BeritaDinamika Pesyarikatan

Kajian di Masjid Nur Hidayah Tanjung, Ustaz Amrullah Sucipto Ajak Jamaah Memahami Makna Infak Terbaik

📅 Ahad, 12 April 2026 | 24 Syawal 1447 H

PURWOKERTO – Jamaah memadati Masjid Nur Hidayah (MNH) Tanjung, Purwokerto Selatan, dalam kajian keislaman yang menghadirkan Ustaz Amrullah Sucipto, S.Sos., dari jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas. Kajian yang berlangsung di kompleks Masjid Nur Hidayah, Jalan Pahlawan Gang IX tersebut mengangkat tema tentang makna dan keutamaan infak dalam kehidupan seorang Muslim.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Amrullah mengawali dengan mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 92 yang menegaskan bahwa seseorang tidak akan memperoleh kebajikan yang sempurna hingga ia menginfakkan sebagian harta yang paling dicintainya.

Ia kemudian mengisahkan keteladanan sahabat Nabi, Abu Thalhah, yang memiliki kebun kurma terbaik bernama Bairuha. Ketika ayat tersebut turun, Abu Thalhah dengan penuh keikhlasan menyerahkan kebun yang sangat dicintainya itu kepada Rasulullah SAW untuk dimanfaatkan bagi kepentingan umat.

“Pesan dari kisah tersebut adalah ketika kita memberi, hendaknya bukan dari sisa yang tidak terpakai, tetapi dari sesuatu yang masih baik dan kita cintai,” jelasnya di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, Ustaz Amrullah menegaskan bahwa sedekah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi sarana membersihkan jiwa dan harta bagi pemberinya. Menurutnya, sedekah mampu menghilangkan sifat hasad, mengikis sikap bakhil, serta membersihkan harta dari kemungkinan adanya hak orang lain di dalamnya.

Ia juga mengingatkan agar sedekah tidak dirusak oleh sikap mann*(menyebut-nyebut pemberian) dan adza (menyakiti perasaan penerima), karena kedua hal tersebut dapat menghapus pahala yang telah diperoleh.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Amrullah juga menggambarkan berbagai kenikmatan yang Allah siapkan di surga bagi orang-orang yang gemar bersedekah. Kenikmatan itu antara lain kehidupan yang penuh kebahagiaan, pasangan terbaik, usia yang selalu muda, serta berbagai fasilitas yang Allah sediakan bagi penghuni surga.

Kajian berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Jamaah Masjid Nur Hidayah tampak antusias mengikuti materi hingga selesai, sekaligus memperkuat semangat untuk menjadikan infak dan sedekah sebagai bagian dari gaya hidup Muslim yang berkemajuan.

(Agus Salim – Ketua PCPM Purwokerto Selatan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button