
Negara-Negara Eropa: Di Mana Pertumbuhan Muslim Paling Terlihat?
Perkembangan tersebut tidak seragam. Dalam dataset Pew yang diperbarui pada 2026, Austria, Swedia dan Prancis memperlihatkan kenaikan pangsa Muslim yang cukup jelas antara 2010 dan 2020. Jerman, Belgia, Spanyol dan Italia juga meningkat, tetapi dengan besaran berbeda.
| Negara | Muslim 2010 | Muslim 2020 | Kenaikan |
|---|---|---|---|
| Swedia | 4,5% | 8,1% | +3,6 poin |
| Austria | 5,4% | 8,3% | +2,9 poin |
| Prancis | 6,6% | 9,1% | +2,5 poin |
| Belgia | 5,1% | 6,8% | +1,7 poin |
| Spanyol | 2,1% | 3,6% | +1,5 poin |
| Jerman | 5,1% | 6,5% | +1,4 poin |
| Italia | 3,4% | 4,4% | +1,0 poin |
Bagaimana Kondisinya Sampai 2026?
Di sinilah kehati-hatian ilmiah sangat penting. Tahun 2026 adalah tahun publikasi dan pembaruan sejumlah statistik, bukan berarti semua negara telah memiliki data komposisi agama untuk 2026. Pew menyatakan bahwa proyeksi baru setelah 2020 belum tersedia. Karena itu, angka “persentase Muslim Eropa tahun 2026” tidak boleh dibuat dengan ekstrapolasi sederhana. Yang dapat dilakukan adalah menyajikan data terbaru masing-masing sumber yang tersedia sampai 2026.
| Sumber / Wilayah | Tahun Data Terbaru | Angka Utama | Status pada 2026 |
|---|---|---|---|
| Pew — seluruh Eropa | 2020 | 46 juta Muslim; 6,0% penduduk Eropa | Dataset komparatif terbaru masih 2010–2020; tabel diperbarui/dilengkapi pada 2026. |
| Austria | 2021 untuk komposisi agama; 2025 untuk arus keluar/masuk agama tertentu | Islam 8,3% atau ±746 ribu pada 2021 | Halaman Statistik Austria diperbarui 24 September 2026. |
| Inggris & Wales | 2021 | 3,9 juta Muslim; 6,5%, naik dari 3,0% pada 2001 dan 4,8–4,9% pada 2011 | Sensus 2021 masih menjadi data agama resmi terbaru. |
| Belanda (usia 15+) | 2024 | Muslim 7%; pada 2010 sekitar 5% | CBS merevisi angka dengan metodologi pembobotan baru pada 13 Maret 2026. |
| Jerman | 2019 | 5,3–5,6 juta Muslim berlatar migrasi dari negara mayoritas Muslim; 6,4–6,7% | Studi BAMF tetap menjadi salah satu estimasi resmi utama. |
| Uni Eropa — migrasi | 2024 | 4,2 juta imigran datang dari negara non-UE | Diterbitkan Eurostat pada Februari 2026. Angka ini bukan jumlah Muslim, karena Eurostat tidak mengklasifikasikan migran tersebut berdasarkan agama. |
Mengapa Populasi Muslim Bertambah?
Data terbaru menunjukkan bahwa pertumbuhan Muslim Eropa terutama berkaitan dengan kombinasi migrasi, struktur umur yang lebih muda, pertumbuhan alami penduduk dan keberlanjutan identitas antargenerasi. Pew memperkirakan median usia Muslim Eropa pada 2020 sekitar 34 tahun, sedangkan Kristen sekitar 45 tahun. Struktur usia yang lebih muda berarti proporsi penduduk dalam usia membentuk keluarga relatif lebih besar.
Konversi ke Islam tetap merupakan fenomena nyata. Pengalaman menyaksikan orang Austria atau Eropa bersyahadat setelah shalat Jumat di Innsbruck dapat ditempatkan sebagai kesaksian sosial yang berharga. Namun data demografi tidak mendukung kesimpulan bahwa konversi merupakan penyebab utama pertumbuhan Muslim Eropa. Sebaliknya, migrasi dan dinamika demografi mempunyai pengaruh yang lebih besar.
