Khutbah Jum’at : Tuntunan Yang Tidak Dituntunkan
Oleh : Syifa’ Ma’ruf, M.Pd ( Dakwah Kominfo PDPM Kab. Pekalongan)

TUNTUNAN YANG TIDAK DITUNTUNKAN
Syifa’ Ma’ruf, M.Pd (Dakwah Kominfo PDPM Kab. Pekalongan)
اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ فَضَّلَ عَشْرَ ذِي الْحِجَّةِ عَلَى سَائِرِ الْأَيَّامِ، وجَعَلَهُ مُوْسِمًا لِعِتْقِ الرِّقَابِ وَمَغْفِرَةِ الذُّنُوْبِ وَالْآثَامِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْأَئِمَّةِ الْأَعْلَام. عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
Jamaah Jum’at Rahimatumullah
Segala puji hanyalah milik Allah SWT, Rabb semesta alam, yang telah melimpahkan nikmat iman dan Islam kepada kita. Nikmat yang tak terhingga ini adalah anugerah terbesar yang patut kita syukuri di setiap hembusan napas. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW, sosok teladan sempurna bagi seluruh umat manusia, beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah hingga akhir zaman.
Jamaah Jum’at Rahimatumullah
Bulan Muharram, yang juga dikenal sebagai Suro dalam budaya Jawa, adalah salah satu bulan istimewa dalam Islam. Berdasarkan perhitungan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT), 1 Muharram 1447 bertepatan pada hari Kamis Wage, 26 Juni 2025. Bulan Muharram ini termasuk dalam bulan-bulan haram (suci) di mana umat Islam dianjurkan untuk menjauhi perbuatan zalim dan meningkatkan ibadah serta amal kebaikan. Di dalamnya terdapat hari-hari yang sangat penting, seperti hari ‘Asyura pada tanggal 10 dan Tasua pada tanggal 9 Muharram. Asyura dalam serapan Bahasa arabnya dijadikan rujukan orang Jawa (Suro) dalam meyakininya cenderung menganggap sebagai bulan yang sial. Seperti banyak orang Jawa menghindari kegiatan besar, seperti menikah, pindah rumah, atau hajatan karena takut adanya bencana.
Mengkultuskan hari keramat untuk melakukan ritual mistis atau memuja benda yang dianggap mendatangkan hokky seperti keris, alat bajak sawah tradisional dan sampai merendamnya diri ditempat tertentu. Tidak sampai disitu bahkan orang yang meninggal dibulan ini dianggap arwah (ruh) dari jasadnya akan bergentayangan didunia sehingga harus melakukan ritual kekhususan.
Jamaah Jum’at Rahimatumullah
Hal demikian disebut mitos yang berarti cerita tradisional yang mengandung nilai-nilai simbolis dan dianggap benar oleh suatu kelompok masyarakat, seringkali berkaitan dengan asal-usul, kepercayaan, atau penjelasan tentang alam semesta dan fenomena alam. Padahal, dalam islam mempercayai suatu kejadian atuapun peristiwa alam yang tidak berdasar pada ilmu dan kajian ilmiah tidak dibenarkan. Rasulullah Saw menegaskan dalam hadistnya :
لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ، وَلَا هَامَةَ، وَلَا صَفَرَ
“Tidak ada penularan (tanpa takdir Allah), tidak ada thiyarah (takhayul sial), tidak ada burung hantu (pembawa sial), dan tidak ada (kesialan) bulan Shafar.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ilmu tauhid, kepercayaan semacam ini dikenal dengan istilah “tathayyur”, yang secara harfiah berarti “berita burung”. Tathayyur adalah praktik mengaitkan kejadian atau tindakan dengan hal-hal yang tidak memiliki hubungan logis atau ilmiah, termasuk menganggap diri akan terkena sial jika melakukan sesuatu pada hari atau bulan tertentu. Sehingga posisi bulan ini sama seperti bulan-bulan lainnya tanpa mengurangi historis dan keutamaan yang ada didalamnya.
Jamaah Jum’at Rahimatumullah
Oleh karena itu, mitos-mitos tersebut termasuk dalam kategori tathayyur, takhayul, dan khurafat yang harus dijauhi oleh umat Islam. Kepercayaan seperti ini dikhawatirkan dapat mengarah kepada syirik, yaitu menyekutukan Allah, dan berpotensi merusak akidah umat. Allah SWT menegaskan melalui firmannya :
وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ
“Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada Kami di sisi Allah”. Katakanlah: “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi Maha suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu).” (Qs. Yunus: 18)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan: Allah mengingkari sikap orang-orang musyrik yang menyembah Allah dengan selain-Nya dengan dugaan bahwa sembahan-sembahan itu kelak dapat memberikan manfaat kepada mereka melalui syafaatnya di sisi Allah nanti. Maka Allah Swt. memberitahukan bahwa sembahan-sembahan itu tidak dapat menimpakan mudarat, tidak dapat memberikan manfaat, dan tidak memiliki sesuatu pun apa yang mereka dugakan itu sama sekali tidak akan terjadi, dan hal itu tidak akan terjadi selama-lamanya. Harusnya momentum bulan muharram ini menjadi semangat kita dalam peningkatan keimanan, ibadah yang disyariatkan seperti melaksanakan puasa sunnah senin, kamis, puasa daud, puasa ayyamul bidh dan puasa 9 muharram (tasu’a) serta 10 muharram (asyura) yang kemudian dibarengi dengan amalan baik.
Jamaah Jum’at Rahimatumullah
Dengan demikian, kita berharap umat Islam dapat memahami dan menghargai kemuliaan Bulan Muharram tanpa terjebak dalam mitos-mitos yang tidak berdasar, serta meningkatkan kualitas ibadah dan amal di bulan yang penuh berkah ini Aamiin…
بَارَكَاللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ القُرْآنِ العَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَ الذِكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَا وَتَهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ
Khutbah Kedua
لْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِه وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ … أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ. اَللَّهُمَ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَرْخِصْ أَسْعَارَهُمْ وَآمِنْهُمْ فِيْ أَوْطَانِهِمْ. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَتَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ. اَللَّهُمَّ افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْن وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ




