Artikel

Pentingnya Menjaga Marwah Diri sebagai Muslimah

Menjaga Marwah Diri sebagai Muslimah

Oleh : Rizqi Mubarok, S.H (Peserta sekolah tabligh PWM Jawa Tengah kelas banjarnegara, dan Mudir MBS Kalibening)

Islam adalah agama yang sempurna, bukan sekedar mengatur hubungan seorang hamba dengan Allah, tetapi juga membimbing umatnya dalam menjaga martabat dan kehormatan diri. Dalam hal ini, seorang muslimah memiliki kedudukan yang sangat mulia. Allah ﷻ menjadikan mereka sebagai pendidik generasi, penjaga moral keluarga, dan teladan dalam masyarakat. Oleh karena itu, menjaga marwah diri yakni kehormatan, harga diri, dan kemuliaan adalah kewajiban utama bagi setiap muslimah.

Rasulullah ﷺ sangat menekankan pentingnya kehormatan seorang wanita. Bahkan dalam Islam, kehormatan seorang muslimah kedudukannya lebih tinggi daripada harta benda duniawi. Marwah diri adalah identitas mulia yang harus dijaga agar seorang muslimah tetap terhormat di hadapan Allah, keluarga, dan masyarakat.

Landasan Al-Qur’an dan Hadits

Banyak ayat Al-Qur’an maupun hadits Nabi ﷺ yang menjelaskan pentingnya menjaga kehormatan diri seorang Muslimah antara lain :

Dijelaskan dalam Al qur’an, Allah ﷻ berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
(QS. Al-Ahzab: 59)

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali sehingga tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Ayat ini menegaskan bahwa pentingnya menutup aurat, dan  hal ini adalah salah satu cara untuk  menjaga marwah diri. Seorang muslimah dihargai bukan karena penampilan fisik semata, tetapi karena ketakwaannya.
Allah ﷻ juga berfirman:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
(QS. An-Nur: 31)

“Katakanlah kepada wanita yang beriman agar mereka menundukkan pandangannya, menjaga kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat darinya.”

Ayat ini menjelaskan bahwa menjaga pandangan adalah bagian dari menjaga marwah diri seorang muslimah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
(HR. Muslim)

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.”

Hadits ini menekankan bahwa kemuliaan seorang muslimah bukan diukur dari kecantikannya, tetapi dari keshalihannya dan penjagaannya terhadap marwah dirinya.

Makna Menjaga Marwah Diri bagi Muslimah

Menjaga marwah diri bukan hanya sekedar menutup aurat, tetapi mencakup berbagai aspek kehidupan. Beberapa di antaranya:

Pertama, Menjaga Akhlak dan Pergaulan
Seorang muslimah hendaknya menjaga sikap, perkataan, dan pergaulan. Berbicara dengan sopan, tidak mengumbar kata-kata yang menimbulkan syahwat, dan menghindari bercampur-baur bebas dengan laki-laki yang bukan mahram.

Kedua, Menjaga Kesucian Diri
Islam memerintahkan muslimah untuk menjaga kehormatan dari dari perbuatan zina.

Allah ﷻ berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
(QS. Al-Isra’: 32)

“Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”

Larangan ini bukan hanya untuk tidak berzina, tetapi juga menjauhi segala hal yang mendekatkan diri seorang Muslimah kepada perbuatan zina. Misalnya  pacaran bebas, berduaan dengan bukan mahram, atau berpakaian terbuka.

Ketiga, Menjaga Kehormatan di Dunia Maya
Di era digital, menjaga marwah diri juga berlaku dalam penggunaan media sosial. Seorang muslimah tidak boleh mengumbar foto aurat, membuat konten yang mengundang fitnah, atau berkata kasar di dunia maya. Sesuatu yang kita shere di medsos adalah cermin kepribadian diri kita. jadi marwah seorang muslimah tetap harus dijaga meski di balik layar.

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Berikut contoh bagaimana seorang muslimah bisa menjaga marwah dirinya dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Dalam Berpakaian
    Seorang muslimah yang berpegang pada syariat akan menutup aurat dengan baik, mengenakan pakaian yang longgar, tidak transparan, dan tidak menyerupai pakaian laki-laki. Ia menjaga agar penampilannya menimbulkan rasa hormat, bukan memancing syahwat.
  1. Dalam Bertutur Kata
    Seorang muslimah tidak berbicara dengan nada yang menggoda kepada laki-laki bukan mahram. Allah ﷻ berfirman:

فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا
(QS. Al-Ahzab: 32)

“Maka janganlah kalian (para wanita) tunduk dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.”

  1. Dalam Pergaulan
    Seorang muslimah menjaga diri dari ikhtilat (campur baur bebas) yang tidak perlu. Ia tetap bergaul dengan sopan, namun menjaga batasan syar’i.
  2. Dalam Dunia Kerja dan Pendidikan
    Seorang muslimah tetap bisa berprestasi, menuntut ilmu, bahkan bekerja, namun dengan tetap menjaga identitasnya sebagai wanita muslimah. Ia tidak mengorbankan marwah dirinya demi popularitas atau materi.
  3. Dalam Media Sosial
    Misalnya, seorang muslimah memilih untuk tidak mengunggah foto auratnya di internet, tidak ikut-ikutan tren joget atau konten yang merendahkan harga diri, serta menebar dakwah dan inspirasi positif.

Kesimpulan

Menjaga marwah diri adalah kewajiban yang harus senantiasa diperhatikan oleh setiap muslimah. Ia bukan hanya menyangkut penampilan lahiriah, tetapi juga sikap, ucapan, pergaulan, dan jejak digital.

Seorang muslimah yang menjaga marwah dirinya akan menjadi perhiasan dunia sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ. Ia tidak hanya berharga di mata manusia, tetapi juga mulia di sisi Allah ﷻ.

Marwah diri adalah harga diri seorang muslimah. Jika marwah itu hilang, maka hilang pula kehormatannya. Maka, hendaklah setiap muslimah menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman hidup, sehingga ia mampu menjaga kemuliaan dirinya di setiap keadaan.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ نِسَاءَنَا مِنَ الصَّالِحَاتِ الْحَافِظَاتِ لِحُدُودِكَ، وَاحْفَظْهُنَّ مِنْ كُلِّ فِتْنَةٍ وَسُوءٍ

“Ya Allah, jadikanlah para wanita kami termasuk hamba-hamba-Mu yang shalihah, yang senantiasa menjaga aturan-Mu, serta lindungilah mereka dari segala fitnah dan keburukan.”

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button