BeritaDinamika PesyarikatanDinamika Tabligh

Pentingnya Menyiapkan Jiwa dan Raga dalam Menyambut Ramadhan

Oleh : Ust. Agus Priyadi

📅 Sabtu, 07 Maret 2026 | 18 Ramadan 1447 H

BANJARNEGARA – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan yang kian dekat, umat Islam diajak untuk meningkatkan semangat penyambutan bukan sekadar melalui seremoni formal, melainkan dengan kesiapan jiwa dan raga. Hal tersebut menjadi pesan utama dalam Pengajian Jelang Ramadhan yang digelar di Masjid Al-Ikhlas, Desa Danaraja, pada Kamis malam (5/2/2026).

Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini dihadiri oleh ratusan jamaah yang antusias memadati ruang utama masjid. Rangkaian acara berlangsung khidmat, dimulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci al qur’an, sambutan, hingga uraian inti yang disampaikan oleh Ust. Agus Priyadi, S.Pd.I.

Hati yang Bersih: Kunci Keselamatan

Dalam tausiyahnya, Ust. Agus Priyadi menekankan bahwa persiapan mental dan spiritual adalah prioritas utama. Mengutip QS. Asy-Syu’ara ayat 88-89, beliau mengingatkan bahwa akan tiba hari di mana harta dan keturunan tidak lagi bermanfaat, kecuali bagi mereka yang menghadap Allah dengan qolbun salim (hati yang bersih).

“Hati yang bersih adalah hati yang terhindar dari syirik serta penyakit hati seperti sombong, hasad, fitnah, dan ghibah,” ujar Ust. Agus, yang juga merupakan alumni Sekolah Tabligh PWM Jawa Tengah.

Beliau juga menjelaskan sebuah hadits yang menegaskan bahwa hati adalah parameter baik-buruknya seseorang. Jika segumpal daging (hati) itu baik, maka baik pula seluruh tubuhnya, dan begitu pula sebaliknya.

Tips Praktis Membersihkan Jiwa

Lebih lanjut, Ust. Agus memberikan empat langkah praktis bagi jamaah untuk membersihkan hati sebelum memasuki bulan Ramadhan:

Melakukan Taubatan Nasuha.

Memperbanyak Istighfar kepada Allah SWT.

Saling memaafkan antar sesama manusia.

Melakukan introspeksi diri agar kesalahan masa lalu tidak terulang kembali.

Beliau juga mengingatkan riwayat Imam Muslim mengenai dibukanya pintu langit pada hari Senin dan Kamis, di mana Allah mengampuni hamba-Nya kecuali mereka yang menyekutukan Allah dan mereka yang tengah berselisih hingga keduanya berdamai.

Ajakan Meningkatkan Amal Ibadah

Senada dengan hal tersebut, Kyai Basirun dalam sambutannya mengajak jamaah untuk mempersiapkan diri secara totalitas. Ia menekankan pentingnya menyeimbangkan ibadah mahdhoh (seperti shalat dan puasa) dengan ibadah ghoiru mahdhoh.

“Mari kita persiapkan diri dengan rajin berinfak, bersedekah, serta mempererat silaturahmi,” ajak Kyai Basirun sebelum memasuki acara inti.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button