
Ada sejumlah hadis sahih yang sangat menarik dikaji dari perspektif sains karena pesannya dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari. Namun, secara akademik lebih disarankan menggunakan istilah “hadis dengan isyarat atau relevansi sains” daripada langsung menyebutnya “mukjizat sains”. Hadis tetap merupakan petunjuk agama; sains membantu kita memahami sebagian hikmah empirisnya.
Berikut beberapa yang paling kuat.
| No. | Hadis sahih | Isyarat sains | Fenomena sehari-hari |
|---|---|---|---|
| 1 | Bersiwak | Kesehatan mulut | Membersihkan gigi, plak, bau mulut |
| 2 | Mencuci tangan setelah bangun tidur | Higiene & mikrobiologi | Tangan dapat membawa kontaminan |
| 3 | Larangan kencing di air tergenang | Sanitasi lingkungan | Pencemaran sumber air |
| 4 | Menutup makanan/minuman | Keamanan pangan | Mencegah debu, serangga, kontaminasi |
| 5 | Memadamkan api/lampu sebelum tidur | Keselamatan | Pencegahan kebakaran |
| 6 | Larangan masuk/keluar daerah wabah | Epidemiologi | Karantina dan pembatasan penularan |
| 7 | Lalat jatuh ke minuman | Mikrobiologi | Mikroorganisme pada serangga |
| 8 | Madu untuk gangguan pencernaan tertentu | Farmakologi bahan alam | Aktivitas biologis madu |
1. Siwak dan Kesehatan Mulut
Rasulullah ﷺ bersabda:
السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ
“Siwak adalah pembersih bagi mulut dan sesuatu yang mendatangkan keridaan Allah.”
Hadis ini diriwayatkan dalam Sunan an-Nasa’i no. 5 dan dinilai sahih. (Sunnah.com)
Dalam hadis sahih lain Rasulullah ﷺ bersabda bahwa seandainya tidak memberatkan umatnya, beliau akan memerintahkan mereka bersiwak setiap hendak salat. HR. al-Bukhari no. 887. (Sunnah.com)
Isyarat Sainsnya
Ini merupakan contoh yang sangat konkret. Secara mekanis, membersihkan gigi membantu mengurangi sisa makanan dan biofilm/plak pada permukaan gigi. Jadi frasa maṭharatun lil-fam—“membersihkan mulut”—merupakan pernyataan yang dapat diamati langsung.
2. Mencuci Tangan setelah Bangun Tidur
Rasulullah ﷺ bersabda:
فَلَا يَغْمِسْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثًا
“Janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam bejana sebelum mencucinya tiga kali.”
Alasannya disebutkan:
فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ
“Karena ia tidak mengetahui di mana tangannya berada ketika malam.”
HR. Muslim no. 278a. (Sunnah.com)
Isyarat Sainsnya
Ini sangat dekat dengan prinsip hand hygiene dan pencegahan cross-contamination. Tangan menyentuh kulit, pakaian, tempat tidur, wajah, dan berbagai permukaan tanpa disadari selama tidur.
Yang menarik adalah urutannya:
Tangan belum diketahui kebersihannya → jangan masukkan ke sumber air bersama → cuci terlebih dahulu.
Secara konsep ini mirip prinsip laboratorium modern: jangan memasukkan benda yang berpotensi terkontaminasi ke dalam bahan atau wadah yang bersih.
3. Larangan Mencemari Air Tergenang
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ الَّذِي لَا يَجْرِي
“Janganlah salah seorang dari kalian buang air kecil pada air tergenang yang tidak mengalir.”
HR. al-Bukhari no. 239. (Sunnah.com)
Isyarat Sainsnya
Hadis ini sangat kuat bila dibahas dalam konteks:
Sanitasi → kualitas air → mikrobiologi lingkungan → kesehatan masyarakat.
Air tergenang mempunyai kemampuan pengenceran dan pergantian air jauh lebih rendah dibandingkan air mengalir. Membuang limbah biologis ke dalamnya meningkatkan risiko kontaminasi.
Ini mudah dipahami dalam kehidupan sehari-hari: air yang menjadi sumber mandi atau kebutuhan manusia tidak boleh sekaligus dijadikan tempat pembuangan kotoran.
4. Menutup Makanan dan Minuman
Rasulullah ﷺ memerintahkan:
غَطُّوا الْإِنَاءَ وَأَوْكُوا السِّقَاءَ
“Tutuplah bejana dan ikatlah tempat-tempat air.”
HR. Muslim no. 2012a/b. (Sunnah.com)
Isyarat Sainsnya
Dalam kehidupan modern, tindakan tersebut merupakan bagian dari food hygiene.
Makanan yang dibiarkan terbuka lebih mudah terkena:
Debu → serangga → droplet → mikroorganisme → benda asing.
Jadi kebiasaan sederhana “tutup makanan dan minuman” mempunyai makna kesehatan yang sangat nyata.
5. Memadamkan Api sebelum Tidur
Dalam rangkaian hadis yang sama Rasulullah ﷺ juga memerintahkan:
وَأَطْفِئُوا السِّرَاجَ
“Dan padamkanlah lampu.”
