Khutbah Jum’at : Akhlaq Mulia, Cermin Kesempurnaan Iman
Kerusakan aklaq terjadi, karena manusia jauh dari akhlak yang diajarkan Rasulullah ﷺ.

Oleh : Fatchun Hasyim, Peserta Sekolah Tabligh (Majelis Tabligh PWM Jateng)
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ، وَكَفَى بِا لِلّٰهِ شَهِيدًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. أَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ… فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. ؛ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ١٠٢ وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِتَّقِ اللّٰهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ.
Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,
Segala puji bagi Allah pemilik langit dan bumi serta apa saja yang ada diantara keduanya. Dialah Allah yang mengetahui segala yang masuk kedalam bumi, dan apa yang keluar daripadanya. Allah-lah yang mengetahui segala yang turun dari langit, dan apa yang naik kepadanya.
Shalawat serta salam tak lelah senantiasa kita ucapkan kepada Nabi kita, Nabi besar Muhammad Rasululalh ﷺ, yang kepadanya umat manusia mengambil percontohan terbaik.
Selanjutnya, sebagai khatib kami mengajak kepada seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga, memelihara dan meningkatkan iman dan taqwa. Yaitu iman dalam pengertian yang sebenar-benarnya dan taqwa dalam pengertian yang sebenar-benarnya juga dengan menyeimbangkan hablu min allah sekaligus hablu minan-naas.
Pada khotbah jumat ini manga kita mulai dengan muhasabah diri, yaitu melakukan introspeksi atau mawas diri, dengan melakukan peninjauan atau koreksi terhadap (perbuatan, sikap, kelemahan, kesalahan, dan sebagainya) diri sendiri. Muhasabah adalah salah satu cara membersihkan diri dari kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat.. Hal ini biasanya dilakukan dengan merenungkan hal-hal baik maupun buruk yang pernah kita lakukan, baik dalam beribadah ataupun pergaulan sehari-hari di masyarakat. Apabila dalam beribadah ataupun pergaulaln ternyata sudah banyak kebaikan dan kebenaran yang dilakukan maka terus kita tingkatkan. Sebaliknya bila masih banyak kesalahan dan keburukan maka kita harus segera meninggalkan kesalahan-kealahan dan keburukan-keburukan tersebut.
Jamaah jumat yang dirahmati Alloh,
Saat ini kita setiap hari bahkan setiap saat dihadapan kita disuguhkan berita bohong yang sering kita sebut hoaks, komen-komen yang kasar dan tak beradab dalam konten, berita tentang pembunuhan, berita korupsi yang nilainya sangat besar, bahkan gambar tumpukan uang dan emas batangan hasil korupsi yang jumlahnya sangat banyak. Sepertinya semua ini kini dilihat sebagai hal yang biasa. Semua ini menunjukkan betapa rusaknya adab dan akhlaq manusia saat ini.
Kerusakan ahklaq di atas sebetulnya sudah dimulai dari kegiatan-kegiatan kecil dari rumah, dari keluarga, dari sekolah bahkan di lingkungan masyarakat.
Kerusakan akhlaq di rumah.
a. Durhaka kepada orang tua:
Anak membentak, melawan, atau menolak merawat orang tua di hari tua.
b. Kekerasan verbal oleh orang tua:
Orang tua sering mencaci, merendahkan atau melabeli anak dengan kata-kata buruk.
c. Abaikan tanggung jawab:
Orang tua menelantarkan nafkah atau pendidikan moral anak.
d. Hilangnya kejujuran:
Suka berbohong antar saudara atau menyembunyikan masalah krusial dari keluarga.
e. Individualistis ekstrem:
Anggota keluarga sibuk dengan gawai masing-masing tanpa peduli kondisi sekitar.
f. Putusnya silaturahim:
Saling mendiamkan (menghindar) dan memelihara rasa benci dalam waktu lama.
g. KDRT:
Tindakan kasar secara fisik maupun mental dari suami kepada istri atau sebaliknya.
h. Saling memfitnah atau merendahkan:
Hilangnya rasa hormat dan kasih sayang dalam interaksi sehari-hari.
Kerusakan akhlaq di sekolah:
a. Perundungan:
Mengejek, memukul, atau mengucilkan teman.
b. Tawuran:
Berkelahi dengan kelompok sekolah lain di luar atau di dalam area belajar.
c. Kurang ajar:
Melawan atau tidak sopan kepada guru dan staf sekolah.
d. Mencontek:
Berbuat curang saat mengerjakan ujian atau tugas.
e. Membolos:
Meninggalkan kelas atau sekolah tanpa izin saat jam pelajaran.
f. Berkata kasar:
Menggunakan kata-kata kotor atau tidak senonoh kepada teman.
g. Kurang ajar:
Melawan atau tidak sopan kepada guru dan staf sekolah.
Jamaah Sidang Jumat yang dimuliakan Allah,
Pada kesempatan ini khatib akan menyampaikan tentang pentingnya Adab. (Al-Bukhaarii dalam al-Adab al-Mufrad (no. 273)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ.
