Artikel

Sepuluh Ajaran Jawa Dan Aplikasi Dalam Islam

📅 Ahad, 12 April 2026 | 24 Syawal 1447 H

Oleh : Ely Sukasih, Mahasiswi Sekolah Tabligh PDM Banjarnegara 2025

Budaya Jawa adalah salah satu budaya yang kaya dan beragam di Indonesia. Dengan sejarah yang panjang dan pengaruh dari berbagai aspek kehidupan, budaya Jawa memiliki nilai-nilai luhur yang dapat dijadikan pedoman hidup. Berikut adalah sepuluh ajaran Jawa yang dapat menjadi inspirasi: Budaya Jawa memiliki banyak nilai-nilai luhur yang dapat dijadikan pedoman hidup.  Ajaran-ajaran ini dapat membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik dan hidup yang lebih harmonis. Dengan memahami dan menerapkan ajaran-ajaran budaya Jawa, kita dapat meningkatkan kualitas hidup dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Kearifan Budaya Lokal dan Sepuluh Ajaran Jawa yang Sering di sampaikan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga :

  1. Urip kuwi kudu urup

“Hidup itu Nyala. Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik.”

                                                                                                                   خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاسِ

Artinya” Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”(HR. Al-Qadlaa’iy dalam Musnad Asy-Syihaab no. 129, Ath-Thabaraaniy dalam Al-Ausath no. 5787).

Selain itu, manfaat kita memberikan manfaatkan kepada orang lain, semuanya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Sebagaimana firman Allah: al Isra ayat ;17

                                                                                                                      إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ…
Seorang Muslim lebih diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain, bukan hanya mencari manfaat dari orang atau memanfaatkan orang lain. Ini adalah bagian dari implementasi konsep Islam yang penuh cinta, yaitu memberi. Barang siapa yang tidak menyayangi maka tidak  akan di sayang Alloh swt.

  1. Memayu hayunig bawana

“Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak” .

Dala surat an nahl (16): 97;

 مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Artinya, Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Di sini Alloh tegaskan bahwa tidak ada perbedan antara laki-laki ataupun perempuan seandainya dia seorang mukmin pastilah akan Alloh berikan kebaikan (kehidupan yang layak baik di dunia ataupun akhirat).

  1. Suro diro joyo jayadiningrat, lebur dening pangastuti.

” Segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar ”

Surat al Imran ayat 59 .

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِين                                                                                                                            

Artinya “ Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

  1. Ngluruk tanpo bolo, menang tanpa ngasorake, sekti tanpo aji-aji, sugih tanpo bondo.

” Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuatan; Kaya tanpa didasari kebendaan ” dapat mengatasi masalah tanpa harus mengandalkan kekuatan atupun kecuali dengan mengarap bantuan Alloh swt. Berikut beberapa dalil Al-Qur’an yang terkait dengan perjuangan dan kemenangan tanpa mempermalukan:

  1. Surat Al-Baqarah ayat 286:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…”

Ayat ini mengajarkan bahwa Allah tidak meminta kita untuk melakukan sesuatu yang tidak mampu kita lakukan.

  1. Surat Al-Insyirah ayat 5-6:

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

Ayat ini memberikan harapan bahwa setelah perjuangan yang sulit, akan ada kemudahan dan kemenangan.

  1. Surat Al-Anfal ayat 46:

“Dan janganlah kamu berpecah-belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu…”

Ayat ini mengajarkan pentingnya persatuan dan kerja sama dalam perjuangan.

  1. Surat Al-Furqan ayat 2:

“Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kerajaan itu…”

Ayat ini mengingatkan kita akan kekuasaan Allah dan pentingnya berserah diri kepada-Nya.

Dalam perjuangan, kita harus ingat bahwa: Ayat ini mengingatkan kita akan kekuasaan Allah dan pentingnya berserah diri kepada-Nya.

Dalam perjuangan, kita harus ingat bahwa:

– Allah selalu bersama orang-orang yang sabar dan ikhlas.

– Kemenangan tidak selalu datang dengan cara yang kita harapkan, tapi Allah memiliki rencana yang lebih baik.

– Penting untuk tetap rendah hati dan tidak mempermalukan orang lain dalam perjuangan.

Semoga dalil-dalil ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi kita dalam perjuangan hidup sehari-hari!

  1. Datan serik lamun ketaman, datan susah lamun kelangan, Ana Catur Mungkur bapang den simpang.

” Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu, dan tidak mendengarkan kata-kata yang tidak baik dan buruk ataupun gunjingan  ”

Jangan mendengarkan pembicaraan yang menjelek-jelekan orang lain, apalagi melakukan perbuatan itu.

Surat al Imran ayat : 139

 . وَلَا تَهِنُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَنْتُمُ الْاَعْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

Artinya: “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”

  1. Ojo gumunan, ojo getunan, ojo kagetan, ojo aleman.

” Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja “Petuah tersebut mengajarkan tentang pentingnya memiliki prinsip diri yang kuat. Seseorang yang tidak memiliki prinsip kuat, hidupnya laksana buih di atas lautan. Mudah diombang-ambing ke mana pun ombak menyeretnya.

