Khutbah Jumat: 3 Pelajaran Muharram Untuk Menjadi Muslim yang Lebih Baik
Oleh: Ustadz Ahmad Wildan, S.Sos. (Ketua Korps Mubaligh Muhammadiyah Kab. Rembang)

Khutbah Pertama
إِنَّ الحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِيْرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَ نَبِيَ وَلَا رَسُولَ بَعْدَهُ
اللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينْ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسِانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ
أَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى
قَالَ تَعَالَى فِي القُرْآنِ الكَرِيمِ : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Alhamdulillāh, segala puji hanya milik Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā, Tuhan semesta alam. Dialah yang telah melimpahkan kepada kita begitu banyak nikmat dan karunia-Nya — nikmat iman, nikmat Islam, nikmat sehat, dan kesempatan untuk kembali menapaki hari yang penuh keberkahan ini. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya semata.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wasallam, suri teladan sepanjang masa, pembawa cahaya kebenaran, yang telah menyelamatkan umat manusia dari kegelapan menuju cahaya iman dan petunjuk Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan itulah bekal terbaik dalam kehidupan di dunia, di alam kubur, dan pada hari ketika kita semua berdiri di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Kita masih berada di bulan Muharram, salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah. Walaupun tahun baru Islam telah berlalu beberapa hari, tetapi pelajaran Muharram tidak berhenti pada tanggal 1 Muharram saja. Justru bulan ini mengajarkan kepada kita bagaimana menjadi Muslim yang lebih baik.
Pada kesempatan khutbah ini, ada 3 pelajaran Muharram untuk menjadi Muslim yang lebih baik.
Pelajaran Pertama: Muharram Mengajarkan Muhasabah
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Muharram menandai pergantian tahun hijriah. Setiap pergantian tahun seharusnya mengingatkan kita bahwa umur kita berkurang, bukan bertambah. Yang bertambah hanyalah angka tahun, sedangkan jatah hidup kita semakin sedikit.
Karena itu Muharram mengajarkan muhasabah, yaitu mengoreksi diri, mengevaluasi amal, dan menilai perjalanan hidup kita. Sudahkah salat kita semakin baik? Sudahkah lisan kita lebih terjaga? Sudahkah kita memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur’an, dan menunaikan amanah dengan baik?
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۚ إِنَّ اللّٰهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”
(QS. Al-Hasyr: 18)
Ayat ini mengajarkan agar kita tidak menjalani hidup dengan asal-asalan. Seorang mukmin harus punya waktu untuk bertanya kepada dirinya:
dosa apa yang belum ditaubati,
kewajiban apa yang masih dilalaikan,
hak siapa yang belum ditunaikan,
dan amal apa yang sudah disiapkan untuk akhirat.
Maka pelajaran pertama dari Muharram adalah: jangan biarkan waktu berjalan tanpa muhasabah.
Pelajaran Kedua: Muharram Mengajarkan Taubat dan Hijrah
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Muharram juga mengingatkan kita pada hijrah. Hijrah bukan hanya kisah perpindahan Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah, tetapi juga pelajaran bagi kita untuk berpindah dari keburukan menuju kebaikan, dari maksiat menuju taat, dari kelalaian menuju kesungguhan beribadah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللّٰهُ عَنْهُ
“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Inilah hijrah yang paling dekat dengan kehidupan kita.
Kalau selama ini salat masih sering ditunda, maka berhijrahlah menjadi orang yang menjaga salat.
Kalau selama ini lisan masih suka ghibah, dusta, dan menyakiti orang lain, maka berhijrahlah menjaga lisan.
Kalau selama ini mata, telinga, hati, dan tangan masih digunakan untuk hal-hal yang tidak diridhai Allah, maka berhijrahlah menuju ketaatan.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Jangan menunggu sempurna untuk bertaubat. Jangan menunggu tua untuk berubah. Jangan menunggu sakit untuk kembali kepada Allah. Sebab kita tidak pernah tahu apakah masih diberi kesempatan bertemu Muharram tahun depan atau tidak.
Maka pelajaran kedua dari Muharram adalah: jadikan bulan ini sebagai momentum taubat dan hijrah menuju ketaatan.
Pelajaran Ketiga: Muharram Mengajarkan Semangat Amal Saleh
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Muharram bukan hanya bulan untuk merenung, tetapi juga bulan untuk memperbanyak amal saleh. Rasulullah ﷺ bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللّٰهِ الْمُحَرَّمُ
“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa Muharram adalah bulan yang agung dan penuh peluang pahala. Karena itu, orang yang ingin menjadi Muslim yang lebih baik tidak cukup hanya punya niat, tetapi harus dibuktikan dengan amal nyata.
Mulailah dari amal-amal yang sederhana tetapi istiqamah:
menjaga salat lima waktu,
memperbanyak membaca Al-Qur’an,
membiasakan istighfar dan dzikir,
memperbanyak sedekah,
memperbaiki akhlak kepada keluarga dan tetangga,
serta menjauhi pertengkaran, hasad, dan permusuhan.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Muharram mengajarkan kepada kita bahwa awal perubahan yang baik harus diisi dengan amal yang baik pula. Jangan sampai tahun berganti, tetapi ibadah kita tidak bertambah, akhlak kita tidak membaik, dan dosa-dosa kita tetap dipelihara.
Maka pelajaran ketiga dari Muharram adalah: isi bulan ini dengan semangat amal saleh dan istiqamah dalam kebaikan.
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Semoga Allah menjadikan Muharram ini sebagai bulan perubahan bagi kita semua; perubahan dalam ibadah, akhlak, keluarga, dan seluruh perjalanan hidup kita.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah kedua
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَنَا وَاِيَّكُمْ عِبَادِهِ الْمُتَّقِيْنَ وَاَدَّبَنَا بِالْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ الَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ : فَيَا اَيُّهَا النَّا سُ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. وَقَالَ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلاَءِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِي يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا, اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَا بِهِ اَجْمَعِيْنَ, وَارْضَى عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذَا الشَّهْرِ الْمُبَارَكِ مِنَ التَّائِبِيْنَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ.
اللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا.
اللّٰهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ، وَارْزُقْنَا تَوْبَةً نَصُوْحًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، وَعَمَلًا صَالِحًا مُتَقَبَّلًا.
اللّٰهُمَّ احْفَظْ أَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَعْمَارِنَا وَأَعْمَالِنَا، وَاجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.




