Artikel
Trending

Belajar dari Kehancuran Kaum ‘Aad Tentang Peringatan Keras bagi Mereka yang Mengandalkan Kekuatan Fisik dan Materi

Kisah Kaum dan Tokoh Ingkar

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Alhamdulillahilladzi arsala rasulahu bilhuda wadinil haq. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad, wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in. Amma ba’du.

 

Hadirin jamaah online rahimakumullah

Di zaman modern ini, manusia telah mencapai kemajuan yang luar biasa. Kita sering melihat kebanggaan atas kecanggihan teknologi, kekuatan militer, hingga kekuatan fisik dan kesehatan jasmani. Terkadang, ketika seseorang memiliki tubuh yang kuat, karir yang mapan, dan fasilitas yang lengkap, muncul perasaan bahwa dirinya hebat dan tidak terkalahkan. Namun, sebuah musibah kecil saja, seperti sakit gigi atau virus tak kasat mata, bisa seketika melumpuhkan semua kebanggaan itu.

Sejarah dalam Al-Qur’an telah mencatat kisah umat terdahulu yang memiliki kekuatan fisik dan peradaban jauh melebihi manusia zaman sekarang, namun hancur lebur karena kesombongannya. Mereka adalah kaum ‘Aad, umat Nabi Hud ‘Alaihissalam.

Kaum ‘Aad dikaruniai perawakan yang sangat tinggi, besar, dan kuat. Mereka ahli memahat gunung menjadi rumah-rumah mewah dan membangun pilar-pilar raksasa yang belum pernah ada tandingannya di muka bumi. Karena merasa memiliki segalanya, mereka mabuk oleh kekuatan fisik. Ketika Nabi Hud mengajak mereka untuk bertauhid dan bersyukur kepada Allah, mereka menolak dengan penuh kesombongan.

Allah SWT merekam kesombongan mereka dengan sangat jelas dalam Surah Fussilat ayat 15:

 

فَأَمَّا عَادٌ فَٱسْتَكْبَرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ وَقَالُوا۟ مَنْ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً ۖ أَوَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّ ٱللَّهَ ٱلَّذِى خَلَقَهُمْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةً ۖ وَكَانُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا يَجْحَدُونَ

 

Artinya: “Adapun kaum ‘Aad maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata: ‘Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?’ Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka? Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuasaan) Kami.” (QS. Fussilat: 15)

 

Ayat ini menegaskan letak kesalahan kaum ‘Aad. Mereka lupa siapa yang memberi mereka kekuatan tersebut. Mereka menantang azab Allah dengan mengandalkan otot dan bangunan kokoh mereka. Lalu, apa yang Allah kirimkan untuk menghancurkan mereka? Bukan pasukan malaikat bersenjata, bukan pula meteor raksasa. Allah hanya mengirimkan angin. Ya, angin badai yang sangat dingin dan berhembus kencang selama tujuh malam delapan hari terus-menerus.

Kekuatan fisik mereka tidak ada gunanya melawan angin. Bangunan raksasa mereka tak mampu melindungi. Mereka bergelimpangan mati seperti batang-batang kurma yang lapuk dan kosong.

Lalu, apa pesan praktis dari kisah ini untuk kita semua?

Bagi rekan-rekan pemuda, pelajar, dan masyarakat umum, mari kita evaluasi diri. Jika hari ini Allah karuniakan kita tubuh yang sehat, otot yang kuat, dan wajah yang rupawan, gunakanlah itu untuk ketaatan, bukan untuk menindas orang lain. Jangan pernah merundung (bully) teman yang lebih lemah. Jangan menggunakan kekuatan untuk hal-hal yang sia-sia, apalagi maksiat.

Begitu pula bagi kita yang merasa bangga dengan harta dan pencapaian materi, ingatlah bahwa sebesar apa pun perlindungan materi yang kita bangun, ia tidak akan mampu menahan ketetapan Allah. Kesombongan fisik dan materi hanyalah ilusi. Kita ini lemah, sangat lemah tanpa pertolongan Allah.

Kisah hancurnya kaum ‘Aad adalah tamparan keras bagi ego kita. Kekuatan sejati bukanlah pada besarnya otot atau megahnya bangunan, melainkan pada ketundukan hati di hadapan Sang Pencipta. Mari kita syukuri kesehatan dan kekuatan kita dengan memperbanyak sujud, bukan dengan membusungkan dada.

Mari kita akhiri kultum ini dengan berdoa, memohon perlindungan dari sifat sombong:

Ya Allah, Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa, bersihkanlah hati kami dari benih-benih kesombongan kaum ‘Aad. Jadikanlah kesehatan, kekuatan fisik, dan nikmat materi yang Engkau titipkan sebagai jalan bagi kami untuk semakin taat beribadah kepada-Mu. Lindungilah kami dan negeri kami dari murka dan azab-Mu.

Rabbana atina fiddunya hasanah, wafil akhirati hasanah, waqina ‘adzabannar.

Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

Oleh: Dimas Kurniawan, S,Pd.
(Majelis Tabligh PCM Gunungpati II Kota Semarang)

Dimas Kurniawan

Guru | Majelis Tabligh PCM Gunungpati II | PDPM Kota Semarang | Mechanical Engineering

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Check Also
Close
Back to top button