ArtikelIbadahKhutbahKhutbah Jum'at

Naskah Khutbah Jum’at: Empat Tahapan Berinteraksi dengan Al-Qur’an

Teladan KH. Ahmad Dahlan

Khutbah Pertama

Mukadimah

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا. الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْقُرْآنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الَّذِي بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ الْأُمَّةَ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ

فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Segala puji bagi Allah SWT, yang telah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia, sebagai penjelasan yang gamblang mengenai petunjuk itu, dan sebagai pembeda antara yang hak dan yang batil. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada teladan kita, Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Pada kesempatan yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada seluruh jamaah, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa, yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Ia bukanlah sekadar kitab bacaan, tetapi sebuah panduan hidup yang lengkap dan sempurna. Namun, seringkali interaksi kita dengan Al-Qur’an berhenti pada level yang paling dasar. Kita membacanya, mungkin mengkhatamkannya berkali-kali, namun pesan dan ruhnya belum sepenuhnya meresap ke dalam jiwa dan terwujud dalam perbuatan kita.

Hari ini, mari kita merenungkan kembali bagaimana seharusnya kita berinteraksi dengan Al-Qur’an, agar ia benar-benar menjadi hudan (petunjuk) dalam hidup kita. Ada empat tahapan interaksi yang ideal dengan Al-Qur’an, sebuah perjalanan dari lisan, menuju akal, meresap ke dalam hati, dan akhirnya terwujud dalam amal perbuatan.

Teladan dari KH. Ahmad Dahlan

Pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, sebagai contoh nyata dari pengamalan keempat tahapan tersebut. KH. Ahmad Dahlan tidak hanya membaca Surah Al-Ma’un berulang kali, tetapi juga merenungkan maknanya (tadabbur) hingga melahirkan sebuah gerakan nyata.

Pemahamannya terhadap perintah untuk peduli pada fakir miskin dan anak yatim dalam surat tersebut diwujudkan dengan mendirikan amal usaha Muhammadiyah. Ini adalah contoh bagaimana Al-Qur’an menjadi inspirasi untuk sebuah “tafsir transformatif” yang solutif.

 

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Berikut ini empat tahapan untuk berinteraksi secara baik dan benar dengan Al-Qur’an:

Tahap Pertama: Tilāwah (تِلَاوَة) – Menyuarakan Wahyu dengan Benar

Tahap ini adalah fondasi. Tilawah adalah melafalkan ayat-ayat suci sesuai dengan kaidah tajwid, makharijul huruf, dan tartil. Ini adalah adab pertama kita kepada Kalamullah. Tujuannya adalah menjaga kemurnian lafal Al-Qur’an dan meraih keberkahan dari setiap huruf yang kita baca. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Muzzammil ayat 4:

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

“…dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (tartil).”

Membaca dengan tartil, tidak tergesa-gesa, memungkinkan lisan dan hati untuk bersinergi, mendatangkan ketenangan jiwa bagi pembaca dan pendengarnya.

Tahap Kedua: Qirā’ah (قراءة) – Membaca Sambil Memahami Makna Literal

Setelah lisan fasih melafalkan, akal harus ikut serta. Qira’ah adalah tahap membaca sambil berusaha memahami terjemahan dan makna dasar dari ayat yang dibaca. Ini adalah jembatan yang menghubungkan suara dengan pesan. Tanpa memahami artinya, bagaimana mungkin kita dapat mengambil pelajaran? Tahap ini mengubah aktivitas membaca dari sekadar ritual menjadi proses penyerapan informasi ilahi, mengetahui mana perintah dan mana larangan.

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Tahap Ketiga: Tadārus (تدارس) – Mempelajari dan Mendiskusikan Konteks

Interaksi kita harus lebih dalam lagi. Tadarus bukan sekadar membaca bergantian, tetapi berasal dari kata darasa yang berarti mempelajari secara mendalam dan interaktif. Di tahap ini, kita mempelajari tafsirnya, mengetahui asbabun nuzul (sebab turunnya ayat), dan berdiskusi dengan guru atau kawan untuk memperkaya pemahaman. Dengan memahami konteks, kita akan terhindar dari penafsiran yang keliru dan mampu menangkap pesan universal di balik ayat-ayat-Nya.

