Rahasia Tidur Berkualitas ala Rasulullah untuk Energi Positif Sehari-hari
Oleh : M. Amri Albani (Majelis Tabligh PWM Jateng)

Untuk memperbaiki kesehatan fisik dan mental, tidur adalah kebutuhan biologis yang penting. Dalam Islam, mengikuti cara tidur Rasulullah SAW merupakan sunnah dan bagian dari ibadah. Mengikuti cara-cara ini tidak hanya meningkatkan kualitas tidur Anda, tetapi juga memberikan keberkahan dan energi positif untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Salah satu rahasia tidur terbaik ala Rasulullah adalah berwudhu sebelum tidur. Dalam Hadits disebutkan Rasulullah SAW Bersabda :
إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ
“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710). Berwudhu sebelum tidur tidak hanya membersihkan fisik saja, tetapi juga membuat kita merasa lebih tenang dan berpahala.
Posisi tidur yang dianjurkan adalah tidur miring ke sisi kanan. Posisi ini tidak hanya sunnah tetapi juga secara medis dipercaya baik untuk kesehatan jantung dan pencernaan.
Salah satu sunnah Rasulullah, selain wudhu dan posisi tidur, adalah menutup pintu dan mematikan lampu untuk membuat tidur lebih tenang dan berkualitas. Tubuh menghasilkan hormon melatonin, yang mengatur siklus tidur, saat tidur dalam keadaan gelap. Ini membuat kita merasa lebih nyaman saat tidur dan membuat kita bangun dengan energi positif.
Kemudian ada Do’a-Do’a ketika sebelum tidur dan bangun tidur
Doa akan Tidur
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْيَا وَأموتُ
Dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, aku hidup dan aku mati.
Do’a Bangun Tidur
الحَمْدُ للهِ الَّذِي أَحْيَانَا بعْدَ مَا أماتَنَا وإِلَيْهِ النُّشُورُ
Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan hanya kepada-Nya kami kembali.
Membaca doa ini membuat kita lebih tenang dan sadar bahwa hidup dan kematian berada di tangan Allah, yang memberikan energi spiritual yang positif.
Menerapkan Sunnah Tidur yang diajarkan oleh Rasulullah SAW juga selaras dengan Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an
وَمِنْ اٰيٰتِهٖ مَنَامُكُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاۤؤُكُمْ مِّنْ فَضْلِهٖۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّسْمَعُوْنَDan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan. (QS Ar-Rum ayat 23)
Maka tidur adalah sunnatullah, rahmat untuk istirahat dan menyegarkan kembali seseorang sehingga mereka dapat beribadah dan beraktivitas dengan baik.
Seorang Muslim dapat mendapatkan kesehatan fisik dan ketentraman batin dengan mengikuti cara tidur Rasulullah. Hal ini didukung oleh banyak studi kesehatan kontemporer yang menunjukkan bahwa tidur dengan posisi miring ke kanan dapat membantu memperlancar peredaran darah, mencegah refluks asam lambung, dan meningkatkan kualitas tidur dengan tidur dalam keadaan gelap.




