Artikel

Perjalanan Pengajian Ahad Pagi Majelis Tabligh PCM Blimbing

Oleh: Sarwanto, S.Ag. Ketua Majelis Tabligh PCM Blimbing

Pengajian Ahad Pagi menjadi salah satu program unggulan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Blimbing Daerah Sukoharjo melalui Majelis Tabligh. Berawal dari gagasan dan dorongan warga Muhammadiyah di tingkat ranting, kegiatan ini terus berjalan secara rutin dan menjadi ruang pembinaan, silaturahmi, serta pencerahan bagi warga Muhammadiyah dan kaum muslimin di Cabang Blimbing dan sekitarnya.

Berawal dari Gagasan Kyai Yunus Muhammadi

Program Pengajian Ahad Pagi dan Korp Muballigh Muhammadiyah (KMM) Cabang Blimbing merupakan dua program unggulan Majelis Tabligh PCM Blimbing. Kedua program tersebut lahir dari inisiatif dan usulan Kyai Yunus Muhammadi, yang saat itu menjadi Penasihat Majelis Tabligh.

Gagasan Pengajian Ahad Pagi disampaikan Kyai Yunus Muhammadi dalam rapat pimpinan Majelis Tabligh PCM Blimbing pada 2 Januari 2017. Dalam rapat tersebut, beliau mengusulkan agar diadakan kajian rutin setiap Ahad pagi pukul 06.00 hingga 07.30 WIB.

Ketika itu, Ustadz Muh. Setiajid selaku Ketua Majelis Tabligh PCM Blimbing menawarkan kepada peserta musyawarah agar kegiatan dilaksanakan tidak setiap Ahad, yakni cukup dua pekan sekali. Namun, Kyai Yunus Muhammadi menegaskan bahwa jika kegiatan tersebut akan diadakan, maka harus dilakukan secara all out, sungguh-sungguh dan jangan tanggung-tanggung, artinya rutin setiap Ahad, insyaallah bisa.

Ustadz Sarwanto, S.Ag. kemudian mengusulkan agar kegiatan dicoba terlebih dahulu dan dievaluasi setiap bulan. Selanjutnya, Ustadz Nasri ditunjuk sebagai penanggung jawab Pengajian Ahad Pagi.

Gagasan tersebut akhirnya berkembang menjadi kegiatan yang istiqamah. Hingga 27 September 2026, Pengajian Ahad Pagi PCM Blimbing telah mencapai episode ke-456 atau berjalan sekitar sembilan tahun lima bulan.

Persiapan dan Launching Pengajian Ahad Pagi

Setelah diputuskan untuk mengadakan Pengajian Ahad Pagi, Majelis Tabligh PCM Blimbing melakukan berbagai persiapan. Salah satunya adalah sosialisasi kepada 32 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Cabang Blimbing.

Sosialisasi dilakukan melalui silaturahmi langsung ke rumah para ketua PRM untuk memobilisasi warga agar turut menyukseskan kegiatan tersebut. Selain itu, dilakukan pula persiapan sarana dan prasarana di Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo serta penyiapan muballigh untuk launching kegiatan Pengajian Ahad Pagi edisi perdana.

Pengajian Ahad Pagi kemudian dilaunching pada 2 April 2017 di kompleks Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo. Pembicara pertama adalah Prof. Dr. K.H. Khoiruddin Bashori, M.Si., Wakil Ketua LP2 Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Peluncuran tersebut dihadiri jamaah dalam jumlah besar, yang terdiri dari santri Pondok Pesantren Imam Syuhodo, delegasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Cabang Blimbing, serta masyarakat umum dari Kecamatan Polokarto dan sekitarnya. Jumlah jamaah pada saat peluncuran tercatat sekitar 1.500 hingga 2.000 orang.