Hadis bahkan menjelaskan bahwa hewan kecil dapat menyebabkan api menyambar rumah. HR. Muslim no. 2012. (Sunnah.com)
Isyarat Sains dan Keselamatan
Ini bukan sekadar persoalan ritual, tetapi risk management.
Pada masa dahulu sumber penerangan berupa nyala api. Api terbuka ketika semua penghuni sedang tidur jelas meningkatkan fire hazard.
Prinsipnya masih berlaku sekarang:
Sebelum tidur → hilangkan sumber bahaya → kurangi probabilitas kebakaran.
6. Karantina ketika Terjadi Wabah
Ini salah satu hadis yang paling jelas hubungannya dengan epidemiologi.
Rasulullah ﷺ bersabda:
فَلَا تَدْخُلُوهَا … فَلَا تَخْرُجُوا مِنْهَا
“Jika kalian mendengar wabah tha’un terjadi di suatu negeri, jangan memasukinya; dan jika terjadi ketika kalian berada di sana, jangan keluar darinya karena melarikan diri.”
HR. al-Bukhari no. 5728. (Sunnah.com)
Isyarat Sainsnya
Secara epidemiologi konsepnya mudah dikenali:
- Daerah terjangkit.
- Pembatasan mobilitas.
- Mengurangi kontak antarpopulasi.
- Menekan penyebaran penyakit.
Bahasa modernnya berhubungan dengan quarantine, movement restriction, containment, dan pengendalian penyakit menular.
Menurut saya, ini termasuk contoh hadis-sains yang paling kuat untuk bahan kuliah atau artikel, karena hubungan antara teks hadis dan prinsip epidemiologi tidak memerlukan interpretasi yang dipaksakan.
7. Hadis tentang Lalat
Rasulullah ﷺ bersabda:
فَإِنَّ فِي أَحَدِ جَنَاحَيْهِ دَاءً وَفِي الْآخَرِ شِفَاءً
“Pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada yang lain terdapat penawar.”
HR. al-Bukhari no. 3320; juga no. 5782. (Sunnah.com)
Mengapa Menarik secara Ilmiah?
Lalat memang merupakan organisme yang berinteraksi dengan mikroorganisme. Tubuh serangga dapat membawa bakteri dan berbagai agen biologis, sementara hubungan serangga dengan mikroorganisme juga melibatkan mekanisme pertahanan biologis yang kompleks.
Tetapi di sinilah kita perlu lebih berhati-hati secara akademik.
Tidak tepat menyederhanakan hadis ini menjadi:
“Sayap kanan mengandung bakteri dan sayap kiri mengandung antibiotik.”
Teks hadis tidak mengatakan kanan atau kiri, dan klaim mikrobiologis yang sangat spesifik memerlukan eksperimen yang kuat serta reproduktif.
Jadi ini sangat menarik sebagai objek penelitian mikrobiologi, tetapi tidak perlu dibuat menjadi klaim sains yang melebihi data.
8. Madu sebagai Bahan Terapi
Dalam hadis sahih seseorang datang kepada Nabi ﷺ karena saudaranya mengalami gangguan perut. Nabi ﷺ memerintahkannya memberikan madu:
اسْقِهِ عَسَلًا
“Berilah dia minum madu.”
HR. al-Bukhari no. 5716. (Sunnah.com)
Isyarat Sainsnya
Madu merupakan campuran kimia-biologis yang kompleks, antara lain mengandung berbagai jenis gula, air, asam organik, senyawa fenolik, enzim, dan komponen minor lainnya. Karena itu madu mempunyai sifat biologis yang memang menarik dalam penelitian pangan, kimia, farmasi, dan mikrobiologi.
Tetapi hadis ini jangan ditafsirkan menjadi “semua diare harus diobati dengan madu.” Dalam kedokteran modern, penyebab gangguan pencernaan bermacam-macam dan penanganannya harus sesuai penyebab serta kondisi pasien.
Tiga Hadis yang Paling Kuat untuk Tema “Sains dalam Kehidupan Sehari-hari”
Kalau hendak dibuat menjadi materi kajian, artikel dakwah-sains, atau buku Integrasi Islam dan Sains, saya akan menempatkan tiga contoh teratas sebagai berikut:
Pertama: Kebersihan Tangan
- Hadis → cuci tangan sebelum memasukkannya ke bejana.
- Sains → mikrobiologi dan pencegahan kontaminasi.
- Kehidupan → mencuci tangan sebelum makan/mengolah makanan.
Kedua: Menjaga Air dari Pencemaran
- Hadis → jangan membuang urine di air tergenang.
- Sains → sanitasi, mikrobiologi air, pencemaran lingkungan.
- Kehidupan → menjaga sumur, bak air, sungai, dan sumber air.
Ketiga: Karantina Wabah
- Hadis → jangan memasuki daerah wabah dan jangan keluar karena melarikan diri darinya.
- Sains → epidemiologi dan pemutusan rantai transmisi.
- Kehidupan → isolasi, karantina, dan pengendalian penyakit menular.
