruh adalah anugerah Ilahi.

  1. Keberagaman manusia

Hadits di atas menyebut Allah mengambil tanah dari berbagai belahan bumi maka sifat manusia pun beragam. Semua warna kulit berasal dari satu bapak: Adam.

Empat istilah tanah dalam Al-Qur’an bukanlah variasi bahasa semata. Semuanya adalah petunjuk mendalam tentang tahapan penciptaan, keagungan Allah, serta karakter manusia itu sendiri.

  • Dari turāb kita belajar kerendahan.
  • Dari teen kita belajar kesuburan.
  • Dari teen lāzib kita belajar komitmen.
  • Dari shal-shāl kita belajar bahwa fisik tanpa ruh tidak berarti.

Semoga kajian ini menambah kekaguman kita pada Al-Khāliq (Sang Pencipta) dan menumbuhkan rasa syukur sebagai hamba-Nya.

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button