ArtikelDinamika Pesyarikatan

SOLUNA – Software Online, Windows dan Android untuk KHGT, Jadwal Shalat dan Gerhana

Solar Lunar Astronomy untuk informasi Matahari–Bulan, analisis hilal, jadwal shalat dan penentuan tanggal 1 Hijriah berbasis ephemeris JPL DE440s

Senin Kliwon, 5 Oktober 2026 24 Rabiulakhir 1448 H


Alhamdulillah, SOLUNA – SOlar LUNar Astronomy kini hadir sebagai perangkat astronomi yang dirancang untuk mendukung analisis Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Aplikasi ini dapat digunakan langsung secara online melalui browser, tersedia sebagai aplikasi Windows, dan tersedia pula untuk Android melalui browser maupun file soluna.apk. Dengan satu antarmuka, pengguna dapat membaca posisi Matahari dan Bulan, fenomena astronomi, jadwal berbasis peristiwa Matahari, data gerhana, serta melakukan analisis awal bulan Hijriah.

Buka SOLUNA: https://kasmui.cloud/soluna/


SOLUNA menggunakan Skyfield dan kernel ephemeris JPL DE440s. Pada versi web, berkas de440s.bsp dibaca langsung oleh browser melalui Pyodide dan Skyfield sehingga perhitungan astronomi dilakukan di sisi pengguna tanpa membutuhkan proses Python atau PHP di server. Dokumentasi Skyfield mencatat bahwa DE440s mencakup kira-kira tahun 1849–2150 M, sehingga rentang tersebut menjadi cakupan praktis yang tepat untuk versi SOLUNA berbasis DE440s.

SOLUNA menggabungkan perhitungan posisi Matahari–Bulan, konjungsi, fase, iluminasi, jadwal astronomi, pemindaian global 100 kota, serta laporan gerhana Matahari dan Bulan dalam satu aplikasi untuk mendukung kajian astronomi Islam dan awal bulan Hijriah.

Pada penggunaan standar, SOLUNA menetapkan Maghrib Lokal sebagai waktu pengamatan dan Geosentris sebagai kerangka koordinat awal. Pengguna tetap dapat berpindah ke jam manual atau mode toposentris apabila diperlukan. Untuk penentuan tanggal 1 Hijriah, sistem tidak sekadar memakai tanggal yang dipilih sebagai hari pengamatan, melainkan terlebih dahulu mencari tanggal konjungsi Bulan Baru geosentris pada bulan yang dipilih. Tanggal konjungsi tersebut menjadi H0, kemudian sistem secara otomatis memindai H0, H1, dan H2 pada waktu Maghrib lokal.

Pemindaian dilakukan terhadap 100 kota/lokasi yang membentang dari Gisborne dan Wellington, kawasan Pasifik dan Asia, Timur Tengah dan Eropa, Amerika, hingga Alaska dan Kepulauan Aleut. Filter numerik yang digunakan pada layar adalah tinggi Bulan ≥ 5° dan elongasi ≥ 8°. Hasil ini perlu dipahami sebagai indikator astronomis dalam sistem aplikasi, bukan keputusan formal visibilitas hilal.

Akses SOLUNA: https://kasmui.cloud/soluna/
📖 Baca Naskah Lengkap

1. Apa Itu SOLUNA?

SOLUNA adalah singkatan dari Solar Lunar Astronomy, yaitu perangkat lunak astronomi yang memusatkan perhitungan pada Matahari dan Bulan. Fokus tersebut menjadikan SOLUNA relevan untuk berbagai kebutuhan yang berhubungan dengan astronomi posisi, waktu terbit dan terbenam, fase Bulan, konjungsi, elongasi, iluminasi, gerhana, serta kajian kalender Hijriah. Pada versi terbaru, hasil disusun dalam sembilan tab: Ringkasan, Matahari, Bulan, Peristiwa, Fenomena, Jadwal, Gerhana, Metodologi, dan Istilah.

Versi web SOLUNA merupakan aplikasi statis yang menjalankan mesin astronominya di browser. Browser memuat Pyodide, kemudian mengaktifkan pustaka Skyfield dan membaca kernel de440s.bsp. Arsitektur ini membuat perhitungan tidak bergantung pada eksekusi Python atau PHP di shared hosting. Setelah mesin dan kernel selesai dimuat, komputasi dilakukan pada perangkat pengguna.