Ketiganya mempunyai pola yang menarik:
Hadis → perilaku manusia → mekanisme alamiah → akibat yang dapat diamati.
Karena itu, ketiganya lebih kuat secara metodologis daripada mencoba menghubungkan setiap hadis dengan teori fisika atau biologi modern secara spekulatif.
Jika tema ini dikembangkan lebih jauh, saya dapat menyusun 30 hadis sahih yang mengandung isyarat sains, dikelompokkan menjadi kimia, kesehatan, mikrobiologi, kedokteran, lingkungan, astronomi, fisika, pangan, dan psikologi, masing-masing dilengkapi teks Arab berharakat, terjemahan, sumber/takhrij, penjelasan sains, dan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
DOWNLOAD BUKU KAJIAN HADIS PERSPEKTIF SAINS
Daftar Referensi
A. Sumber Hadis
- Al-Nasa’i. Sunan al-Nasa’i, Kitab al-Ṭahārah, hadis no. 5, tentang siwak sebagai pembersih mulut; berstatus sahih menurut penilaian Darussalam. Sunan al-Nasa’i 5.
- Al-Bukhari. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Kitab al-Jumu‘ah, hadis no. 887, tentang anjuran bersiwak setiap hendak salat. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī 887.
- Muslim. Ṣaḥīḥ Muslim, Kitab al-Ṭahārah, hadis no. 278a, tentang mencuci tangan tiga kali setelah bangun tidur sebelum memasukkannya ke dalam bejana. Ṣaḥīḥ Muslim 278a.
- Al-Bukhari. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Kitab al-Wuḍū’, hadis no. 239, tentang larangan buang air kecil dalam air tergenang. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī 239.
- Muslim. Ṣaḥīḥ Muslim, Kitab al-Asyribah, hadis no. 2012a, tentang menutup bejana, mengikat tempat air, dan memadamkan lampu. Ṣaḥīḥ Muslim 2012a.
- Al-Bukhari. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Kitab al-Ṭibb, hadis no. 5728, tentang larangan memasuki dan meninggalkan daerah yang terkena wabah ṭā‘ūn. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī 5728.
- Al-Bukhari. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Kitab Bad’ al-Khalq, hadis no. 3320, tentang lalat yang jatuh ke dalam minuman. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī 3320.
- Al-Bukhari. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Kitab al-Ṭibb, hadis no. 5782, riwayat lain tentang lalat. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī 5782.
- Al-Bukhari. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Kitab al-Ṭibb, hadis no. 5716, tentang pemberian madu kepada seseorang yang mengalami gangguan perut. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī 5716.
B. Referensi Ilmiah
- Nordin, A., Saim, A. B., Ramli, R., Abdul Hamid, A., Mohd Nasri, N. W., & Idrus, R. B. H. (2020). Miswak and oral health: An evidence-based review. Saudi Journal of Biological Sciences, 27(7), 1801–1810. https://doi.org/10.1016/j.sjbs.2020.05.020.
- World Health Organization. (2009). WHO Guidelines on Hand Hygiene in Health Care: First Global Patient Safety Challenge—Clean Care Is Safer Care. Geneva: WHO. ISBN 978-92-4-159790-6. WHO Hand Hygiene Guidelines.
- World Health Organization. (2022). Guidelines for Drinking-Water Quality: Fourth Edition Incorporating the First and Second Addenda. Geneva: WHO. ISBN 978-92-4-004506-4. WHO Drinking-Water Guidelines.
- World Health Organization. (2006). Five Keys to Safer Food Manual. Geneva: WHO. ISBN 978-92-4-159463-9. WHO Five Keys to Safer Food.
- Ahrens, M. (2020). Home Candle Fires. National Fire Protection Association. NFPA Home Candle Fires.
- Tognotti, E. (2013). Lessons from the history of quarantine, from plague to influenza A. Emerging Infectious Diseases, 19(2), 254–259. https://doi.org/10.3201/eid1902.120312.
- Niode, N. J., Mahono, C. K., Lolong, F. M., Matheos, M. P., Kepel, B. J., & Tallei, T. E. (2022). A review of the antimicrobial potential of Musca domestica as a natural approach with promising prospects to countermeasure antibiotic resistance. Veterinary Medicine International, 2022, 9346791. https://doi.org/10.1155/2022/9346791.
- Alvarez-Suarez, J. M., Gasparrini, M., Forbes-Hernández, T. Y., Mazzoni, L., & Giampieri, F. (2014). The composition and biological activity of honey: A focus on Manuka honey. Foods, 3(3), 420–432. https://doi.org/10.3390/foods3030420.
Referensi tentang lalat perlu digunakan secara hati-hati: penelitian tersebut mendukung adanya mikroorganisme dan komponen antimikroba pada lalat, tetapi tidak membuktikan klaim sederhana bahwa “sayap kanan mengandung penyakit dan sayap kiri mengandung antibiotik.”
https://kasmui.cloud/artikel/?limit=200&kategori=&author=&tahun=&urut=date_desc&loaded=1786298724922




