Artikel

Nikmat Allah Yang Unlimited: Anugerah Tanpa Batas Bagi Setiap Manusia

Oleh : Panji Permono, ST

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering kali sibuk mengejar karier, harta, popularitas, atau kenikmatan dunia lainnya. Namun di balik segala hiruk-pikuk kehidupan, ada satu realitas besar yang kerap terlupakan: nikmat Allah yang tidak terhitung jumlahnya, meliputi setiap detik kehidupan manusia. Nikmat itu begitu banyak, begitu luas, dan begitu halus sehingga manusia sering tak menyadarinya. Allah ﷻ berfirman:

وَاٰتٰىكُمْ مِّنْ كُلِّ مَا سَاَلْتُمُوْهُۗ وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كَفَّارٌ ࣖ

Artinya : Dia telah menganugerahkan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat zalim lagi sangat kufur. (QS Ibrohim ayat 34)

وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا ۗاِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Artinya : Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS An Nahl ayat 18)

Ayat ini bukan sekadar ungkapan hiperbolis. Ulama salaf menegaskan: “Ayat ini bukan sekedar menunjukkan banyak, tetapi menunjukkan ketidakmampuan manusia menghitungnya, sekalipun ia berusaha seumur hidup.” Nikmat Allah bukan hanya banyak, tetapi tak terbatas (unlimited).

Nikmat Terbesar yaitu Iman dan Tauhid

Nikmat pertama dan paling agung yang Allah berikan kepada manusia adalah nikmat iman, nikmat mengenal Allah, nikmat bertauhid. Alloh SWT berfirman :

يَمُنُّوْنَ عَلَيْكَ اَنْ اَسْلَمُوْا ۗ قُلْ لَّا تَمُنُّوْا عَلَيَّ اِسْلَامَكُمْ ۚبَلِ اللّٰهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ اَنْ هَدٰىكُمْ لِلْاِيْمَانِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

Artinya : Mereka merasa berjasa kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, “Janganlah merasa berjasa kepadaku dengan keislamanmu. Sebenarnya Allahlah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan, jika kamu orang-orang benar.” ( QS Al Hujurot ayat 17)

Iman adalah nikmat yang tidak dapat dibeli dengan harta. Para ulama salaf mengatakan: “Seandainya ahli dunia mengetahui lezatnya iman, niscaya mereka akan berebut mengambilnya walaupun dengan pedang.” – Hasan Al-Bashri. Tanpa iman, seluruh nikmat dunia hanya akan menjadi kesenangan sesaat yang berakhir dengan penyesalan abadi.

Nikmat Kehidupan yaitu Napas yang Terus Mengalir

Setiap helaan napas adalah nikmat yang tak bisa dihitung. Bahkan menurut Ibnul Qayyim: “Antara dua helaan napas saja terdapat banyak nikmat yang tak dapat dilihat.” Jantung yang berdetak tanpa diminta. Paru-paru yang mengembang tanpa henti. Darah yang mengalir tanpa disuruh. Siapa yang menggerakkannya? Siapa yang menjaganya? Siapa yang mengatur ritmenya? Tidak ada jawabannya kecuali: Allah.

Nikmat Indra dan Akal adalah Jendela Besar Kehidupan

Allah SWT berfirman:

قُلْ هُوَ الَّذِيْٓ اَنْشَاَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ

Artinya : Katakanlah, “Dialah Zat yang menciptakanmu dan menjadikan bagimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani. (Akan tetapi,) sedikit sekali kamu bersyukur.” ( QS Al Mulk ayat 23)

Coba bayangkan:Tanpa mata, warna dunia hilang.Tanpa telinga, suara kehidupan lenyap. Tanpa akal, manusia kehilangan arah. Ulama mengatakan: “Barangsiapa kehilangan satu dari tiga nikmat ini, maka hilang separuh dari hidupnya.”Namun, siapa yang setiap hari bersyukur ketika memejamkan mata lalu membukanya kembali?

Nikmat Rezeki Dari Setetes Air Hingga Butiran Nasi

Allah menurunkan rezeki dengan cara yang penuh rahmat:

۞ وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Artinya : Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya.350) Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauhulmahfuz). (QS Hud ayat 6 )

Ulama salaf menafsirkan ayat ini: “Allah memberi rezeki bahkan sebelum manusia memintanya.”Minuman yang segar, nasi yang mengenyangkan, buah-buahan yang manis, semua itu datang dari bumi, hujan, cahaya matahari, angin, dan tanah yang Allah suburkan. Siapa yang dapat menciptakan sebutir nasi? Tidak ada. Namun Allah memberikannya setiap hari.

Nikmat Pakaian, Rumah, dan Keamanan

  1. An-Nahl: 81

وَاللّٰهُ جَعَلَ لَكُمْ مِّمَّا خَلَقَ ظِلٰلًا وَّجَعَلَ لَكُمْ مِّنَ الْجِبَالِ اَكْنَانًا وَّجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيْلَ تَقِيْكُمُ الْحَرَّ وَسَرَابِيْلَ تَقِيْكُمْ بَأْسَكُمْ ۚ كَذٰلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُوْنَ

Artinya : Allah menjadikan tempat bernaung bagi kamu dari apa yang telah Dia ciptakan. Dia menjadikan bagi kamu tempat-tempat tertutup (gua dan lorong-lorong sebagai tempat tinggal) di gunung-gunung. Dia menjadikan pakaian bagimu untuk melindungimu dari panas dan pakaian (baju besi) untuk melindungimu dalam peperangan. Demikian Allah menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).

