Artikel

Sabar Adalah Sebuah Cahaya yang Tak Pernah Padam

Oleh : Rio Fauzan (Mahasiswa Sekolah Tabligh PWM Jateng di Banjarnegara)

📅 Ahad, 12 April 2026 | 24 Syawal 1447 H

Seringkali kita mendengar kata Sabar, namun terkadang kita menyalahartikannya sebagai sikap menyerah atau pasif. Padahal dalam Islam, sabar berasal dari kata “Shabara” yang berarti menahan atau mengendalikan diri. Sabar adalah kekuatan jiwa untuk tetap teguh pada jalan Allah, tetap tegar saat diuji, dan tetap konsisten dalam ketaatan.

Allah SWT menegaskan bahwa kesabaran adalah kunci untuk mendapatkan pertolongan-Nya. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 153, Allah berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصَّابِرِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Para ulama membagi sabar menjadi tiga tingkatan utama yang harus kita miliki:

  1. Sabar dalam Ketaatan: Menahan diri dari rasa malas untuk tetap istiqomah beribadah. Shalat subuh tepat waktu saat mengantuk adalah sabar. Tetap jujur saat orang lain curang adalah sabar.
  2. Sabar dari Kemaksiatan: Menahan diri dari godaan hawa nafsu. Saat ada kesempatan untuk berbuat dosa namun kita menahan diri karena takut kepada Allah, itulah sabar yang sangat tinggi derajatnya.
  3. Sabar atas Ujian Takdir: Menahan lisan dari mengeluh dan hati dari berburuk sangka ketika musibah datang. Kita harus yakin bahwa di balik setiap ujian, Allah sedang merencanakan sesuatu yang indah.

Mengapa kita harus bersabar? Karena Allah menjanjikan balasan tanpa batas bagi mereka yang mampu melewatinya. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. Az-Zumar ayat 10:

اِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.”

Bahkan Rasulullah SAW menyebutkan bahwa sabar adalah anugerah terbaik bagi seorang manusia. Beliau bersabda: “Tidaklah seseorang diberikan suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas (keutamaannya) daripada kesabaran.” (HR. Bukhari & Muslim)

Sabar itu memang pahit di awalnya, namun ia berbuah manis di akhirnya. Sabar bukan berarti tidak merasa sakit, tapi sabar berarti tidak membiarkan rasa sakit itu menghentikan langkah kita menuju Allah.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button