Dari Abu Hurairah radhiyallāhu anhu berkata, rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:
“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Dari hadits ini dinyatakan secara jelas bahwa tujuan utama Nabi Muhammad ﷺ adalah menyempurnakan akhlak atau adab.
Agama Islam mengajarkan kita shalat, puasa, zakat dan haji. Namun semua itu harus tercermin dalam akhlak sehari-hari. Orang yang shalat tapi masih suka berdusta, orang yang berpuasa tapi masih suka menggunjing, orang yang sudah menunaikan ibadah haji tapi masih zalim, maka ibadahnya kehilangan ruh.
Seorang mukmin sejati bukan hanya rajin shalat dan puasa, tetapi juga menjaga lisannya, menepati janji, bersikap jujur, rendah hati, serta berbuat baik kepada sesama.
Rasulullah ﷺ juga bersabda (HR. at-Tirmizi):
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا.
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Kita renungkan, betapa banyak masalah dalam masyarakat lahir karena rusaknya akhlak: saling menghina, menipu, korupsi, iri dengki dan permusuhan. Semua itu terjadi karena manusia jauh dari akhlak yang diajarkan Rasulullah ﷺ.
Kita senantiasa harus terus memperbaiki diri dan menghiasi hidup dengan akhlak mulia. Akhlak yang baik adalah bekal berharga seorang mukmin. Dengan akhlak yang baik seseorang dicintai Allah , dicintai manusia dan dimuliakan di dunia maupun di akhirat.
Rasulullah ﷺ bersabda (HR. Abu Dawud):
إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ.
“Sesungguhnya seorang mukmin dengan akhlak yang baik akan mencapai derajat orang yang berpuasa dan shalat malam.”
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
مَا شَيْءٌ أَثْقَلُ فِي مِيزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ، وَإِنَّ اللَّهَ لَيُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيءَ.
“Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin di hari Kiamat melainkan akhlak yang baik, dan sesungguhnya Allah sangat membenci orang yang suka berbicara keji dan kotor.” At-Tirmidzi (no. 2002) dan Ibnu Hibban (no. 1920, al-Mawaarid)
Al Qur’an juga banyak menyampaikan tema akhlaq yang sejalan dengan hadis, diantaranya:
- Akhlak Nabi ﷺ sebagai teladan utama. Beliau sendiri adalah contoh puncak akhlak mulia. Ayat ini menjelaskan mengapa Nabi ﷺ diutus untuk menyempurnakan akhlak:
Allah berfirman (QS. Al-Qalam [68] : 4)
وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ ٤
Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad), benar-benar berbudi pekerti yang agung.
- Tujuan risalah, rahmat dan kebaikan perilaku. Rahmat itu tampak dalam kelembutan, kasih sayang, keadilan semuanya adalah akhlak mulia.
Allah berfirman (QS. Al-Anbiyaa’ [21] : 107)
وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ ١٠٧
Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.
- Akhlak sebagai buah iman dan ibadah. Ini menunjukkan bahwa iman harus tercermin dalam adab lisan dan sikap, sejalan dengan hadits akhlak.
Allah berfirman (QS. Al-Baqarah [2] : 83)
… وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا…٨٣
dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, …
4. Perintah langsung berakhlak mulia. Ini adalah rumusan akhlak Islam, pemaaf, mengajak kebaikan, tidak membalas kebodohan dengan kebodohan.
Allah berfirman (QS. Al-A‘raaf [7] : 199)
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ ١٩٩
Jadilah pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang makruf, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah SwT
Begitu pentingnya akhlaq atau adab maka harus diajarkan kepada anak-anak dan seseorang secara terus menerus mulai dari awal, sejak anak di kandungan, lahir, bayi, batita, balita, anak-anak, remaja bahkan hingga dewasa dan bahkan lansia. Akhlaq tidak cukup hanya diajarkan namun harus dengan keteladanan.
Dalam Islam, yang utama adalah usaha kita memperbaiki diri, menuntut ilmu, dan menghiasi diri dengan adab yang mulia. Mangga kita selalu berusaha dan berdoa untuk selalu mampu memperbaiki diri dengan memperbanyak ibadah dan memperbaiki akhlaq kita.
Selalu dan terus berbuat baik kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Bertutur kata yang baik kepada sesama manusia, menjadi pemaaf, memerintahkan kepada yang ma‘ruf dan berpaling dari orang-orang bodoh, dan seterusnya.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ, وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلْ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ, اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. أَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ. وَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدَ الشَّاكِرِينَ، حَمْدَ النَّاعِمِينَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ, كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيمِ وَعَظِيمِ سُلْطَانِكَ. أَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ, الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ, وَقَاضِي الْحَاجَاتِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا, وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ, وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا, بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ, لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً, وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً, وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَالسَّلَامُ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
* Peserta Sekolah Tabligh (Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah).




