
Oleh Andik Susanto, SPt
Beberapa minggu yang lalu saya menyimak sebuah vidio di youtube , oleh seorang konten creator yang biasa membuat konten konten dakwah, beliau juga aktif menjadi nara
sumber acara acara kajian keislaman. Vidio tersebut membahas tentang konflik palaestina tentunya dalam sudut pandang beliau,dalam potongan vidio tersebut salah satu nya membahas tentang pejuang pejuang Palestina, salah satu yang dibahas Adalah Hammas, kami yang menyimak vidio tersebut akhir nya mengernyitkan dahi dan kurang sepakat dengan bahasan dia tentang Hammas, tone tone negatip dia lontarkan tentang Hammas, yang seperti mendown grade peran Hammas di Gaza, yang kami Simak kurang didukung dengan data atau pengetahuan tentang Geopolitik Konflik di Timur Tengah sepertinya masih minim.
Akhirnya pun saya pada satu Kesimpulan kurang sepakat dengan yang iya lontarkan tersebut. Beragam opiini pun di kolom komentar. Dalam kontek tersebut saya bertanya dalam hati kenapa dia memandang sudut pandang dari hal tersebut, kenapa dia yang dikenal aktif berdakwah tidak memendang pada sisi yang lain, misalnya dari sisi ihtiarnya para pejuang Gaza dalam melawan genosida , saya yakin sebenarnya dia juga anti dengan zionis,akhirny saya pada satu Kesimpulan mungkin dia tidak suka dengan Hammas atau memang pemahaman geopolitiknya masih kurang.
Namun begitu apa gak seyogyanya bersikap adil dalam memandang case tersebut,ketika ada kelompok yang berjuang membela kaum Muslimin di Gaza tetapi memberikan tone tone yang kurang positip,mengapa tidak memberikan support atau opini yang positip , tidak sedikit yang menyayangkan komentar nya tersebut , itulah kenapa Allah memerintahkan kepada kita agar kita berbuat adil meski kepada orang yang tidak kita sukai , firman Allah dalam Surat almaidah ayat 8
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.B Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Ayat Tesebut memerintahkan secara lugas meskipun ada ketidak sukaan pada seseorang atau kelompok kita disuruh berbuat adil. Adil berarti menempatkan sesuatu secara proposional memandang sesuatu tidak persial tapi komprehensif.
Kejadian tersebut mungkin hanya salah satu contoh banyak kejadian kejadian di tengah tengah kita ataupun kita pernah mengalami atau sebagai pelaku berbuat tidak adil karena ketidak sukaan kita. Namun jalan taqwa memang tidaklah mudah, tetapi ingat berbuat adil itu lebih dekat dengan Taqwa. Apalagi para pemimpin pemimpin yang mendapat Amanah mengurusi rakyat nya,mereka di tuntut bisa berbuat aadil kepada rakyatnya. pertanggung jawaban di akhirat tidak ringan , hisab kepemimpinanaya sangat berat Namun apabila kita bisa melakukan nya maka kita sedang mencontoh para utusan Allah, sebagaiman firman allah dalam Alqur’an surat alhaadid 25
لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ۖ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
Artinya: “Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami menurunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Kami menurunkan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan berbagai manfaat bagi manusia agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.”