2. Tiga Cara Menggunakan SOLUNA

2.1. Online melalui Browser

Cara paling mudah adalah membuka SOLUNA Online. Pada tampilan awal, sidebar pengaturan ditampilkan agar pengguna dapat memilih lokasi, tanggal, mode waktu, dan kerangka koordinat. Setelah tombol HITUNG ASTRONOMI ditekan, sidebar otomatis disembunyikan supaya ruang hasil menjadi lebih lebar, sedangkan tombol toggle tetap tersedia untuk menampilkan atau menyembunyikannya kembali. Selama proses perhitungan, aplikasi menampilkan spinner dan panel proses sampai hasil selesai dihitung. Versi ini cocok untuk komputer maupun perangkat bergerak selama tersedia browser modern dan akses internet ketika aplikasi serta kernel pertama kali dimuat.

2.2. Aplikasi Windows

Pada halaman SOLUNA tersedia tautan unduhan SOLUNA untuk Windows. Pilihan ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan akses desktop tanpa harus selalu membuka alamat web. Dengan berkas aplikasi dan sumber data yang diperlukan tersedia secara lokal, penggunaan dapat dilakukan secara lebih mandiri sesuai paket distribusi yang disediakan. Akses https://kasmui.cloud/soluna/soluna.exe

2.3. Android melalui Browser dan install file apk Android

Pada perangkat Android, SOLUNA dapat digunakan dengan dua cara, yaitu melalui browser dan melalui aplikasi Android dalam format APK.

  • Penggunaan melalui browser dilakukan dengan membuka alamat SOLUNA secara langsung menggunakan Chrome, Firefox, Edge, atau browser Android lainnya. Cara ini tidak memerlukan instalasi aplikasi dan dapat digunakan selama perangkat terhubung ke internet. Akses https://kasmui.cloud/soluna/.
  • Selain melalui browser, telah tersedia file soluna.apk yang dapat diunduh dari folder yang sama dengan aplikasi SOLUNA. File APK tersebut dapat diinstal pada ponsel maupun tablet Android sebagai aplikasi pihak ketiga. Akses https://kasmui.cloud/soluna/soluna.apk.

Apabila Android menampilkan peringatan saat proses instalasi, pengguna perlu memberikan izin “Install unknown apps” / “Izinkan pemasangan aplikasi dari sumber ini” pada browser atau aplikasi pengelola file yang digunakan untuk membuka soluna.apk. Setelah izin diberikan, proses instalasi dapat dilanjutkan seperti aplikasi Android pada umumnya.

Dengan demikian, SOLUNA pada Android dapat digunakan baik sebagai aplikasi berbasis web melalui browser maupun sebagai aplikasi Android melalui file soluna.apk, sehingga pengguna dapat memilih metode akses yang paling sesuai dengan perangkat dan kebutuhannya.

3. Data Ephemeris JPL DE440s

Ephemeris adalah fondasi penting dalam komputasi astronomi karena menyediakan posisi benda langit sebagai fungsi waktu. SOLUNA menggunakan JPL DE440s, versi ringkas dari keluarga Development Ephemeris DE440. Dokumentasi Skyfield mencantumkan cakupan de440s.bsp sekitar 1849 sampai 2150 M. Karena itu, penulisan rentang penggunaan SOLUNA sebaiknya mengikuti batas tersebut, bukan memperluasnya menjadi seluruh abad ke-1800 atau seluruh abad ke-2100 tanpa penjelasan.

JPL menjelaskan bahwa DE440 dikembangkan dari integrasi numerik orbit dan penyelarasan terhadap data observasi darat maupun wahana antariksa. Dalam aplikasi SOLUNA, data DE440s dibaca oleh Skyfield untuk memperoleh posisi Matahari dan Bulan serta berbagai besaran turunannya.

4. Mode Geosentris dan Toposentris

SOLUNA menyediakan dua kerangka koordinat, yaitu Geosentris dan Toposentris. Mode geosentris menggunakan pusat Bumi sebagai acuan posisi, sedangkan mode toposentris memperhitungkan posisi pengamat di permukaan Bumi berdasarkan koordinat WGS84. Perbedaan ini penting terutama untuk Bulan karena paralaksnya jauh lebih nyata dibandingkan Matahari.

Dalam versi yang dianalisis, Geosentris menjadi pilihan default. Walaupun demikian, pengguna tetap dapat mengaktifkan Toposentris ketika memerlukan keadaan yang dilihat dari lokasi pengamat tertentu. Dengan penyediaan kedua mode tersebut, hasil dapat dibaca sesuai tujuan analisis tanpa mencampurkan definisi pusat Bumi dan posisi lokal.

5. Maghrib Lokal sebagai Waktu Pengamatan Default

SOLUNA menggunakan Maghrib Lokal sebagai mode waktu awal. Program menghitung waktu sunset untuk kota dan tanggal yang dipilih, lalu menempatkannya sebagai saat evaluasi posisi Matahari dan Bulan. Pengguna juga dapat beralih ke Jam Manual untuk melakukan analisis pada waktu lain.

