BeritaDinamika PesyarikatanDinamika Tabligh

Wujudkan 12.000 Mubaligh, KMM MT PWM Jawa Tengah Perkuat Sinergi dengan PWM dan LazisMu Jawa Tengah

📅 Rabu, 21 Mei 2026 | 3 Zulhijah 1447 H

SEMARANG – Dalam upaya akselerasi dakwah, Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah melakukan audiensi strategis dengan jajaran PWM Jawa Tengah dan LazisMu, pada Rabu, 20 Mei 2026, bertempat di Ruang Rapat PWM Jawa Tengah GKB III Universitas Muhammadiyah Semarang. Pertemuan ini difokuskan pada rencana besar pencetakan 12.000 mubaligh di seluruh Jawa Tengah.

Sinergi untuk Dakwah Berkemajuan
Sekretaris KMM PWM Jawa Tengah, Rijal Rizkillah, menegaskan bahwa target 12.000 mubaligh merupakan ikhtiar nyata untuk mengisi ruang dakwah di berbagai level.

“Target 12.000 mubaligh ini adalah manifestasi kebutuhan umat akan pendakwah yang mencerahkan. Kami membutuhkan dukungan penuh dari PWM Jateng dalam aspek kebijakan, serta kolaborasi dengan LazisMu sebagai pilar pendanaan produktif untuk pemberdayaan para mubaligh di lapangan,” ujar **Rijal Rizkillah

Dukungan Penuh Pimpinan Wilayah
Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, penguatan sumber daya manusia di bidang dakwah adalah prioritas utama untuk menjaga marwah persyarikatan.

“Muhammadiyah harus hadir di tengah masyarakat dengan mubaligh yang memiliki kedalaman ilmu sekaligus adaptif dengan perkembangan zaman. Kami mendukung penuh langkah KMM ini agar dakwah kita semakin luas dan berdaya guna,” ungkap Tafsir.

Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris PWM Jawa Tengah, Dodok Sartono, menekankan pentingnya pengorganisasian yang sistematis.

“Pencapaian target 12.000 mubaligh memerlukan manajemen yang baik. Kami akan membantu memastikan bahwa program ini terkonsolidasi hingga ke tingkat daerah dengan dukungan infrastruktur dan sistem yang memadai,” tambah Dodok Sartono.

Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah, Dr. Ali Trigiyatno, menegaskan kesiapannya untuk mengawal standardisasi dan kualitas para calon mubaligh.

“Majelis Tabligh akan fokus pada kualitas kompetensi mubaligh. Kami akan bekerja sama dengan KMM untuk memastikan materi dakwah yang disampaikan sejalan dengan manhaj Muhammadiyah yang berkemajuan, toleran, dan moderat,” jelas Ali Trigiyatno.

Pihak LazisMu Jawa Tengah juga menyatakan komitmennya untuk mendukung program ini melalui skema pendanaan yang berkelanjutan, mulai dari aspek pelatihan, hingga dukungan operasional bagi para mubaligh yang bertugas di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian khusus.

Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk segera melakukan pemetaan potensi mubaligh di setiap Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa Tengah sebagai langkah awal sebelum dilakukannya pelatihan secara masif.

Kontributor: Medkom KMM PWM Jawa Tengah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button