Artikel

Apa Yang Harus Dilakukan Seorang Muslim Ketika Negeri Tak Lagi Aman

 

Segala puji bagi Allah SWT, yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya, serta seluruh orang yang mengikuti petunjuknya hingga hari kiamat.

Saudara-saudaraku seiman, hidup dalam keadaan aman dan tenteram adalah nikmat besar dari Allah SWT. Sebaliknya, kekacauan, konflik, dan perpecahan adalah musibah besar yang sangat berbahaya bagi agama dan dunia kaum muslimin. Dalam kondisi negara sedang kacau, seorang muslim harus memiliki sikap yang benar, agar dirinya selamat dari fitnah dan tidak menambah kerusakan.

  1. Tetap Bersabar dan Menjaga Iman

Dalam kondisi penuh fitnah, seorang muslim diperintahkan untuk bersabar, menjaga agama, dan tidak terbawa arus provokasi. Rasulullah SAW telah mengingatkan:

إِنَّهُ سَتَكُونُ فِتَنٌ، أَلَا ثُمَّ تَكُونُ فِتْنَةٌ، الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ، وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْمَاشِي، وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي

“Akan terjadi berbagai fitnah. Ketahuilah, ketika fitnah itu datang, orang yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan yang berjalan lebih baik daripada yang berlari.”

(HR. al-Bukhari no. 7082, Muslim no. 2886)

Hadits ini menunjukkan bahwa sikap terbaik ketika muncul fitnah dan kekacauan adalah menjauh darinya, bukan justru ikut menyuburkannya.

  1. Menjaga Lisan dan Tidak Ikut Menyebarkan Fitnah

Banyak kerusakan dalam masa kacau justru muncul dari lisan dan tulisan. Komentar, hujatan, dan berita bohong bisa menjadi api yang membakar persatuan umat. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”

(HR. al-Bukhari no. 6018, Muslim no. 47)

Maka, seorang muslim lebih baik diam daripada menyebarkan ujaran yang menambah kekacauan.

  1. Menasihati Pemimpin dengan Cara yang Baik

Ketika keadaan negara kacau, tentu masyarakat mudah menyalahkan pemimpin. Namun, Islam mengajarkan agar kita tetap memberikan nasihat dengan cara yang lembut, bukan mengumbar aib pemimpin di muka umum.

Imam al-Barbahari rahimahullah berkata:

“Jika engkau melihat seorang manusia mendoakan keburukan untuk pemimpin, maka ketahuilah bahwa ia pengikut hawa nafsu. Jika engkau melihat ia mendoakan kebaikan bagi pemimpin, maka ketahuilah bahwa ia pengikut sunnah.”

Hal ini sejalan dengan sabda Nabi SAW:

خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ… وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ

“Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian… dan seburuk-buruk pemimpin kalian adalah yang kalian benci dan mereka membenci kalian.”

(HR. Muslim no. 1855)

Maka kewajiban kita adalah mendoakan kebaikan untuk pemimpin, bukan memprovokasi pemberontakan.

  1. Menjaga Persatuan Umat

Ulama salaf sangat menekankan agar kaum muslimin tidak terpecah belah dalam keadaan fitnah. Abdullah bin Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Berpeganglah kalian kepada jamaah, karena sesungguhnya tangan Allah bersama jamaah.”Perpecahan hanya akan memudahkan musuh Islam untuk menghancurkan umat. Karena itu, persatuan adalah benteng keamanan.

  1. Memperbanyak Doa dan Ibadah

Dalam keadaan kacau, seorang muslim tidak boleh sibuk hanya dengan urusan dunia. Ia harus lebih mendekat kepada Allah SWT, memperbanyak doa, istighfar, shalat, dan amal saleh. Sebab, tidak ada yang bisa mengangkat musibah kecuali Allah SWT.

Imam Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:

“Sesungguhnya para pemimpin adalah hukuman dari Allah. Jika mereka baik, maka itu karena kebaikan kalian. Jika mereka buruk, maka itu karena keburukan kalian. Maka berdoalah kepada Allah agar memperbaiki mereka, karena sesungguhnya kekuasaan mereka tidak bisa dihilangkan kecuali dengan doa.”

Penutup

Saudaraku seiman, ketika negara sedang kacau, kewajiban seorang muslim adalah tetap bersabar, menjaga iman, menahan lisan, menasihati pemimpin dengan cara baik, menjaga persatuan umat, dan memperbanyak doa. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebab kerusakan, tetapi jadilah bagian dari solusi dengan mendekat kepada Allah dan menebar kedamaian.

Semoga Allah SWT menjaga negeri-negeri kaum muslimin, memperbaiki pemimpin mereka, dan menyatukan hati umat di atas kebenaran

Rohman (Ketua PRPM Pesantren, Peserta Sekolah Tabligh PWM Jateng Kelas Banjarnegara)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button