Kesimpulan: Dari 1971 hingga Data yang Tersedia pada 2026
Jika ditarik dari data historis Austria sejak 1971 sampai publikasi statistik yang tersedia pada 2026, perkembangan Islam di Eropa memang nyata. Austria berubah dari hanya 0,3% Muslim pada 1971 menjadi 8,3% pada 2021. Inggris dan Wales berubah dari 3,0% pada 2001 menjadi 6,5% pada 2021. Di Belanda, survei resmi menunjukkan kenaikan dari sekitar 5% pada 2010 menjadi 7% pada 2024 untuk penduduk usia 15 tahun ke atas. Dalam skala seluruh Eropa, dataset harmonis terbaru memperlihatkan Muslim naik dari 5,3% pada 2010 menjadi 6,0% atau sekitar 46 juta pada 2020.
Dengan demikian, sampai data yang tersedia pada 2026, kesimpulan yang paling dapat dipertanggungjawabkan adalah bahwa komunitas Muslim Eropa terus menjadi bagian yang semakin penting dalam demografi dan kehidupan sosial Eropa. Namun Eropa bukan sekadar bergerak dari Kristen menuju Islam. Perubahan yang jauh lebih besar adalah terbentuknya masyarakat yang semakin plural sekaligus semakin sekuler, dengan meningkatnya kelompok tanpa afiliasi agama.
Naskah lengkap dengan uraian lebih rinci dapat diunduh melalui tautan berikut.
Hikmah bagi Dakwah Muhammadiyah
Perubahan masyarakat Eropa memberi pelajaran bahwa dakwah tidak cukup hanya mengandalkan ceramah normatif. Masyarakat yang semakin plural dan sekuler membutuhkan pendekatan yang rasional, dialogis, santun, dan relevan dengan persoalan nyata. Bagi mubaligh dan warga Muhammadiyah, dakwah perlu tampil melalui keteladanan akhlak, profesionalitas, kepedulian sosial, kejujuran ilmiah, serta kemampuan menjelaskan Islam secara jernih tanpa sikap berlebihan terhadap agama atau kelompok lain.
Pertumbuhan komunitas Muslim di Eropa juga mengingatkan pentingnya pembinaan setelah seseorang tertarik atau masuk Islam. Dakwah tidak berhenti pada syahadat, tetapi perlu dilanjutkan dengan pendampingan ibadah, pendidikan dasar Islam, penguatan keluarga, komunitas yang ramah, dan ruang bertanya yang aman. Dalam konteks ini, pengalaman Muhammadiyah dalam pendidikan, pelayanan kesehatan, kegiatan sosial, dan dakwah berbasis ilmu dapat menjadi model pendekatan yang mudah diterima masyarakat modern.
Bagi warga Muhammadiyah di Indonesia, situasi Eropa juga menjadi pengingat bahwa masa depan dakwah sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia. Mubaligh perlu menguasai bahasa asing, literasi digital, ilmu pengetahuan, budaya lokal, dan kemampuan berdialog dengan masyarakat lintas agama maupun mereka yang tidak beragama. Dakwah yang kuat bukan sekadar memperbanyak simbol, tetapi menghadirkan Islam sebagai rahmat melalui perilaku, pelayanan, ilmu, dan kontribusi nyata bagi kehidupan bersama.
Pelajaran pentingnya: dakwah di masyarakat modern akan lebih kuat ketika Islam hadir sebagai teladan yang cerdas, ramah, berilmu, memberi solusi, dan menghormati martabat setiap manusia.
Sumber Rujukan
- Statistik Austria — Religionsbekenntnis, data historis 1951–2021 dan pembaruan 2026.
- Pew Research Center — Religion in Europe, 2010–2020.
- Pew Research Center — Religious Composition by Country, 2010–2020; tabel dilengkapi pada 2026.
- Office for National Statistics — Religion, England and Wales: Census 2021.
- BAMF — Muslim Life in Germany 2020.
- CBS Netherlands — Religious affiliation, data 2024; revised March 2026.
- Eurostat — EU received 4.2 million immigrants in 2024, published February 2026.