Tanpa prinsip hidup yang kuat, seseorang gampang merasa kagum kepada sesuatu dan teperdaya, meskipun sesuatu yang dikagumi itu belum tentu baik. Mereka juga mudah menyesal, sehingga sedikit kegagalan membuatnya putus asa. Selain itu, mereka mudah terkejut menghadapi kenyataan baru, sehingga mudah merasa kelimpungan, juga manja. Sehingga, tidak ada semangat kemanat kemandirian dalam dirinya. Surat al-imran ayat: 103.

واعتصموا بحبل الله جميعا ولاتفرقوا

Artinya, “Berpegang teguhlah kalian semua dengan tali Allah dan jangan bercerai berai!”

  1. Surat Al-Baqarah ayat 216:

“Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu…”

Ayat ini mengajarkan bahwa kita tidak boleh heran dengan keputusan Allah, karena Allah mengetahui apa yang terbaik bagi kita.

Jangan Mudah Menyesal

  1. Surat Al-Hadid ayat 23:

“Agar kamu tidak berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu…”

Ayat ini mengajarkan kita untuk tidak terlalu larut dalam kesedihan atau penyesalan.

Jangan Mudah Terkejut

  1. Surat Al-Hadid ayat 22:

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya…”

Ayat ini mengajarkan bahwa segala sesuatu yang terjadi telah ditentukan oleh Allah, sehingga kita tidak perlu terkejut atau kaget.

Dalil-dalil ini dapat membantu kita untuk:

– Menerima segala sesuatu dengan sabar dan ikhlas

– Tidak terlalu larut dalam kesedihan atau penyesalan

– Tetap tenang dan tidak terkejut dengan kejadian yang tidak terduga

Semoga dalil-dalil ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi kita dalam menghadapi tantangan hidup!

  1. Ojo ketunggkul marang kalungguhan, kadonyan lan kemareman.

“Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi ”

Surat Muhammad ayat : 36اِنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗوَاِنْ تُؤْمِنُوْا وَتَتَّقُوْا يُؤْتِكُمْ اُجُوْرَكُمْ وَلَا يَسْـَٔلْكُمْ اَمْوَالَكُم             ,

Artinya, “Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau. Jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta hartamu.

  1. Ojo kuminter mundak keblinger, ojo cidra mundak cilaka.

” Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka ”

Jangan Merasa Pandai

  1. Surat Al-Qasas ayat : 78

“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu tidak dapat menembus bumi dan tidak akan sampai setinggi gunung.”

Ayat ini mengajarkan bahwa kita tidak boleh merasa pandai atau sombong, karena Allah adalah yang Maha Tahu dan Maha Kuasa.

Jangan Berbuat Curang

  1. Surat Al-Mutaffifin ayat 1-3:

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.”

Ayat ini mengingatkan kita akan bahaya berbuat curang dan mengurangi hak orang lain.

Akibat Berbuat Curang

  1. Surat Al-A’raf ayat 56

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya…”

Ayat ini mengajarkan bahwa berbuat curang dan kerusakan dapat membawa celaka bagi diri sendiri dan orang lain.

Dalil-dalil ini dapat membantu kita untuk:

– Menjaga sikap rendah hati dan tidak sombong

– Berbuat adil dan jujur dalam segala hal

– Menghindari perilaku curang dan kerusakan

Semoga dalil-dalil ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik! Kita sebagai manusia hendaknya menyadari bahwa kita punya kelemahan, tapi jangan kemudian dijadikan excuse untuk berbuat dosa. Surat an-najm ayat 32,

اَلَّذِيْنَ يَجْتَنِبُوْنَ كَبٰۤىِٕرَ الْاِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ اِلَّا اللَّمَمَۙ اِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِۗ

Artinya’ Yaitu mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh, Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya.

  1. Ojo adigang, adigung, adiguno.

” Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti “.

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍ

Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.

  1. Sepiro duwurmu ngudi kawruh, sepiro jeromu ngangsu ngilmu, sepiro akehe guru ngajimu tembe mburine mung arep ketemu marang sejatine awake dewe.

“seberapa tinggimu mencari pengetahuan, seberapa dalammu menuntut ilmu, seberapa banyak guru yang mengajarmu, tetap bergantung pada dirimu sendiri” kita harus tetap Menghormati orang tua dan leluhur,  Mengembangkan sifat sabar dan ikhlas, Membangun hubungan yang harmonis dengan orang lain dan Melestarikan lingkungan dan budaya.

Di atas langit masih ada langit Salam berbahagia dan seduluran sak lawase semuanya salam sehat selalu. Penerapan Budaya Jawa dalam Kehidupan Sehari-hari.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button