Tahap Keempat: Tadabbur (تدبر) – Merenungkan dan Mengamalkan

Inilah puncak dari interaksi dengan Al-Qur’an. Tadabbur adalah proses merenungkan, menginternalisasi, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai cermin bagi diri serta panduan untuk bertindak. Allah SWT berfirman dalam Surah Sad ayat 29:

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan (mentadabburi) ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.”

Dalam tahap ini, kita bertanya pada diri sendiri: “Apa pesan ayat ini untukku? Perubahan apa yang harus kulakukan?”

 

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Contoh terbaik dari tadabbur adalah apa yang dilakukan oleh KH. Ahmad Dahlan. Beliau tidak hanya membaca Surah Al-Ma’un berulang kali, tetapi merenungkannya secara mendalam hingga melahirkan sebuah gerakan amal nyata: panti asuhan, rumah sakit, dan sekolah untuk kaum dhuafa. Inilah bukti bagaimana Al-Qur’an, ketika ditadabburi, mampu menjadi inspirasi untuk sebuah “tafsir transformatif” yang solutif bagi umat.

Semoga Allah SWT membimbing kita untuk terus meningkatkan level interaksi kita dengan Al-Qur’an, dari sekadar tilawah menuju tadabbur yang melahirkan amal saleh.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمِ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

فَيَا عِبَادَ اللَّهِ ، اِتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Hadirin jamaah Jumat yang berbahagia,

Pada khutbah kedua ini, marilah kita kembali meneguhkan niat dan komitmen kita untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan utama dalam setiap langkah kehidupan. Perjalanan interaksi dengan Al-Qur’an—dari tilawah, qira’ah, tadarus, hingga tadabbur—adalah sebuah proses seumur hidup yang harus terus kita tingkatkan.

Jangan sampai kita terjebak dalam menjadikan Al-Qur’an sebatas ritual atau pajangan semata. Ia diturunkan bukan untuk sekadar dibaca di acara-acara seremonial, tetapi untuk dipahami, direnungkan, dan diamalkan dalam keseharian, sehingga akhlak kita menjadi cerminan dari akhlak Al-Qur’an.

Marilah kita mulai dari diri sendiri dan keluarga kita untuk menghidupkan Al-Qur’an di rumah-rumah kita. Luangkan waktu setiap hari, bukan hanya untuk membacanya, tetapi juga untuk memahami artinya dan mendiskusikan isinya. Semoga dengan cara itu, Al-Qur’an benar-benar menjadi cahaya dan petunjuk yang menerangi jalan kita menuju ridha Allah SWT.

 

Doa Penutup

Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Mari kita berdoa,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَقَرَابَتِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ أَجْمَعِينَ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ

اللَّهُمَّ ارْحَمْنَا بِالْقُرْآنِ، وَاجْعَلْهُ لَنَا إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً. اللَّهُمَّ ذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نَسِينَا، وَعَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا، وَارْزُقْنَا تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ، وَاجْعَلْهُ لَنَا حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ

 


File Naskah Khutbah Jum’at: DOWNLOAD:


Naskah Khutbah Jumat Empat Tahapan Berinteraksi dengan Al-Qur'an - Teladan KH. Ahmad Dahlan

Kasmui

Dosen Kimia, Komputasi, IT, dan AI UNNES; Ketua PCM Gunungpati 2; Anggota Majelis Tabligh PDM Kota Semarang & PWM Jawa Tengah; Anggota Tim Pengembang Software KHGT MTT PP Muhammadiyah; Praktisi Ilmu Falak: https://hisabmu.com/, https://falakmu.id/.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button