Regenerasi Kepemimpinan Majelis Tabligh

Dalam perjalanan program tersebut, Majelis Tabligh PCM Blimbing juga mengalami pergantian kepemimpinan. Lima bulan setelah Pengajian Ahad Pagi berjalan, Ketua Majelis Tabligh PCM Blimbing, Ustadz Muh. Setiajid, yang lahir pada 8 Mei 1964, meninggal dunia karena sakit pada 4 September 2017 dalam usia 54 tahun.

Kepemimpinan Majelis Tabligh kemudian dilanjutkan oleh Ustadz Sarwanto, S.Ag. Lulusan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang lahir pada 3 Desember 1977 tersebut menjadi Ketua Majelis Tabligh PCM Blimbing sejak September 2017 hingga September 2026.

Dalam menjalankan amanah tersebut, Ustadz Sarwanto dibantu Ustadz Andika Rahmawan. Setelah Musyawarah Cabang Blimbing, Ustadz Andika Rahmawan menjadi Sekretaris PCM Blimbing sehingga posisi Sekretaris Majelis Tabligh kemudian dilanjutkan oleh Ustadz Giyarto, S.Pd., M.Pd.

Pembinaan Rutin dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Majelis Tabligh PCM Blimbing tidak membatasi pembicara hanya dari lingkungan Blimbing atau Sukoharjo. Pengajian Ahad Pagi juga menghadirkan pembicara dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) di luar Sukoharjo, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah dan sekitarnya, hingga Pimpinan Pusat Muhammadiyah beserta majelis-majelisnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah bahkan secara rutin memberikan pencerahan kepada warga Muhammadiyah Cabang Blimbing melalui Pengajian Ahad Pagi. Karena itu, kegiatan ini berkembang menjadi salah satu sarana pembinaan warga Muhammadiyah secara berkelanjutan.

Sejumlah pembicara yang pernah mengisi Pengajian Ahad Pagi antara lain Prof. K.H. Khoiruddin Bashori, M.Si., Prof. H. Amien Rais, H. Bachtiar Nasir, Lc., M.M., Syaikh Ali Jabir, Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc., M.A., dan berbagai tokoh lainnya.

Dari jajaran Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, pernah hadir Dr. H. Syakir Jamaludin, M.A., Dr. H. Okrisal Eka Putra, Lc., M.A., Dr. H. Fahmi Salim Zubair, Lc., M.A., Buya H. Risman Muchtar, M.Si., serta H. Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I.

Sejumlah Ketua PP Muhammadiyah juga pernah hadir, di antaranya Dr. H. Anwar Abbas, M.Ag., Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni, Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si., Drs. HM. Goodwill Zubir, Drs. H. Hajriyanto Y. Thohari, M.A., dr. H. Agus Taufiqurrohman, M.Kes., Sp.S., Dr. H. Saad Ibrahim, dan lain-lain.

Sejumlah pengurus PWM Jawa Tengah juga pernah hadir, seperti Dr. H. Tafsir, M.Ag., Prof. Dr. H. Suparman Syukur, M.A., Dr. H. Ali Muhson, M.Ag., Dr. H. Haerudin, S.E., M.T., dan Dr. HA. Hasan Asyari Ulama’i. Dari PWM DIY pernah hadir H. Gita Danu Pranata, S.E., M.M., sedangkan dari PWM Jawa Timur hadir Prof. Dr. Thohir Luth.

Tokoh nasional lainnya yang pernah mengisi Pengajian Ahad Pagi antara lain Daiyah kondang Mamah Dedeh, mantan Ketua KPK Dr. H. Busyro Muqoddas, sesepuh Muhammadiyah Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin, M.A., Ustadz Salim A Fillah, Ustadz Rifky Jakfar Thalib, Ketua PBNU Kyai Cholil Nafis, hingga KH. Hasan Abdullah Sahal dari Pondok Gontor.

Jamaah Ribuan dan Terus Bertumbuh

Pengajian Ahad Pagi PCM Blimbing berkembang menjadi kegiatan yang diikuti ribuan jamaah. Dalam pelaksanaan rutin, jamaah yang hadir tidak kurang dari 2.000 hingga 3.000 orang. Pada kegiatan tertentu, jumlah jamaah bahkan dapat mencapai 8.000 hingga 10.000 orang.