Keamanan adalah nikmat yang hanya dirasakan ketika hilang. Tidur nyenyak tanpa takut pencuri, bepergian tanpa ancaman, hidup tanpa perang , semuanya adalah nikmat raksasa yang sering tak terlihat. Imam Asy-Syafi’i berkata: “Jika engkau terbangun dalam keadaan sehat dan aman, maka dunia telah dikumpulkan untukmu.”

Nikmat Keluarga dan Sahabat

QS An-Nahl: 72, Alloh berfirman :

وَاللّٰهُ جَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّجَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْ بَنِيْنَ وَحَفَدَةً وَّرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِۗ اَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُوْنَ وَبِنِعْمَتِ اللّٰهِ هُمْ يَكْفُرُوْنَۙ

Artinya : Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri, menjadikan bagimu dari pasanganmu anak-anak dan cucu-cucu, serta menganugerahi kamu rezeki yang baik-baik. Mengapa terhadap yang batil mereka beriman, sedangkan terhadap nikmat Allah mereka ingkar?

“Allah menjadikan bagi kalian pasangan-pasangan dan anak-anak keturunan.” Tanpa keluarga, manusia akan rapuh. Tanpa sahabat, manusia akan kesepian. Ada ibu yang mendoakan, anak yang menyayangi, pasangan yang mendampingi, semuanya adalah karunia yang tidak ternilai.

Nikmat Spiritual: Tenang, Hidayah, dan Taufiq

Nikmat batin sering tidak terlihat, tetapi pengaruhnya sangat besar. Nikmat taufiq untuk berbuat baik. Nikmat dijauhkan dari maksiat. Nikmat hati yang lapang. Nikmat mampu shalat, berzikir, membaca Qur’an. Ulama salaf berkata: “Jika Allah menolongmu untuk taat kepada-Nya, itu lebih besar dari seluruh nikmat dunia.” Sufyan Ats-Tsauri

Nikmat Alam Semesta yang Mengelilingi Kita

Cahaya matahari, hujan, udara, oksigen, bulan, malam, siang, bumi, hewan ternak, buah-buahan — semua ini disebutkan Allah secara berulang dalam Surah An-Nahl, hingga para ulama menamainya: “Surah an-Ni’am” Surah Nikmat.” Tanpa matahari: bumi beku. Tanpa udara: manusia mati. Tanpa air: kehidupan berhenti. Semua bekerja dengan takaran yang sempurna.

Mengapa Nikmat Allah Tidak Dapat Dihitung?

Karena jumlahnya melampaui batas. Karena banyak nikmat tidak disadari. Karena nikmat hadir setiap detik, bukan per hari. Karena setiap nikmat memiliki turunan nikmat lain. Karena manusia tidak mampu membalas satu nikmat pun secara sempurna. Sebagaimana dikatakan oleh Ibn Jauzi: “Bagaimana mungkin manusia menghitung nikmat, sementara ia tidak mampu menghitung nikmat satu detak jantungnya?”

Apa yang Allah Inginkan dari Kita? Satu Hal: Syukur

Syukur bukan sekadar ucapan “Alhamdulillah”. Syukur mencakup: Syukur dengan hati: mengakui semua berasal dari Allah. Syukur dengan lisan: memuji dan berzikir. Syukur dengan amal: menggunakan nikmat untuk taat kepada Allah. Allah berjanji dalam firman-Nya:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya : (Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”(QS. Ibrahim: 7)

Renungan untuk Hati

Setiap hari Allah memberi nikmat yang tak terhitung. Namun sedikit hamba yang mau kembali kepada-Nya.

Saba’ ayat 13, Alloh berfirman

يَعْمَلُوْنَ لَهٗ مَا يَشَاۤءُ مِنْ مَّحَارِيْبَ وَتَمَاثِيْلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُوْرٍ رّٰسِيٰتٍۗ اِعْمَلُوْٓا اٰلَ دَاوٗدَ شُكْرًا ۗوَقَلِيْلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ

Artinya : Mereka (para jin) selalu bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan kehendaknya. Di antaranya (membuat) gedung-gedung tinggi, patung-patung, piring-piring (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap (di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Daud untuk bersyukur. Sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang banyak bersyukur.

Semoga kita termasuk hamba yang sedikit itu. Nikmat Allah unlimited. Syukur kita terbatas. Namun rahmat Allah selalu mendahului murka-Nya. Semoga kita mampu mensyukuri setiap hembusan napas, setiap detak jantung, setiap kesempatan hidup hingga dijadikan Allah sebagai hamba yang dicintai-Nya.

Ditulis oleh : Panji Permono, ST ( Mahasiswa Sekolah Tabligh PWM Jawa Tengah dari Banjarnegara tahun 2025)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button