Didiklah Anak Cinta Nabi, Al-Qur’an dan Keluarganya
Oleh : Ely Sukasih, MA (Peserta Sekolah Tabligh PDM Banajarnegara)

Mendidik Anak dengan Cinta Nabi, Al-Qur’an dan Keluarganya,
Sebagai orang tua atau calon orang tua, tentu kita semua menginginkan anak-anak yang tidak hanya sukses di dunia, tapi juga berakhlak mulia dan dekat dengan Allah. Rasulullah ﷺ memberikan panduan yang luar biasa dalam mendidik anak, yakni dengan menanamkan tiga hal penting. Inilah sabda beliau yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib:
عَن عَلِيٍّ كَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَدِّبُوا أَوْلَادَكُمْ عَلَى ثَلَاثِ خِصَالٍ: حُبِّ نَبِيِّكُمْ، وَحُبِّ أَهْلِ بَيْتِهِ، وَقِرَاءَةِ القُرْآنِ، فَإِنَّ حَمَلَةَ القُرْآنِ فِي ظِلِّ اللهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ مَعَ أَنْبِيَائِهِ وَأَصْفِيَائِهِ (رواه الطبراني)
“Dari Ali Karramallahu Wajhah, Nabi saw bersabda: Didiklah anak-anak kalian dengan tiga hal: cinta kepada Nabi kalian, cinta kepada keluarganya, dan membaca Al-Qur’an. Karena sesungguhnya para penghafal Al-Qur’an akan berada di bawah naungan Allah pada hari di mana tiada naungan selain naungan-Nya, bersama para nabi dan orang-orang pilihan-Nya.”
(HR. Ath-Thabrani)
Mengapa Tiga Hal Ini Penting?
Hadits ini memberikan kita pedoman untuk mendidik anak-anak agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan dekat dengan Allah.
- Cinta kepada Nabi ﷺ: Menanamkan cinta kepada Rasulullah ﷺ sejak dini sangat penting, karena beliau adalah suri teladan terbaik. Dengan mencintai Nabi ﷺ, anak-anak kita akan meniru akhlak dan perilakunya, seperti kejujuran, kelembutan, dan kasih sayang kepada sesama.
- Cinta kepada Keluarga Nabi ﷺ: Keluarga Nabi, atau yang sering disebut Ahlul Bait, adalah orang-orang yang sangat dekat dengan beliau dan memiliki kedudukan mulia dalam Islam. Dengan mencintai mereka, anak-anak akan belajar untuk mencintai orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengan Allah dan Rasul-Nya, serta menjadikan mereka sebagai panutan dalam hidup.
- Membaca dan Menghafal Al-Qur’an: Al-Qur’an adalah pedoman hidup bagi umat Islam. Dengan mengajarkan anak-anak untuk mencintai, membaca, dan menghafal Al-Qur’an, kita memberikan mereka cahaya dan petunjuk dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat. Para penghafal Al-Qur’an dijanjikan akan mendapatkan perlindungan khusus di hari kiamat, bersama para nabi dan orang-orang saleh.
Bagaimana Cara Menerapkannya?
- Tanamkan Cinta Sejak Dini: Mulailah dengan menceritakan kisah-kisah tentang kehidupan Rasulullah ﷺ dan keluarganya kepada anak-anak, dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Ajak mereka untuk mengenal lebih dekat sosok mulia yang patut dicontoh.
- Libatkan Anak dalam Kegiatan Islami: Bawa anak-anak ke majelis ilmu, acara peringatan hari besar Islam, atau kegiatan yang bisa menumbuhkan cinta kepada Nabi ﷺ dan keluarganya.
- Jadikan Al-Qur’an Bagian dari Kehidupan Sehari-hari: Biasakan membaca Al-Qur’an bersama-sama, ajarkan mereka cara membaca dengan tajwid yang benar, dan dorong mereka untuk menghafal ayat-ayat Al-Qur’an secara bertahap. Jadikan momen ini sebagai waktu berkualitas yang menyenangkan bersama keluarga.
Pentingnya Al-Qur’an dalam Kehidupan Anak
Seorang pakar keluarga dari Singapura mengingatkan, ada tiga hal yang harus diajarkan pada anak Muslim. ”Ajarkan sayang Allah, Alquran, dan Rasul,” kata H Mansor Sukaimi.
Pendapat Uncle M, begitu Mansor Sukaimi biasa disapa para muridnya di Singapura dan Malaysia, sebenarnya mengutip dari sebuah sebuah hadis. Dan, ketiga hal itu, menurut dia, sesungguhnya memang diperlukan anak-anak yang tumbuh menjadi Muslim dewasa.
Mengajarkan anak mencintai Nabi Muhammad SAW, bukan hanya sebagai penanaman salah satu rukun iman. Namun, menurut Mansor, juga menanamkan keteladanan. Yakni, menanamkan budi pekerti mulia. Karena itu, Mansor melihat ketiga cinta Allah, Alquran, dan Rasulullah SAW sulit untuk dipisah-pisahkan. ”Memanglah sayang Allah SWT, sayang Alquran, dan sayang Rasulullah SAW perlu dijadikan tunjak kehidupan seharian kita,” katanya dalam wawancara lewat e-mail.
Tak mudah memang menanamkan cinta pada tokoh yang terpisah berabad-abad jauhnya. Namun, jangan pernah surut berupaya. Praktisi pendidikan dari kota gudeg, Dra Anis Farikhatin melihat empat konsep dasar dalam mendidik anak untuk mencintai Allah dan Rasul. Yakni, dipraktikkan, dicontohkan, dibiasakan, dan yang terakhir, didoakan dan dimotivasi.
Menurut Anis, ibu merupakan sekolah pertama bagi anak-anak. Yakni, di mana untuk menjalaninya seorang ibu itu seharusnya pinter (cerdas), pener(bisa aplikaskan ilmu dengan metode yang tepat), dan kober (mempunyai cukup waktu mendidik anak). Secara tradisional, keempat konsep itu banyak dilakukan para ibu. Persoalannya, kata dia, dengan berubahnya struktur dan pola interaksi di dalam keluarga semenjak para ibu bekerja di luar rumah.
Namun, kini pun dengan kerja sama peran antara ibu dan ayah, penanaman nilai-nilai mulia itu secara bersama. Pendekatannya, kata Anis, melalui keberagaman anak. Dengan demikian, anak bisa lebih mudah tertarik.
Al-Qur’an bukan hanya sekadar bacaan, tetapi juga pedoman yang dapat membentuk karakter anak. Ketika anak-anak terbiasa membaca dan menghafal Al-Qur’an, mereka akan lebih mudah mengarahkan hidup mereka sesuai dengan ajaran Islam. Al-Qur’an menjadi pelita dalam setiap langkah mereka dan memberikan mereka petunjuk dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Mendidik anak dengan menanamkan cinta kepada Rasulullah ﷺ, keluarganya, dan Al-Qur’an adalah investasi terbaik untuk masa depan mereka, baik di dunia maupun di akhirat. Sebagai orang tua, kita diberi amanah untuk membimbing anak-anak menuju jalan yang benar. Dengan mengikuti nasihat Rasulullah ﷺ, kita dapat membentuk generasi yang kuat iman, berakhlak mulia, dan dekat dengan Allah.