Pendekatan Maghrib lokal penting dalam kajian awal bulan karena kondisi Bulan sesudah Matahari terbenam menjadi salah satu data utama yang biasa dianalisis. SOLUNA menampilkan tinggi Bulan, tinggi Matahari, elongasi, iluminasi, dan parameter lain pada waktu yang digunakan.

6. Penentuan Tanggal 1 Hijriah dan Scan 100 Kota

Salah satu bagian penting SOLUNA adalah algoritma pemindaian global. Ketika pengguna memilih sebuah tanggal, tanggal itu digunakan untuk menentukan bulan dan tahun Gregorian yang akan dianalisis. Program kemudian mencari peristiwa New Moon geosentris di dalam bulan tersebut. Tanggal lokal terjadinya konjungsi ditetapkan sebagai H0, dilanjutkan H1 dan H2.

Pada masing-masing H0, H1, dan H2, sistem menghitung keadaan saat Maghrib lokal di 100 kota. Jalur kota dimulai dari kawasan Selandia Baru, bergerak melalui Pasifik, Asia, Timur Tengah, Eropa, Amerika, dan berakhir di kawasan Alaska barat/Aleut. Setiap baris pemindaian dapat menampilkan waktu Maghrib lokal, tinggi Bulan, tinggi Matahari, elongasi, iluminasi, dan status apakah filter numerik terpenuhi.

Logika program mencari lebih dahulu kapan konjungsi terjadi pada bulan terpilih, kemudian mengevaluasi H0, H1, dan H2. Dengan demikian, tanggal input bukan sekadar satu hari observasi tunggal, tetapi pintu masuk untuk memilih bulan analisis.

Dalam kode yang dianalisis, tanggal 1 Hijriah ditempatkan pada hari Gregorian setelah hari scan pertama yang memiliki sedikitnya satu kota memenuhi filter tinggi Bulan ≥ 5° dan elongasi ≥ 8°. Karena ini adalah formulasi algoritmik aplikasi, hasilnya harus dibaca sesuai definisi sistem tersebut dan tetap dibedakan dari keputusan institusional atau keputusan rukyat formal.

7. Parameter Matahari dan Bulan yang Ditampilkan

SOLUNA tidak berhenti pada tinggi hilal dan elongasi. Bagian Ringkasan, Matahari, dan Bulan menyediakan beragam parameter astronomi untuk analisis yang lebih rinci.

  • Tinggi atau altitude geometrik dan tinggi dengan estimasi refraksi standar.
  • Azimut, hour angle, Right Ascension, dan deklinasi.
  • Longitude dan latitude ekliptika.
  • Konstelasi IAU berdasarkan posisi geosentris.
  • Elongasi Bulan dari Matahari.
  • Fase Bulan 0–360°, nama fase, serta kondisi waxing atau waning.
  • Iluminasi, sudut fase, dan position angle sisi terang Bulan.
  • Diameter sudut, semidiameter, paralaks horizontal, dan estimasi magnitudo visual.
  • Jarak geosentris dalam kilometer dan AU serta jarak dari pengamat sesuai mode.
  • Umur Bulan sejak New Moon dan lag time antara moonset dan sunset.

8. Peristiwa, Fenomena, dan Gerhana Astronomi

Tab Peristiwa mencakup fajar astronomis, fajar nautika, fajar sipil, sunrise, transit Matahari, sunset, berakhirnya senja sipil, nautika, dan astronomis, panjang siang, Equation of Time, Local Sidereal Time, keadaan cahaya langit, moonrise, moonset, konjungsi geosentris dan topocentris, umur Bulan, serta lag time Bulan terhadap Matahari. Tab Fenomena juga memuat kejadian orbital seperti perigee, apogee, perihelion, aphelion, node Bulan, ekuinoks, solstis, dan indikator gerhana.

Pada versi terbaru tersedia tab Gerhana yang secara otomatis menampilkan gerhana Matahari dan Bulan pada bulan berjalan serta tahun berjalan berdasarkan tanggal yang dipilih. Tabel gerhana menampilkan objek, tanggal dan waktu lokal, waktu UTC, jenis gerhana, serta ringkasan wilayah terdampak atau status visibilitas lokasi terpilih. Gerhana Bulan diklasifikasikan dengan rutin Skyfield eclipselib, sedangkan gerhana Matahari dihitung dari geometri kerucut bayangan berbasis DE440s. Informasi wilayah bersifat ringkasan astronomis dan bukan peta jalur kontak rinci/Besselian.

