BeritaDinamika PesyarikatanDinamika Tabligh

Isra’ Mi’raj: Momentum Perkuat Akidah dan Ibadah dalam Kajian Salembo PDM Banjarnegara

​BANJARNEGARA – Majlis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banjarnegara kembali menyelenggarakan Kajian Selasa Malam Rabu (SALEMBO) secara daring pada Selasa (6/1/2026). Kajian rutin ini menjadi sarana literasi keislaman yang menghadirkan para pakar, cendekiawan, serta ulama di lingkungan Muhammadiyah Banjarnegara.
​Pada edisi kali ini, Kajian Salembo menghadirkan narasumber Ust. M. Abdurasyid, seorang alumni MWI Kebarongan Kebumen yang kini tengah menempuh pendidikan di Sekolah Tabligh PWM Jawa Tengah. Menariknya, narasumber juga merupakan lulusan magister dari Universitas Pertahanan (Unhan). Jalannya acara dipandu oleh Ust. Agus Priyadi, selaku host yang juga bersetatus sebagai Mahasiswa Sekolah Tabligh PWM Jawa Tengah.

​Membedah Esensi Isra’ Mi’raj

​Mengusung tema “Isra’ Mi’raj sebagai Momentum untuk Memperkuat Akidah dan Ibadah”, Ust. Rasyid mengawali paparannya dengan menjelaskan pengertian Isra’ Mi’raj baik secara lughowi (bahasa) maupun istilahi (istilah). Dalam penjelasannya, ia merujuk pada Tafsir Al-Qurtubi dan Al-Baghowi untuk mengurai proses perjalanan agung Nabi Muhammad SAW sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Isra’ ayat 1.
​Ust. Rasyid menekankan bahwa esensi dari peristiwa Isra’ Mi’raj adalah Thoharoh (Penyucian) dan Shalat.
​”Isra’ Mi’raj memberikan pesan kepada kita untuk senantiasa menjaga kesucian, baik lahir maupun batin,” tuturnya.
​Secara lahiriah, umat Islam diminta menjaga kebersihan pakaian, tempat, dan badan agar terhindar dari kotoran dan najis. Sementara secara batin, jiwa dan hati harus dibersihkan dari penyakit hati seperti dengki, iri hati, takabur, dan sifat madzmumah lainnya yang dapat menghalangi pancaran hidayah Allah SWT.

​Shalat sebagai Parameter Ibadah

​Lebih lanjut, narasumber menjelaskan keistimewaan ibadah shalat yang diterima langsung oleh Nabi SAW tanpa perantara Malaikat Jibril. Shalat diposisikan sebagai parameter utama dalam beragama.
​”Shalat adalah ibadah yang pertama kali dihisab. Jika shalatnya baik, maka baik pula amal lainnya. Sebaliknya, jika shalatnya buruk, maka buruk pula ibadah lainnya. Selain itu, shalat adalah puncak dzikir bagi orang beriman agar hati menjadi tenteram,” tambah Ust. Rasyid.

Antusiasme Peserta

​Kajian yang berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 21.30 WIB ini berjalan khidmat. Antusiasme peserta terlihat saat sesi tanya jawab, di mana muncul berbagai pertanyaan mendalam mengenai teknis perjalanan Isra’ Mi’raj hingga tips mencapai shalat yang khusyuk.
​Semua pertanyaan dijawab secara tuntas oleh narasumber dengan landasan argumen aqli (logika) dan naqli (dalil Al-Qur’an dan Hadits). Kajian ini diharapkan mampu memberikan pencerahan serta penguatan akidah bagi warga Muhammadiyah dan umat Islam pada umumnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button