Ilmu Itu Penting, Tapi Adab Jangan Dilupakan

Oleh : Rizqi Mubarok, S.H (Sekolah Tabligh PWM Jawa Tengah Kelas Banjarnegara dan Mudir MBS Kalibening)
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
Segala puji hanya bagi Allah ﷻ yang telah memuliakan manusia dengan ilmu dan adab. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, sosok tauladan terbaik yang mengajarkan ilmu dan menanamkan adab kepada umatnya.
Saudaraku kaum muslimin dan muslimat semoga dirahmati Allah,
Islam sangat menekankan pentingnya ilmu. Hal ini dibuktikan dengan wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah perintah untuk membaca:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”
(QS. Al-‘Alaq: 1)
Ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan kehidupan, membedakan antara yang benar dan yang salah. Apabila manusia hidup tanpa ilmu, maka ia akan tersesat.
Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)
Akan tetapi, sepenting apa pun ilmu, ia harus didasari dengan adab (etika). Karena ilmu tanpa adab akan membuat seseorang sombong, keras hati, bahkan menyesatkan orang lain.
Adab dulu baru Ilmu
Para ulama salaf sangat menekankan adab sebelum mendalami ilmu.
Imam Malik رحمه الله pernah berkata kepada seorang pemuda:
تَعَلَّمِ الْأَدَبَ قَبْلَ أَنْ تَتَعَلَّمَ الْعِلْمَ
“Pelajarilah adab sebelum engkau mempelajari ilmu.”
Adab adalah fondasi yang menopang ilmu. Sebagaimana sebuah bangunan, ilmu adalah isinya, sedangkan adab adalah pondasinya. Jika pondasinya lemah, maka bangunan itu akan mudah roboh.
Contoh akibat Seseorang yang berilmu namun tidak beradab : seorang santri meremehkan gurunya, menyepelekan sesama, atau menyombongkan diri. Ini bukan adab seorang penuntut ilmu yang sejati.
Imam Syafi’i رحمه الله berkata:
كنت أصفح الورقة بين يدي وكيع صفحًا رقيقًا هيبة له لئلا يسمع وقعها
“Aku membalik lembaran di depan guruku Waki’ dengan sangat pelan karena segan kepadanya agar ia tidak mendengar suara lembaran itu.”
Kalua kita perhatikan, bagaimana para ulama besar begitu menjunjung tinggi adab di hadapan guru mereka. Mereka sadar bahwa keberkahan ilmu didapatkan dengan bertawadhu kepada guru.
Penutup
Saudaraku kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah,
Mari kita jadikan ilmu dan adab sebagai dua sayap dalam hidup kita. Jangan biarkan ilmu menjauhkan kita dari akhlak. Ilmu yang benar akan melahirkan kesantunan, bukan kesombongan. Adab yang baik akan mengantarkan ilmu kepada keberkahan dan manfaat.
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita semua termasuk golongan penuntut ilmu yang beradab, serta para muballigh yang rendah hati dan penuh kasih.




