Artikel

Mengapa Kita Harus Berbuat Adil ?

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm

Keadilan merupakan prinsip utama dalam ajaran Islam. Tanpa keadilan, kehidupan akan dipenuhi dengan kedzaliman, pertikaian, dan ketimpangan.

Dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah ﷺ, perintah untuk berbuat adil sangatlah tegas, ini menunjukkan betapa pentingnya nilai keadilan dalam kehidupan setiap muslim.

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat ihsan…”

(QS. An-Nahl: 90)

Ayat ini mengingatkan bahwa perintah Allah bukan hanya tentang ibadah ritual, tapi juga menyangkut bagaimana kita memperlakukan sesama dengan adil dan berbuat baik.

Dalam ayat lain, Allah ﷻ menegaskan pentingnya menegakkan keadilan, meskipun terhadap diri sendiri atau orang dekat:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penegak keadilan karena Allah, sekalipun terhadap dirimu sendiri, atau ibu bapak dan kaum kerabatmu.”

(QS. An-Nisā’: 135)

Mengapa Kita Harus Berbuat Adil?

Keadilan adalah sifat Allah yang harus diteladani

Salah satu nama Allah adalah Al-‘Adl (العدل), Yang Maha Adil. Sebagai seorang muslim, kita diperintahkan untuk berusaha mencontoh sifat-sifat Allah sesuai kemampuan kita.

Keadilan menjaga keharmonisan sosial

Dalam masyarakat yang adil, semua orang merasa aman dan dihargai. Tidak ada yang merasa dirugikan, dan hal itu menciptakan suasana yang kondusif untuk hidup bersama secara damai.

Keadilan mendatangkan keberkahan dan ridha Allah

Dalam sejarah Islam, ketika para pemimpin menegakkan keadilan, seperti pada masa Umar bin Khattab, umat Islam mengalami masa keemasan dan kemakmuran. Sebaliknya, kedzaliman menjadi sebab turunnya azab dan kerusakan.

Contoh Keadilan Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Di dalam keluarga

Seorang ayah harus adil dalam memberikan kasih sayang, perhatian, dan pemberian kepada anak-anaknya. Rasulullah ﷺ pernah menegur seorang sahabat yang memberikan hadiah hanya kepada satu anaknya dan tidak kepada yang lain.

“Bertakwalah kepada Allah dan berlakulah adil di antara anak-anakmu.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Di tempat kerja

Seorang atasan yang adil akan menilai karyawan berdasarkan prestasi, bukan karena kedekatan atau nepotisme. Ini menciptakan semangat kerja yang sehat dan harmonis.

Dalam berdagang atau bertransaksi

Seorang pedagang Muslim harus adil dalam timbangan dan harga. Allah ﷻ memperingatkan:

وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang.”

(QS. Al-Muthaffifin: 1)

Dalam memutuskan suatu perkara Seorang guru, hakim, atau siapa pun yang menjadi penengah harus memutuskan berdasarkan fakta dan keadilan, bukan karena tekanan atau suap.

Penutup

Menegakkan keadilan bukanlah hal yang mudah, namun itu amanah yang Allah berikan kepada manusia sebagai khalifah di bumi. Keadilan harus ditegakkan mulai dari diri sendiri, keluarga, hingga masyarakat luas. Jangan sampai kita termasuk orang yang menuntut keadilan, namun lalai dalam menegakkannya.

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu berusaha bersikap adil, dalam setiap urusan, kecil maupun besar

Oleh : Rizqi Mubarok, S.H  (Sekolah Tabligh PWM Jawa Tengah Kelas Banjarnegara dan Mudir MBS Kalibening)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button