KhutbahKhutbah Idul Adha

Khutbah Idul Adha : Meneladani Keikhlasan Nabi Ibrahim di Tengah Beratnya Ujian Hidup

Oleh : Rizqi Mubarok, S.H

KHUTBAH IDUL ADHA 1447 H/2026 M

Meneladani Keikhlasan Nabi Ibrahim di Tengah Beratnya Ujian Hidup

Oleh : Rizqi Mubarok, S.H  (Mudir MBS Bumi Syahadat Kalibening, Anggota Majelis Tabligh PDM Banjarnegara)

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّا بَعْدُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحِسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

Alluhu Akbar, Allahu akbar, walillahil hamd.

Ma’asyiral muslimin jamaah sholat Idul Adha rahimakumullah,

Untuk mengawali khutbah ini, marilah kita Bersama-sama memuji dan bersyukur kehadirat Allah SWT yang maha rohman dan rohim. Karena dengan rahmatnya, pada pagi ini kita mampu melantunkan kalimat takbir, tahlil, dan tahmid merayakan hari raya Idul Adha 1447 H.

Sholawat serta salam, semoga tercurahkan kepada seorang hamba pembela kebenaran, pembawa risalah dinul Islam, pencetak uswatun khasanah, tiada lain yaitu Nabi Muhammad SAW.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Saya selaku khotib berwasiat khususnya untuk diri saya sendiri, dan umumnya kepada jamaah yang hadir pada kesempatan pagi ini, Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa, menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Karena hanya dengan ketakwaan hidup akan menjadi tenang, hati menjadi kuat, dan kita mampu menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Jamaah Sholat Idhul Adha yang dimuliakan Allah,

Pada hari raya Idul Adha ini, kita kembali diingatkan pada kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, seorang nabi yang mendapat gelar khalilullah, kekasih Allah. Gelar itu tidak diraih dengan kehidupan yang mudah, tetapi melalui ujian demi ujian yang sangat berat.

Beliau diuji dengan penolakan kaumnya, diuji dengan dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud, diuji meninggalkan keluarganya di padang pasir yang tandus. Bahkan diuji untuk menyembelih anak yang sangat dicintainya, Nabi Ismail ‘alaihissalam. Namun seluruh ujian itu dihadapi dengan keikhlasan dan kepasrahan kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ
وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ
قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya, Kami pun memanggilnya: Wahai Ibrahim, sungguh engkau telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Ash-Shaffat: 103–105)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Kisah Nabi Ibrahim mengajarkan kepada kita bahwa hidup ini tidak akan lepas dari ujian. Pada hari ini banyak diantara kita, diuji dengan  menghadapi kesulitan ekonomi, harga kebutuhan hidup meningkat, lapangan pekerjaan sulit, pendidikan anak semakin berat, dan kehidupan sosial semakin penuh tantangan.

Belum lagi kerusakan moral akibat media sosial, pergaulan bebas, perjudian online, dan lunturnya akhlak generasi muda. Semua ini menjadi ujian berat bagi umat Islam zaman sekarang. Namun Idul Adha mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh mudah menyerah dan berputus asa. Seorang mukmin harus memiliki hati yang ikhlas dan tawakal sebagaimana telah dicontohkan oleh nabi Ibrahim.

Keikhlasan adalah kekuatan terbesar seorang hamba. Orang yang ikhlas akan tetap sabar ketika diuji, tetap bersyukur ketika diberi nikmat, dan tetap taat kepada Allah SWT meskipun dalam keadaan sulit.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Ibadah qurban yang kita laksanakan hari ini bukan sekadar menyembelih hewan. Lebih dari itu, qurban adalah simbol pengorbanan dan bukti cinta kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah berfirman:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

Daging dan darah hewan qurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepadanya adalah ketakwaan kalian.
(QS. Al-Hajj: 37)

Oleh karena itu, marilah kita jadikan Hari Raya Idul Adha ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri dalam segala hal, diantaranya : Belajar Mengikhlaskan amal ibadah karena Allah, memperkuat kesabaran dalam menghadapi ujian hidup, memperbanyak kepedulian sosial, menjaga keluarga dari kerusakan akhlak, dan memperkuat ketaatan kepada Allah SWT.

Alluhu Akbar, Allahu akbar, walillahil hamd

Ma’asyiral muslimin jamaah sholat Idul Adha rahimakumullah,

Untuk mengakhiri khutbah ini, marilah kita Bersama-sama menundukan kepala, mengkhusyukan hati sambil mengheningkan perasaan kita untuk berdoa dan memohon kepada Allah SWT, serta berharap Allah SWT menerima segala amal baik kita. Amiin yaa robbal ‘alamiin

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ

يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمـُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمـُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ فيَا قَاضِيَ الحَاجَاتِ

اللّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسلِمِين وَاجْمَعْ كَلِمَةَ الْمُسْلِمِينَ عَلَى الْحَقِّ يَا رَبَّ الْعَلَمِينَ

اَللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ الْمُهَاجِرِينَ وَاْلأَنْصَارِ

اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَـقَـبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا… وَتُبْ عَلَينَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ  وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Related Articles

Back to top button