Antusiasme jamaah tersebut menjadi salah satu gambaran besarnya kebutuhan masyarakat terhadap kegiatan kajian dan pembinaan keislaman di tingkat cabang.

Hal unik lainnya adalah jamaah tidak mendapatkan snack dan minuman secara gratis. Mereka membeli sendiri snack dan minuman di stan ‘Aisyiyah. Meskipun demikian, antusiasme jamaah tetap sangat tinggi.

Dari kegiatan tersebut, infaq yang terkumpul rata-rata mencapai Rp6 juta hingga Rp7 juta setiap Ahad. Hasil infaq tersebut menjadi sumber utama pembiayaan berbagai kegiatan Majelis Tabligh PCM Blimbing.

Infaq untuk Membiayai Kegiatan Dakwah

Setelah digunakan untuk operasional Pengajian Ahad Pagi, sisa dana infaq digunakan untuk mendukung kegiatan Korp Muballigh Muhammadiyah (KMM) Cabang Blimbing.

Pembekalan Korp Muballigh Muhammadiyah dilaksanakan setiap Kamis malam Jumat pada pekan kedua, ketiga, keempat, dan kelima dengan dukungan dana sebesar Rp1 juta. Sementara pada Kamis pekan pertama, kegiatan diarahkan ke ranting-ranting untuk mempererat silaturahmi.

Dana tersebut juga digunakan untuk mensubsidi pengajian triwulan di ranting yang menjadi tempat pelaksanaan sebesar Rp2,5 juta, serta untuk proposal organisasi otonom tingkat cabang.

Sebelumnya, Majelis Tabligh juga pernah memberikan pengembalian dana organisasi kepada ranting-ranting sebesar Rp1 juta untuk kas PRM dan Rp1 juta untuk kas PRA setiap Ahad pagi. Sekolah atau madrasah Muhammadiyah yang memiliki utang lebih dari Rp50 juta juga pernah mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta secara bergiliran.

Menghadapi Pandemi Covid-19

Perjalanan Pengajian Ahad Pagi PCM Blimbing juga menghadapi tantangan ketika terjadi wabah Covid-19. Pada 2020, kegiatan kajian sempat diliburkan karena kondisi pandemi.

Setelah situasi dinilai aman, Pengajian Ahad Pagi kembali dilaksanakan di halaman dan jalan Islamic Center Muhammadiyah ‘Aisyiyah (ICMA) Cabang Blimbing. Perubahan lokasi tersebut berdampak pada jumlah jamaah yang hadir sehingga perolehan infaq juga mengalami penurunan.

Ketika hasil infaq turun menjadi sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta, dilakukan efisiensi terhadap pengeluaran dana organisasi ke ranting-ranting sehingga program tersebut dihentikan.

Setelah kondisi pandemi kembali aman, Pengajian Ahad Pagi kembali dilaksanakan di kompleks Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo. Kegiatan tersebut terus berjalan hingga 27 September 2026 dan telah mencapai episode ke-456.

Refleksi Perjalanan Pengajian Ahad Pagi

Perjalanan Pengajian Ahad Pagi PCM Blimbing sejak digagas pada 2 Januari 2017 hingga mencapai episode ke-456 pada 27 September 2026 menunjukkan bagaimana sebuah gagasan dapat tumbuh menjadi gerakan pembinaan yang berlangsung secara konsisten.

Dari sebuah usulan dalam rapat Majelis Tabligh, kegiatan ini berkembang menjadi ruang silaturahmi, pembelajaran, dan pencerahan yang diikuti ribuan jamaah serta didukung oleh berbagai unsur Muhammadiyah.

Istiqamah selama bertahun-tahun menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut, sekaligus menjadi refleksi bahwa keberlanjutan sebuah program dakwah membutuhkan gagasan, kebersamaan, pengelolaan, dan komitmen untuk terus berjalan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Check Also
Close
Back to top button