9. Jadwal Waktu Berbasis Perhitungan Astronomi

SOLUNA juga menyediakan jadwal berbasis kedudukan Matahari. Di dalam metodologi program, Shubuh ditampilkan dalam dua kriteria ketinggian pusat Matahari, yaitu −20° dan −18°. Dhuha menggunakan +4,5°, Dhuhur berdasarkan transit Matahari, Ashar menggunakan faktor bayangan 1, Maghrib berdasarkan sunset, dan Isya menggunakan −18°. Program juga menghitung midnight serta awal sepertiga malam terakhir.

Kode program menyatakan bahwa jadwal tersebut merupakan hasil astronomis tanpa penambahan ihtiyat otomatis. Karena itu, pengguna yang memerlukan jadwal ibadah resmi tetap perlu memperhatikan ketentuan lembaga atau metode yang menjadi rujukannya.

10. Transparansi Metode dan Keterbatasan

Salah satu kelebihan struktur SOLUNA adalah tersedianya tab Metodologi dan Istilah. Pengguna dapat membaca sumber data, perbedaan geosentris–toposentris, cara penghitungan fase dan hilal, dasar peristiwa sunrise/sunset dan twilight, jadwal berbasis kedudukan Matahari, istilah gerhana, zona waktu, serta berbagai singkatan teknis yang dipakai aplikasi.

Program juga mencantumkan keterbatasan model. Cuaca, relief atau horizon nyata, ekstingsi atmosfer lokal, tekanan dan suhu aktual, serta penghalang bangunan tidak dimodelkan secara rinci. Untuk gerhana Matahari, ringkasan wilayah berasal dari geometri bayangan dan status lokasi terpilih, bukan dari katalog jalur kontak rinci. Karena itu, keluaran SOLUNA harus dipahami sebagai hasil komputasi astronomi sesuai model aplikasi, bukan otomatis identik dengan kondisi visual lapangan atau keputusan observasional resmi.

11. Menyalin dan Menyimpan Hasil

Setelah perhitungan selesai, pengguna dapat menyalin hasil ke clipboard atau mengunduhnya dalam format CSV. Fasilitas ini berguna untuk dokumentasi, pengolahan lebih lanjut di spreadsheet, penyusunan laporan, maupun perbandingan hasil antarwilayah dan tanggal.

12. Posisi SOLUNA dalam Kajian KHGT

Dalam konteks KHGT, SOLUNA dapat ditempatkan sebagai alat bantu komputasi dan eksplorasi astronomi. Sistem memberikan mekanisme yang konsisten untuk mencari konjungsi dalam bulan terpilih, melakukan evaluasi Maghrib lokal secara lintas wilayah, menunjukkan bagaimana kondisi Bulan berubah dari kawasan paling timur menuju kawasan barat, serta menyediakan konteks fenomena Matahari–Bulan dan gerhana pada bulan maupun tahun yang dianalisis.

Kekuatan aplikasi terletak pada integrasi data dalam satu layar. Pengguna dapat melihat kapan konjungsi terjadi, memeriksa H0 sampai H2, melihat kota mana yang pertama memenuhi filter aplikasi, meninjau parameter detail Matahari dan Bulan, kemudian membuka tab Gerhana untuk melihat kejadian pada bulan dan tahun terpilih. Antarmuka terbaru juga memaksimalkan ruang hasil dengan menyembunyikan sidebar secara otomatis ketika perhitungan dimulai, namun tetap menyediakan tombol toggle. Ini membantu proses pembelajaran, penelitian, verifikasi komputasi, dan diskusi kalender Hijriah secara lebih transparan.

Penutup

SOLUNA dikembangkan untuk menjembatani kebutuhan antara data ephemeris modern dan penggunaan praktis dalam kajian astronomi Islam. Dengan basis Skyfield + JPL DE440s, pilihan geosentris maupun toposentris, Maghrib lokal, pemindaian 100 kota, laporan gerhana bulanan dan tahunan, serta keluaran parameter Matahari–Bulan yang cukup lengkap, aplikasi ini dapat menjadi salah satu sarana pendukung untuk mempelajari dinamika awal bulan Hijriah, fenomena Matahari–Bulan, dan KHGT.

Untuk DE440s, rentang waktu yang tepat dicantumkan sekitar 1849–2150 M. Pengguna yang bekerja di luar rentang tersebut perlu menggunakan kernel ephemeris yang memang mencakup periode yang lebih panjang.

Buka SOLUNA: https://kasmui.cloud/soluna/


Sumber Rujukan

Kasmui

Wong Brebes asli tinggal di Semarang; Dosen Kimia, Komputasi, IT, dan AI UNNES; Ketua PCM Gunungpati 2 Kota Semarang; Anggota Majelis Tabligh PDM Kota Semarang & PWM Jawa Tengah; Anggota Tim Pengembang Software KHGT MTT PP Muhammadiyah; Praktisi Ilmu Falak: https://hisabmu.com/, https://kasmui.cloud/

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button